Download Chereads APP
Chereads App StoreGoogle Play
Chereads

Komik Detektif Konan

SHADOW JUDGMENT

Sinopsis: Kota Blackridge adalah neraka bagi yang lemah. Kejahatan merajalela. Para politisi korup. Polisi hanya boneka para mafia. Hukum? Itu cuma lelucon. Tapi ada satu nama yang membuat para penjahat ketakutan. "DANTE REAPER"—DETIK TERAKHIR BAGI PENJAHAT Dia bukan detektif biasa. Dia adalah pemburu, hakim, dan algojo dalam satu tubuh. Jika dia mengejarmu, tidak ada penjara yang menunggumu—hanya kuburan. Dante memiliki kemampuan supernatural untuk melihat dosa seseorang hanya dengan menatap matanya. Ia bisa merasakan setiap kejahatan yang mereka lakukan, setiap nyawa yang mereka renggut, setiap kebohongan yang mereka sembunyikan. Dan jika mereka bersalah… Mereka akan mati. Setiap malam, dia keluar memburu para predator yang mengira mereka tak tersentuh: Bos mafia yang mengendalikan kota. Polisi korup yang menjual hukum kepada yang membayar lebih tinggi. Psikopat yang menganggap nyawa manusia sebagai hiburan. Politisi yang menjual rakyat demi kekuasaan. Namun, pembunuhan demi pembunuhan mulai menarik perhatian seseorang yang lebih berbahaya. "SPECTER"—pembunuh bayaran terbaik di dunia. Seseorang telah membayarnya untuk memburu Dante dan menghentikan misinya. Tapi Specter bukan pembunuh biasa. Ia adalah hantu yang tidak pernah gagal dalam pekerjaannya. Sekarang, Dante tidak hanya harus menghabisi para penjahat, tetapi juga bertahan dari pemburu yang lebih berbahaya dari semua musuh yang pernah ia hadapi. Siapa yang akan bertahan sampai akhir? Dan apakah keadilan yang ditegakkan dengan darah benar-benar bisa disebut keadilan? ---
AL_GAMING_1485 · 949 Views

Insights of the Medical Examiner

Setelah beberapa tahun, Shen Junci memanjat gunung darah dan mayat dan akhirnya bisa bertemu dengan orang yang ia rindukan. Pemeriksa Medis Shen Junci, setibanya di Biro Kota Penang, menjadi anggota Divisi Kriminal Khusus yang baru dibentuk. Meskipun penampilannya tampan dan angkuh, Shen Junci adalah pemeriksa medis terbaik dengan sikap yang terampil dan penuh kasih sayang, ia menyembunyikan teknik yang luar biasa. Kapten Divisi Kriminal Khusus, Gu Yanchen, ditarik dari Departemen Logistik oleh direktur saat ini, Ding, dan memiliki keahlian menembak yang luar biasa serta kemampuan detektif yang solid. Saat pertama kali melihat Shen Junci, Gu Yanchen merasakan keakraban, yang berulang kali dibantah Shen Junci. Saat mereka menjadi rekan kerja dan kemudian tetangga, hubungan mereka berkembang menjadi kemitraan terbaik. Selama proses memecahkan kasus bersama, Gu Yanchen secara bertahap mengungkap rahasia yang disembunyikan oleh Shen Junci. Seluruh kota Penang bergejolak, secara bertahap membentuk badai. Di bawah debu waktu terletak cahaya abadi yang ditempa oleh darah dan kehidupan. “Jika kau ingin melawan kegelapan, aku bersedia menjadi senjata paling akurat di tanganmu.” – – – – – Penjelasan judul: Ada dua judul berbeda untuk novel ini. Judul web, “Fatally Destined Medical Examiner,” (绝命法医) dan judul cetak, “Interpretations,” (解语). Kami memutuskan untuk menggabungkan kedua judul ini menjadi satu untuk menyebutnya “Insights of the Medical Examiner.”
Elhafasya · 48.8K Views

The Shrine Of The Thousand Gold Statues.

"Demon priest" they'd jeer at him with contempt and barely hidden jealousy, jealous of the attention Yin Konan,the goddess of mercy would give him. "Just a demon" they'd say, as if trying to convince themselve he was less than what he was, and yet, he was happy. Serving the goddess of Mercy as a priest. Helping the few demons he came across. He was one himself after all. Despite every other priest hating his very existence, despite the looks the comoners gave him when he asked for alms, despite the amount of beating he'd have to recieve to beg for the life of a child that had recently been demonified. He was happy... but then everything changed when he was dropped down. When he fell from the surface and down this hell hole... He was at fault... He was responsible... *No he was not* The Heavens were the ones who created him. Everyone that looked down on him was responsible As he climbed the stairs to the outside world he was no longer the kind priest of the Goddess of mercy... The gods had made this monster, and the people had made it easier for them and it was time for them to atone. Karma was a bitch after all. He would make everyone pay and his priority was the Shrine that was nothing more than an ego boost to the gods. The shining example to the gods vanity and pride...What would happen if a demon were to take control of it..? "Hehe...hahahaha..." he chuckled to himself as he thought up a plan. Killing the gods was too merciful. No no no...he wouldn't kill them unless necessary... Everything they held dear he would destroy and at the top of his priority stood that damned shrine. Yes...Taking down The shrine of the thousand gold statues...the monument to the god's pride. What a wonderful start to a wonderful mission it would be...but first...he had to prepare...
SFK_15 · 6.7K Views
Related Topics
More