Chereads / Pantheon System: War Of The Chosen / Chapter 2 - Bayangan di malam hari

Chapter 2 - Bayangan di malam hari

[Malam telah larut ketika Arata dan Hiroshi akhirnya tiba di rumah Arata. Rumah kecil di pinggir kota itu tampak sunyi, hanya suara rintik hujan yang tersisa setelah badai besar tadi. Cahaya lampu jalan yang redup menciptakan bayangan panjang di dinding-dinding rumah yang sudah usang.]

(Hiroshi menutup pintu pelan)

"Kau yakin nggak apa-apa pulang ke sini, Ryu?"

(Arata mengangguk, meletakkan tas basahnya di lantai)

"Iya... Nggak ada tempat lain juga. Lagipula, aku nggak bisa terus lari. Cepat atau lambat, aku harus hadapi ini semua."

(Hiroshi menatap ruang tamu yang berantakan)

"Rumahmu... Apa ini efek badai tadi?"

(Arata menghela napas)

"Bukan cuma badai. Ini... sudah lama begini. Sejak kecelakaan itu."

[Arata melangkah pelan, mengambil foto keluarga yang jatuh di lantai. Bingkainya retak, namun senyuman orang tuanya dalam foto itu masih terlihat hangat.]

(Arata)

"Ibu... Ayah... Maafkan aku belum bisa membuat kalian bangga."

(Hiroshi mendekat, menepuk bahu Arata)

"Kau masih hidup, Ryu. Itu sudah lebih dari cukup. Kita akan cari tahu tentang kekuatan ini bersama-sama."

[Mereka duduk di ruang tengah. Lantai kayu yang dingin membuat Hiroshi sedikit menggigil, namun ia tak mengeluh. Arata menyalakan lilin karena listrik padam sejak badai menerjang.]

(Hiroshi menggosok tangannya untuk menghangatkan diri)

"Jadi... tentang sistem ini. Kau yakin kita bukan cuma berhalusinasi?"

(Arata menggeleng)

"Kalau ini halusinasi, maka kita berdua mengalami hal yang sama. Itu terlalu nyata... Terlalu kuat."

"Ting!"

(Sistem Susanoo:

"Kekuatan Susanoo aktif. Pengguna dapat memanggil badai dan memanipulasi air pada level dasar. Misi baru tersedia.")

(Hiroshi, matanya menyipit)

"Itu lagi... suara sistem."

"Ting!"

(Sistem Tsukoyomi:

"Kekuatan Tsukoyomi aktif. Pengguna dapat mengendalikan kegelapan dan menciptakan ilusi. Misi baru tersedia.")

(Arata tertegun)

"Misi baru? Apa maksudnya?"

"Ting!"

(Sistem Susanoo:

"Misi: Ciptakan hujan di dalam ruangan. Hadiah: Peningkatan kontrol badai.")

(Hiroshi menatap Arata tak percaya)

"Serius? Hujan di dalam rumah? Kau harus coba!"

(Arata menarik napas dalam, memejamkan mata)

"Oke... Aku akan coba."

[Arata merasakan energi dingin mengalir di tubuhnya. Seperti pusaran air yang tak terlihat, kekuatan itu bergerak dari dadanya ke ujung jarinya. Ia mengangkat tangannya perlahan, membayangkan awan hujan di dalam rumahnya sendiri.]

(Ssshh..)

[Perlahan, uap air di udara berkumpul. Titik-titik air muncul di langit-langit. Hiroshi membuka mulutnya, tertawa pelan saat merasakan tetesan air jatuh ke wajahnya.]

(Hiroshi tertawa kecil)

"Ini gila! Kau benar-benar bisa melakukannya!"

"Ting!"

(Sistem Susanoo:

"Misi selesai. Kontrol badai meningkat. Pengguna kini dapat menciptakan angin skala kecil.")

(Arata tersenyum tipis, merasa energi baru mengalir dalam tubuhnya)

"Aku... bisa merasakannya. Seperti angin yang berputar di sekitarku."

(Hiroshi memandang tangan sendiri, tiba-tiba merasa antusias)

"Kalau begitu, bagaimana kalau aku juga coba?"

"Ting!"

(Sistem Tsukoyomi:

"Misi: Ciptakan ilusi di dalam rumah. Hadiah: Peningkatan kontrol malam.")

(Hiroshi menarik napas dalam, matanya mulai berkilat ungu)

"Oke, ilusi... Apa yang harus kubuat? Mungkin... seekor burung?"

(Shuush..)

[Bayangan di sudut ruangan mulai bergerak, berkumpul membentuk siluet kecil. Bayangan itu naik, berubah menjadi seekor burung gagak kecil yang terbang pelan di sekitar mereka.]

(Arata, matanya membesar)

"Kau berhasil! Itu... nyata?"

(Hiroshi)

"Aku nggak tahu... Coba sentuh."

[Arata mengulurkan tangan, namun burung bayangan itu memudar menjadi asap hitam sebelum disentuh, kembali menjadi bayangan di lantai.]

"Ting!"

(Sistem Tsukoyomi:

"Misi selesai. Pengguna kini dapat memperpanjang durasi ilusi sederhana.")

(Arata menyaut)

"Jadi, kita punya kekuatan dewa... Tapi kenapa kita? Apa tujuan dari semua ini?"

(Hiroshi membuka suara)

"Mungkin... kita bukan satu-satunya. Kalau ada sistem Susanoo dan Tsukoyomi, mungkin ada sistem lain di luar sana. Bayangkan... kalau ada sistem Zeus, Hades, atau mungkin Ra dari mitologi Mesir."

(Arata terdiam sejenak, lalu mengangguk)

"Kita harus cari tahu lebih banyak. Tentang sistem ini, tentang siapa yang memberikannya, dan... apa konsekuensinya."

(Hiroshi menguap, kelelahan)

"Aku setuju... Tapi mungkin besok saja, ya? Aku benar-benar butuh tidur."

[Mereka akhirnya berbaring, Arata di sofa dan Hiroshi di lantai dengan selimut tipis. Rumah itu kembali sunyi, hanya suara rintik hujan di luar jendela.]

[Namun, saat mereka hampir tertidur, notifikasi baru muncul di pandangan mereka.]

"Ting!!"

(Sistem (Bersamaan):

"Peringatan: Entitas asing terdeteksi. Bersiaplah untuk menghadapi ancaman pertama Anda.")

(Hiroshi langsung terbangun, menoleh ke jendela)

"Entitas asing? Apa maksudnya?"

(Arata mengintip dari balik tirai)

"Tunggu... Ada sesuatu di luar."

(Di luar rumah, bayangan hitam melayang pelan. Sosoknya kabur, seolah-olah terbentuk dari asap. Matanya merah menyala, memandang langsung ke arah mereka.)

(suara bergetar, Hiroshi berkata)

"Apa... Itu... monster?"

"Ting!"

(Sistem Susanoo:

"Misi baru: Kalahkan entitas asing. Hadiah: Peningkatan kekuatan badai.")

"Ting!"

(Sistem Tsukoyomi:

"Misi baru: Gunakan ilusi untuk mengalihkan perhatian musuh. Hadiah: Kendali bayangan tingkat lanjut.")

(Arata menggenggam tangan, air mulai berputar di sekitarnya)

"Tidak peduli apa itu, kita harus hadapi. Hiro/Hiroshi, bersiaplah!"

(Di tengah malam yang gelap, dua remaja dengan kekuatan dewa bersiap menghadapi makhluk asing. Badai dan kegelapan bersatu, membuka babak baru dalam takdir mereka.)

To Be Continued...