Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Hukum Membaca Basmalah

Gelapnya Langit Artapura

Judul: Gelapnya Langit Artapura Genre: Thriller, Aksi, Politik Di balik keindahan Artapura—sebuah negeri yang kaya akan sumber daya dan dikenal damai—tersembunyi kenyataan pahit. Hukum hanyalah tulisan tanpa makna, keadilan hanyalah ilusi bagi mereka yang tak memiliki kuasa. Para pejabat korup bersembunyi di balik jargon Hak Asasi Manusia, melindungi diri mereka sendiri sambil menindas rakyat yang seharusnya mereka lindungi. Raka, seorang guru bahasa asing, telah lama melihat ketidakadilan ini. Ia mencoba berbaur, mengikuti aturan, dan menyuarakan perubahan dengan cara damai. Namun, diplomasi tak pernah bisa mengubah mereka yang telah dibutakan oleh keserakahan. Yang tidak diketahui banyak orang, Raka bukan pria biasa. Ia memiliki masa lalu sebagai pembunuh bayaran. Ketika ia akhirnya kehilangan kesabaran melihat hukum yang hanya berpihak kepada mereka yang berkuasa, Raka mengambil jalannya sendiri. Ia mengangkat senjatanya kembali, menjadi eksekutor bayangan yang menegakkan keadilan dengan satu peluru di kejauhan. Mayat para koruptor mulai berjatuhan, dan ketakutan pun menyebar di kalangan pejabat busuk. Namun, aksi ini juga menarik perhatian organisasi pembunuh bayaran yang disewa untuk memburunya. Perang diam-diam terjadi, Raka melawan musuh yang sepadan. Saat identitasnya akhirnya terbongkar, Raka dijebloskan ke dalam penjara dengan keamanan tertinggi. Namun, itu bukan akhir dari segalanya. Para pejabat korup mengeluarkan sayembara: siapa pun narapidana yang membunuh Raka akan mendapatkan kebebasan dan hadiah besar. Dikelilingi oleh para kriminal kelas kakap, Raka dipaksa bertahan di tengah rencana pembunuhan yang mengincarnya dari segala sisi. Dengan kecerdikan dan keahliannya, Raka berhasil melarikan diri. Namun, kali ini ia tak sekadar membunuh. Ia menyebarkan bukti kejahatan para pejabat korup ke publik, menyalakan api perlawanan di seluruh negeri. Demonstrasi meledak, rakyat bangkit, dan perang melawan rezim busuk pun pecah. Di satu sisi, ada Raka, rakyat yang tertindas, dan pejabat bersih yang selama ini dipaksa bungkam. Di sisi lain, ada pejabat korup yang tak mau kehilangan kekuasaan, didukung oleh organisasi pembunuh bayaran yang haus darah. Darah tertumpah. Pengkhianatan terjadi. Dan di tengah langit Artapura yang kelam, sebuah pertarungan menentukan masa depan negeri pun dimulai. Akankah keadilan benar-benar bisa ditegakkan? Ataukah Artapura akan selamanya menjadi tanah yang kaya, tetapi tanpa hukum yang berdaya?
hafidznurassyifa · 119 Views

The last law

The Last Law (Hanya ada satu hukum: Bertahan atau mati.) Dunia telah berubah menjadi ladang kematian. Setelah perang nuklir meledakkan peradaban, yang tersisa hanyalah gurun radioaktif, reruntuhan kota yang sunyi, dan manusia-manusia yang saling menerkam demi setetes air. Tidak ada lagi negara, hukum, atau belas kasihan—yang ada hanyalah kekuatan dan kelicikan. Di tengah dunia yang hancur, Raine hanya punya satu tujuan: bertahan hidup. Tidak ada ambisi besar, tidak ada dendam atau misi penyelamatan—hanya dirinya, pisau di pinggang, dan insting yang selalu berbisik bahwa satu kesalahan bisa berarti kematian. Kelompok tirani menguasai sumber daya yang tersisa, menjadikan air lebih berharga daripada nyawa. Mereka adalah kelompok berdarah dingin, dan Raine jelas harus berhati hati agar terhindar dari kematian,tapi bayangan mereka selalu mengintai, siap merebut apapun yang bisa dipakai untuk bertahan hidup. Setiap hari adalah perjudian antara melawan, bersembunyi, atau melarikan diri. Namun, di dunia yang telah mati ini, sesuatu masih bergerak. Desas-desus beredar—tentang tempat yang belum tersentuh kehancuran, tentang sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Raine tidak peduli. Dia tidak ingin terlibat. Tapi saat hidupnya yang selama ini bersembunyi terguncang oleh peristiwa yang tak terduga, dia dihadapkan pada pilihan: tetap bertahan di bayang-bayang atau melangkah menuju sesuatu yang bisa mengubah segalanya. Di dunia tanpa hukum, berapa harga yang harus dibayar untuk tetap hidup?
LALU_GAMING · 135 Views

SHADOW JUDGMENT

Sinopsis: Kota Blackridge adalah neraka bagi yang lemah. Kejahatan merajalela. Para politisi korup. Polisi hanya boneka para mafia. Hukum? Itu cuma lelucon. Tapi ada satu nama yang membuat para penjahat ketakutan. "DANTE REAPER"—DETIK TERAKHIR BAGI PENJAHAT Dia bukan detektif biasa. Dia adalah pemburu, hakim, dan algojo dalam satu tubuh. Jika dia mengejarmu, tidak ada penjara yang menunggumu—hanya kuburan. Dante memiliki kemampuan supernatural untuk melihat dosa seseorang hanya dengan menatap matanya. Ia bisa merasakan setiap kejahatan yang mereka lakukan, setiap nyawa yang mereka renggut, setiap kebohongan yang mereka sembunyikan. Dan jika mereka bersalah… Mereka akan mati. Setiap malam, dia keluar memburu para predator yang mengira mereka tak tersentuh: Bos mafia yang mengendalikan kota. Polisi korup yang menjual hukum kepada yang membayar lebih tinggi. Psikopat yang menganggap nyawa manusia sebagai hiburan. Politisi yang menjual rakyat demi kekuasaan. Namun, pembunuhan demi pembunuhan mulai menarik perhatian seseorang yang lebih berbahaya. "SPECTER"—pembunuh bayaran terbaik di dunia. Seseorang telah membayarnya untuk memburu Dante dan menghentikan misinya. Tapi Specter bukan pembunuh biasa. Ia adalah hantu yang tidak pernah gagal dalam pekerjaannya. Sekarang, Dante tidak hanya harus menghabisi para penjahat, tetapi juga bertahan dari pemburu yang lebih berbahaya dari semua musuh yang pernah ia hadapi. Siapa yang akan bertahan sampai akhir? Dan apakah keadilan yang ditegakkan dengan darah benar-benar bisa disebut keadilan? ---
AL_GAMING_1485 · 959 Views

"Menantang Takdir di Menara Tanpa Hukum"

Sinopsis "Menantang Takdir di Menara Tanpa Hukum" Kael tumbuh sebagai seorang tabib muda berbakat, mewarisi ilmu dari kakeknya yang legendaris. Namun, ketika wabah misterius melanda desanya, ia menghadapi kenyataan pahit—kemampuannya tidak cukup untuk menyelamatkan semua orang. Teringat cerita lama sang kakek tentang Menara Tanpa Hukum, tempat di mana ia pertama kali belajar pengobatan, Kael memutuskan untuk menaiki menara demi mencari ilmu yang lebih tinggi. Namun, menara bukanlah tempat bagi orang yang lemah. Di dalamnya, hanya mereka yang kuat yang bisa bertahan. Dalam masa tutorial, Kael mendapatkan Kitab Petir, sebuah teknik bela diri yang menjadi dasar kekuatannya. Tapi saat ia mencari guru kakeknya, ia justru menemukan kenyataan yang lebih kejam—tabib sudah tidak lagi dibutuhkan di menara. Sebagai gantinya, para Heler, orang-orang yang mampu menyembuhkan luka dengan mana, telah menggantikan peran tabib. Ilmu tabib dianggap usang dan tidak efisien, perlahan menghilang dari sejarah menara. Kael menghadapi dilema besar: haruskah ia menyerah dan mengikuti sistem yang ada, atau tetap berpegang teguh pada ilmu yang diwariskan kakeknya? Dengan catatan lama kakeknya sebagai petunjuk, Kael memulai perjalanan mendaki menara, mencari sisa-sisa ilmu tabib yang telah terkubur. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan para Heler yang menganggapnya remeh, sekutu yang meragukan pilihannya, serta musuh yang ingin menghapus tabib dari sejarah. Di dunia di mana kekuatan menentukan segalanya, bisakah seorang tabib bertahan? Ataukah Kael akan menemukan cara mengubah takdir dan membuktikan bahwa tabib masih memiliki tempat di dalam menara? Perjalanan Kael baru saja dimulai, dan ia bertekad untuk mendobrak batasan yang telah ditetapkan oleh dunia.
fblues_eyes · 1.2K Views

Jeruji Waktu

Sarah namaku. Saat ini, statusku adalah mantan terpidana seumur hidup yang sedang berusaha membangun masa depan. Mantan narapidana, sebuah status yang seharusnya tidak pernah kusandang, namun kenyataan waktu itu berkata lain. Entah kebetulan atau takdir, semua berubah ketika vonis yang mengunci sisa hidupku di penjara dibatalkan. Penjara bukanlah rumah yang semestinya bagiku. Diriku tak bersalah, Diriku korban ketidakadilan yang Menyakitkan. Hukum saat itu telah menghakimiku, Hukum telah memutuskan bahwa diriku adalah penjahat keji yang tak termaafkan. Sebagian besar hidupku dihabiskan di pulau penjara, sebuah tempat yang tak pernah kuharapkan untuk menjadi bagian dari kisah hidupku. Diriku adalah korban fitnah, korban salah paham yang menyudutkanku tanpa ampun. Siapa sangka, fitnah memang lebih kejam daripada pembunuhan. Mungkin ini adalah cara Tuhan menguji ketabahanku, tetapi sungguh, mata dunia tak pernah sempurna melihat kebenaran. Keadilan yang diatur oleh manusia terlalu sering meleset, tak jarang meninggalkan luka yang mendalam. Kini bayangan dari Kehidupan di Penjara masih menghantui, meski diriku telah bebas, rasa itu belum sepenuhnya hilang. Manis-pahit kehidupan di penjara masih membekas, seperti ukiran dalam di hatiku yang tak akan pernah benar-benar pudar. Kebebasan ini terasa berat; bayang-bayang kehidupan di penjara masih mengikat, seperti bayangan "rumah" yang pernah memenjarakan jiwa dan ragaku. Ku coba meyakinkan diriku bahwa semua ini adalah ujian dari Tuhan. Sebuah perjalanan untuk menempa ketabahan dan menguji iman. Inilah kisahku, sebuah kisah tentang perjuangan dan harapan, kisah tentang kehilangan segalanya, bertahan, menerima keadaan, menikmati pertemuan yang tak diduga, dan akhirnya menemukan kembali sebagian diriku di tengah cobaan yang tampaknya mustahil untuk dilalui. Sebuah kisah tentang perjuangan hidup, mencari keadilan di dunia yang sering kali buta, dan tentang bagaimana aku, seorang wanita tangguh, menemukan kekuatan di tengah badai yang menghancurkan.
Upt0y0u · 11.2K Views

Chandraklana : Pengembara Bulan Sabit

Sinopsis: Chandraklana - Pengembara Bulan Sabit Di dunia mistis Chandraklana, Batin Pangikrar—lingkaran sakral yang dahulu menjadi alat menciptakan pusaka penuh berkah—telah ternoda oleh keserakahan manusia. Kegelapan merasuk ke dalam lingkaran itu, membawa bencana dan kemunculan makhluk-makhluk gaib yang mengancam keseimbangan dunia. Ramalan kuno memperingatkan tentang Malapetaka Penutup, sebuah ancaman yang akan memusnahkan manusia jika Batin Pangikrar tidak dimurnikan kembali. Untuk menjaga stabilitas dunia, Aliansi, badan pengatur tertinggi, menetapkan hukum keras: hukuman mati bagi siapa pun yang mencoba menggunakan Batin Pangikrar atau pusaka. Setiap tujuh tahun sekali, diadakan Sayembara Tujuh Tahunan, sebuah ajang sakral untuk menemukan Pengembara Bulan Sabit. Mereka adalah kesatria pilihan yang dilatih tanpa pusaka, didedikasikan untuk memecahkan teka-teki relief kuno dan mencari cara memulihkan Batin Pangikrar. Namun, selama seribu tahun, tidak ada satu pun Pengembara Bulan Sabit yang berhasil memenuhi ramalan. Solor Jayusman, salah satu mantan Pengembara, merasa gagal menjalankan tugasnya. Ketika harapan mulai memudar, ancaman gelap dari Batin Pangikrar semakin nyata. Bersama rekan-rekan lamanya dan calon pemenang baru, Solor harus menghadapi masa lalunya dan memutuskan apakah dia akan kembali berjuang, meski kemungkinan berhasil tampak mustahil. Dengan elemen budaya Jawa yang kental, kisah ini adalah tentang pengorbanan, tanggung jawab, dan perjuangan melawan kegelapan yang tidak hanya ada di luar, tetapi juga di dalam diri setiap manusia. "Chandraklana: Pengembara Bulan Sabit" mengajak Anda menyelami petualangan epik penuh misteri dan kemegahan yang melampaui batas waktu.
Ributby · 28.8K Views
Related Topics
More