Bab 3 Pertemuan pertama
Pengawal yang terpancing, mendekati anak yang di lemparnya tadi.
Dan menendang anak itu..
Prraaakk..!!
Bunyi hentaman terdengar lagi..
Mujur sebelum terkena tendangan si anak sempat menjatuh kan diri..
Suara jeritan kedengaran..
Aduhhhh.. kaki ku kata pengawal itu..
Pohon yang sebesar tiang rumah itu berderit tumbang..
Si pengawal menjerit marah..
Mati kau teriaknya..
Tahan..!
Suara anak yang tertawa tadi.
Tiba tiba melompat dan mendarat enteng di samping sang pengawal..
Sianak yang terselamat dari tendangan menatap pada anak bangsawan seolah ingin memgucapkan terima kasih. Walau tiada suara yang kedengaran..
Pada tatapan pertama
Tiba tiba terdengar bunyi sambaran petir awan hitam sekonyong konyong melitupi cahaya matahari
Huh..
Para pengawal dan dayang bangsawan menlihat ke langit dan merasakan ke anehan yang berlaku..
Tak lama selepas itu terdengar suara wanita separuh baya.
Jee fat..!
Panggilnya ke anak yang melompat turun dari kereta tadi.
Ayo naik cepat mau hujan katanya lagi..
menoleh Tanpa bersuara Jee fat buru buru melompat naik ke atas keretanya.
Sipengawal yang masih meringis separuh rela pergi meninggal kan anak kecil yang meng ganggu perjalanan mereka tadi..
Di atas kereta..
Jee fat merasa ada sesuatu yang tak lumrah.
Siapakah anak tadi?
Mengapa ia merasakan ada sesuatu ikatan yang tak bisa dia pahami?
Begitu juga dengan anak kecil yg terduduk lesu di samping pohon tumbang.
Dia juga merasakan seperti ada suatu ikatan.
Sambil bangun berdiri dia melihat ke langit yang tiba tiba cerah kembali..
Bejalan santai akhirnya anak tadi sampai ke gubuk kediaman nya..
Kreekkk..!
Bunyi pintu di buka di dalam gubuk sepasang kakek nenek sedang santai mengunyah ubi naga rebus..
Si nini menoleh.. sambil tersenyum
Dari mana saja kau too ah.?
Suara lembutnya bertanya..
Too ah tersenyum sambil meperagakan gerakan bela diri..
Mengintip orang berlatih silat lagi pastinya, kata si nenek bersahaja..
Dari umur 1 tahun too ah senang sekali melihat seni bela diri, hingga sekarang tidak terhitung berapa banyak padepokan bela diri, yang telah diam diam dia tiru segala pergerakan..
Tapi sayang nya too ah bisu..
Anak anak seusianya senang sekali membulinya..
Dan too ah berfisik lemah.
Beberapa kali pasangan kakek nenek ini berusaha mengantarnya ke padepokan bela diri tapi semua padepokan menolak nya selepas 2 3 hari..
Too ah terlalu lemah kata mereka.
Mereka tidak mau murid yang lemah.
Itu hanya akan menjatuh kan kaualiti pedepokan mereka..
Makanya too ah, diam diam mengintip pergerakan silat dan mendengar arahan dan teknik teknik dari luar pagar..
Dan berlari menyelamatkan diri ketika ketahuan..
Seperti yang terjadi tadi..
Si nenek berkata.
Too ah yang sabar ya nak katanya. Sedikit terlihat raut sedih di riak mukanya..
Too ah hanya tersenyum sambil tangan nya menggapai ubi naga rebus di depan nya..
Kedua pasangan kakek nenek ini adalah pasangan yg menjumpai bayi kecil di hutan bambu duri tidak jauh dari sungai 10 tahun dulu..
Di suatu tempat. Di hutan es. Beberapa kumpulan sekte bela diri, memerhatikan fenomena aneh ini
Sudah 10 tahun ini mereka ke sini.
Merasakan kan aura aneh yang meliputi kawasan sebesar 10 lapangan bola..
Dan telah banyak memakan korban jiwa yang mencoba memasukinya..
Hhmmm..
seorang tetua sekte persilatan mengeleng geleng kan kepalanya..
Hingga sekarang misteri hutan es ini masih tidak ada yang mampu memahaminya katanya..
Berbalik ke pada pangeran jee fat. Yang telah sampai ke istana kerajaan kaki langka.
Berduyun duyun pengawal dan dayang dayang menghampirinya..
tuan jee fat..!
Maharaja hang bee jat
Telah menunggu tuan di aula katanya.
Sosok tegap dan memancarkan energi luar biasa..
Tunduk homat tak berani menunjukan mukanya..
Jee fat bergegas pergi tanpa berkata kata..
Di aula kerajaan, jee fat yang baru berusia 10 tahun datang menghadap ayahnya, yang juga di kenali dengan julukan raja taring 9.
bagaimana pemerhatian mu tentang hutan es itu tanya ayahnya..
Jee fat berkata.
Ayahanda..
Ananda berhasil memasuki sekitar 50 langkah kedalam.
Tapi ananda tidak bisa lebih kedalam lagi..
Suhu dingin dan cahaya menyilaukan dari kejauhan terus menekanya mundur.
Kata jee fat lagi..
50 langkah? Seru sang raja..
Ini ada lah kemajuan katanya..
Sang raja juga pernah mencoba.
Tapi harus menyerah saat mendekati bagian tengah.. dingin nya bisa melelehkan armor di raja ungkapnya lagi..
Beberapa orang kuat di raja mengalami nasib malang di sana.
Membeku serta merta..
Malam telah menjelma..
Pasangan kakek nenek sudah tertidur pulas..
Sedang too ah yg merasakan kepanasan melangkah ke dapur mencari air.. tenggorokan nya kering..
Setelah meneguk air ia berencana balik ke pembaringan nya..
Tapi dia melihat sinaran keemasan di belakang dapur rumahnya itu..
Dengan rasa ke anehan dia mencari sumbernya.
Tepat di belakang gubuk dia melihat cahaya itu berasal dari dalam tanah.
Hmmm.. bukan kah di situ tempat ari ari nya di tanam si kake dulu?
Apakah yang memancarkan sinar itu?
???
???
???