Pemuda itu mengangguk sebagai respons kepada agen muda, yang hendak memuat semua barang seludupan ke kendaraan, ketika tiba-tiba tembakan terdengar.
Bisikan itu terdengar jelas, tidak bisa disangkal.
Agen muda itu berguling di tanah, berhasil menghindari tembakan, dan mengeluarkan senjata sampingannya, "Kamu mencari masalah!"
Dari bayang-bayang, sebuah skuad mendekat.
Dan ketika lampu menyala, mengungkap kedua pihak, kedua belah pihak sekaligus memikirkan umpatan.
Di sisi T18, pemuda berambut pirang itu menarik napas dalam-dalam, "Mengapa selalu kalian?"
Petugas itu membantah, "...Bukankah seharusnya saya yang mengatakan itu?!"
Walau mereka sudah bersiap bertemu T18, mengikutinya adalah bagian dari misi mereka.
Tapi siapa yang bisa menduga bertemu dengan kelompok yang sama setiap kali?
"Jadi, mengikuti kami lagi?" pemuda berambut pirang itu mencibir, "Apakah Zero tidak bisa melakukan penyelidikan sendiri?"