Lyrien selalu mencintai putri Sofia dengan sepenuh hati. Namun, suatu hari, ia menemukan Sofia berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Lord Thomas. Hatinya hancur, Lyrien merasa dikhianati oleh orang-orang yang ia percaya.
Lyrien tidak dapat menahan sakit hatinya lagi. Ia meninggalkan istana dan kerajaan, meninggalkan semua yang pernah ia kenal. Ia berjalan tanpa tujuan, mencari arti hidup yang baru.
Suatu hari, Lyrien menemukan sebuah buku tua yang berisi ilmu sihir hitam. Ia mempelajari buku tersebut dengan tekun, dan lambat laun, ia menjadi seorang penyihir yang hebat nan tak terkalahkan. Namun, kekuatannya datang dengan harga yang mahal: ia kehilangan identitasnya sebagai pangeran dan menjadi bayangan dari dirinya sendiri.
Lyrien, sekarang dikenal sebagai Penyihir Bayangan, menjadi legenda di kalangan rakyat. Mereka takut dan membencinya karena kekuatannya yang tak terkalahkan. Namun, Lyrien tidak peduli. Ia hanya ingin melupakan masa lalunya dan hidup dalam kesepian.
Suatu hari, Lyrien bertemu kembali dengan Sofia dan Lord Thomas. Mereka tidak mengenali Lyrien, yang sekarang memiliki penampilan yang berbeda. Lyrien memutuskan untuk tidak mengungkapkan identitasnya dan membiarkan mereka hidup dalam ketakutan akan kekuatannya.
Lyrien, Penyihir Bayangan, hidup dalam kesepian, terus mempelajari ilmu sihir hitam dan meningkatkan kekuatannya. Ia menjadi legenda yang ditakuti dan dibenci oleh banyak orang. Namun, di dalam hatinya, Lyrien masih menyimpan luka hati yang tidak pernah sembuh.