Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Hadits Tentang Keimanan

HATE THAT I LOVE YOU

“For years, I gave myself to him without complaint. I loved him like I’d never loved another; I worked diligently in the shadows to make him the man he is today, while he only ever regarded me as his trophy wife to his peers. I didn't mind; why? Because I loved my husband, and all I wished for was his success until I didn't anymore.” _____________ Imani Knightley thought she had found her better half in Louis Benoit. They had met during her first year at the university while she was studying for her master's. Imani would call it love at first sight, and it was beautiful. She would swear on her parents graves that her husband couldn’t live or breathe without her. They had only dated for a year before she introduced him to her parents, the Knightleys, and they got married a year later. Imani would say her marriage to Louis was perfect, except for the fact that she’d been trying for kids for a while and every time life offers a glimmer of hope, she loses said hope. Yet she was happy; her marriage was perfect until it wasn’t anymore. Her husband never gave her any reason to doubt his love for her until the arrival of Louis' new personal assistant, who conveniently happened to be his ex-girlfriend. Imani’s glass-perfect marriage and image shatter as she is faced with the betrayal and deceit of Louis Benoit. What happens when divorce isn’t an option but Imani wants out? In a circle where Imani has always felt like an outcast despite the influence of her late parents, she turns to the arch-enemy of her husband with a yearning for vengeance. "Since he chooses to go low. I am willing to reach to the depths of hell just to show him what the scorn of a woman feels like. I’ll make him take a seat and watch as I destroy everything he holds dear."
WixxardWright · 1.7K Views

Jeruji Waktu

Sarah namaku. Saat ini, statusku adalah mantan terpidana seumur hidup yang sedang berusaha membangun masa depan. Mantan narapidana, sebuah status yang seharusnya tidak pernah kusandang, namun kenyataan waktu itu berkata lain. Entah kebetulan atau takdir, semua berubah ketika vonis yang mengunci sisa hidupku di penjara dibatalkan. Penjara bukanlah rumah yang semestinya bagiku. Diriku tak bersalah, Diriku korban ketidakadilan yang Menyakitkan. Hukum saat itu telah menghakimiku, Hukum telah memutuskan bahwa diriku adalah penjahat keji yang tak termaafkan. Sebagian besar hidupku dihabiskan di pulau penjara, sebuah tempat yang tak pernah kuharapkan untuk menjadi bagian dari kisah hidupku. Diriku adalah korban fitnah, korban salah paham yang menyudutkanku tanpa ampun. Siapa sangka, fitnah memang lebih kejam daripada pembunuhan. Mungkin ini adalah cara Tuhan menguji ketabahanku, tetapi sungguh, mata dunia tak pernah sempurna melihat kebenaran. Keadilan yang diatur oleh manusia terlalu sering meleset, tak jarang meninggalkan luka yang mendalam. Kini bayangan dari Kehidupan di Penjara masih menghantui, meski diriku telah bebas, rasa itu belum sepenuhnya hilang. Manis-pahit kehidupan di penjara masih membekas, seperti ukiran dalam di hatiku yang tak akan pernah benar-benar pudar. Kebebasan ini terasa berat; bayang-bayang kehidupan di penjara masih mengikat, seperti bayangan "rumah" yang pernah memenjarakan jiwa dan ragaku. Ku coba meyakinkan diriku bahwa semua ini adalah ujian dari Tuhan. Sebuah perjalanan untuk menempa ketabahan dan menguji iman. Inilah kisahku, sebuah kisah tentang perjuangan dan harapan, kisah tentang kehilangan segalanya, bertahan, menerima keadaan, menikmati pertemuan yang tak diduga, dan akhirnya menemukan kembali sebagian diriku di tengah cobaan yang tampaknya mustahil untuk dilalui. Sebuah kisah tentang perjuangan hidup, mencari keadilan di dunia yang sering kali buta, dan tentang bagaimana aku, seorang wanita tangguh, menemukan kekuatan di tengah badai yang menghancurkan.
Upt0y0u · 11.2K Views
Related Topics
More