Bagai Ombak dan Pasir: A Bisexual Love Story (Straight & GL)
Pixie Vennisa tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan terjebak dalam pusaran cinta dan kebohongan. Lulusan Sastra Inggris UI ini menjalani hari-harinya dengan mencintai seni, menyusun impian memiliki restoran sendiri, dan berjuang menghadapi penyakit yang melekat padanya. Namun, semua berubah saat ia kembali ke RSCM untuk kontrol rutinnya—bukan hanya karena kesehatannya, tetapi karena seorang dokter yang tak seharusnya ia cintai.
Ridwan Ibrahim Zahri Al Fathir adalah calon dokter spesialis yang terikat dalam perjodohan yang tidak diinginkannya. Ia seharusnya menjaga batasan, tetap dalam jalur yang ditentukan keluarganya. Namun, kehadiran Pixie mengguncang prinsipnya. Hubungan mereka berkembang dalam bayang-bayang, penuh gairah dan rahasia di sudut-sudut rumah sakit yang tak terjamah.
Di sisi lain, ada Elizabeth Calista Pauline Wijaya alias Calista—ilustrator berbakat yang lebih nyaman mencintai wanita. Sejak awal, ia tahu Pixie adalah bahaya yang akan mengoyak dunianya, tetapi tatapan itu, sentuhan itu, membuatnya tak bisa berpaling. Hubungan mereka mekar di antara kanvas dan sketsa, di antara ciuman yang dicuri di sudut TIM yang sepi.
Tiga hati, dua dunia, satu kebohongan besar yang semakin sulit disembunyikan. Hingga suatu hari, rahasia itu pecah dalam satu insiden yang mengubah segalanya.
Mereka bertiga pergi ke Bali untuk mencari jawaban—tentang perasaan, tentang keinginan, dan tentang batasan yang tak bisa mereka langgar. Namun, kehidupan tak pernah memberi jalan mudah. Pada akhirnya, mereka harus memilih: bertahan dalam kebahagiaan semu atau melepaskan sebelum semuanya hancur lebih dalam.
Dalam gelombang cinta yang liar dan pasir kenyataan yang selalu berubah, bisakah mereka menemukan jalan pulang?