Amanda berjalan dengan santai di koridor sekolah, menikmati suasana pagi yang cerah. Ia baru saja memulai hari pertamanya di kelas 11 SMA Harapan. Amanda merasa sedikit gugup, tapi juga bersemangat untuk memulai tahun ajaran baru.
Saat berjalan, Amanda tidak sengaja menabrak seseorang. Ia langsung meminta maaf dan menunduk untuk memungut buku yang jatuh.
"Maaf, aku tidak sengaja," kata Amanda dengan cepat.
Amanda menoleh ke atas dan melihat seorang laki-laki tampan dengan mata biru yang tajam. Ia memiliki rambut hitam yang rapi dan senyum yang menarik.
"Tidak apa-apa," jawab laki-laki itu dengan senyum. "Aku juga tidak sengaja berdiri di tengah jalan."
Amanda merasa sedikit malu, tapi juga penasaran dengan laki-laki itu. Ia tidak pernah melihatnya sebelumnya di sekolah.
"Namaku Amanda," kata Amanda dengan sedikit ragu.
"Aku Rafa," jawab laki-laki itu dengan mengulurkan tangan.
Amanda merasa sedikit kaget saat Rafa menggenggam tangannya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh, tapi juga menyenangkan.
"Senang bertemu denganmu, Amanda," kata Rafa dengan senyum.
Amanda hanya bisa mengangguk dan tersenyum, merasa sedikit bingung dengan perasaannya.
Rafa melepaskan genggaman tangannya dan memungut buku yang jatuh. Ia menyerahkan buku tersebut kepada Amanda dengan senyum.
"Semoga hari pertamamu di kelas 11 berjalan lancar," kata Rafa.
Amanda tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ia merasa sedikit lebih nyaman setelah bertemu dengan Rafa.
Saat Amanda melanjutkan perjalanannya, ia tidak bisa tidak memikirkan Rafa. Ia merasa penasaran dengan laki-laki itu dan ingin tahu lebih banyak tentangnya.
Amanda tidak tahu bahwa pertemuan itu hanya awal dari sebuah kisah cinta yang akan mengubah hidupnya selamanya.