****Kembali ke beberapa hari sebelumnya****
--(yo phone linging... yo phone linging... big boy try to pick yo phone.....)--
(mengangkat telepon genggam dengan cepat)
"Selamat pagi, halo dengan siapa?" tanya ???.
"Pagi, saya wali kelas Mirla, apakah benar dengan bapak Mirla?" balas wali kelas.
"Owhh iya benar dengan bapaknya Mirla, ada apa pak?" jawab bapak Mirla.
"Anak bapak pagi ini tidak menghadiri kelas dan sampai sekarang tidak mendapati pemberitahuan apakah anak bapak tidak dapat hadir atau sebab lainnya" ucap wali kelas.
"Lah tadi pagi sudah saya antar ke sekolah pak!" jawab bapak Mirla.
"Dari laporan teman sekelasnya Mirla hanya menempatkan tasnya dibangku setelah itu tidak ada lagi yang tau ke mana Mirla" balas wali kelas.
"Baik pak saya segera ke sana untuk memastikan" balas bapak Mirla.
Perbincangan siang hari yang sudah panas menambah derajat panas di ruang kerjanya, sosok ayah yang panik segera bergegas bersama dengan beberapa rekan kerjanya, tidak ada yang melihat Mirla pergi ke mana, namun kejanggalan ini tidak dapat diabaikan.
Tiba rombongan dua mobil mengunjungi sekolah, tidak basa-basi rombongan ini pergi ke ruang guru yang bukan di aplikasi tentunya, baru saja kaki sebelah kiri memasuki ruang guru bapak Mirla mendapati:
--(yo phone linging... yo phone)--
Kali ini(pilihan ada ditanganku) telepon bernama Mirla.
"Pa... jemput aku di mall manggis ya....." ucap Mirla.
"Anak daj**l bukannya belajar malah boloss! Jawab Ayah Mirla.
Dua rombongan berpisah yang satu menunggu dan satu lagi menjemput Mirla.
***Selang beberapa menit (35)***
Mirla berdiri sendirian di depan tempat masuk mall sambil menggandeng tas belanjaan, buruknya lagi masih mengenakan seragam sekolah abu-abu sehingga tatapan tajam tertuju padanya.
"Neng sni abang anterin pulang mumpung lagi nganggur nich" ucap flirting boy.
"Hah??...huft" balas Mirla.
Tuk tuk tukk.....
"woyy lu napa bang, naksir putri gw" balas Ayah Mirla.
"kgk pak cabuttttttttt" balas flirting boy.
Ctakkk (suara jitakan kepala), mirla yang kesal langsung menaiki mobil dan memberikan belanjaan ke ayahnya, suasana hening di dalam mobil tidak terelakan. Tiga orang tidak ada yang memulai pembicaraan, sesampainya ayah energik ini memulai interogasi.
"Nak.. belanja bareng pacar y.?....., blum dikenalin lho ke papa" tanya Ayah Mirla.
"y" jawab Mirla.
Bukannya mencairkan suasana, namun hening panjang yang menemani perjalanan, Mirla terlihat tambah ngambek dari sebelumnya, andai saja hari itu tidak terjadi. Mungkin saja Mirla lebih ceria sekarang.....
****Beberapa tahun sebelumnya (1)****
Hai.., perkenalkan aku Mirla, tahun pertama sekolah menengah atas (SMA), diriku cukup pendiam. Sebelumnya pun tidak banyak kata yang ku utarakan pada teman-teman ku baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) sehingga ku di cap sebagai si bunga pendiam. Namun, hal tersebut sirna setelah ku bertemu teman sekaligus sahabat di tahun kedua SMA. Siska namanya, dia orang yang baik dan sering mengajakku berbicara dan dia juga mengenaliku seseorang yang menjadi pacarku saat ini.
Hari-hari berlalu sangat bahagia bagiku kesedihan di masa lalu sepertinya tidak memberati hati dan punggung kecil ini, walau ayahku cukup sibuk dengan pekerjaannya. Aku masih mencintai ayahku, dulu kami sering menghabiskan waktu mengunjungi akuarium dan kebun binatang. Aku merindukan masa-masa itu.
Bila saja waktu bisa diulang, Apakah kamu mau mengulangnya? Apakah mengulangi dengan kehidupan baru atau mau memperbaiki yang sudah ada, hmmmm pilihan ini tidak sesulit itu bukan, wahai para readers??
--bagi pendapatmu pada komen jangan lupa like dan ikuti terus kelanjutan Milost.....
*Note Introduction (Intruksi) v1.0:
--( ...kata-kata..)-- = Kondisi lingkungan cerita.
****kata-kata**** = Transformasi timeline cerita.
(angka) = Menandakan jumlah baik pada timeline, kondisi maupun lainnya.
"kata-kata" ucap ujang = Mode percakapan.