Robert tersenyum dan menyapa Celis, sambil memanggil para mayat-mayat hidup.
"Udah besar ya sekarang?"
Celis melepas sarung dari pedang.
"Bacot."
Menerjang maju kedepan, memotong mereka sekecil-kecilnya. Efek dari terkena nya Aura Celis membuat mereka tidak bisa diandalkan, ketika dari diantara mereka yang terkena Aura Celis saja langsung mengalami ketakutan yang intens bahkan lebih dari ketakutan kematian.
Tercincang-cincang bagaikan butiran nasi, Celis ingin memotong Robert tapi selalu saja tertutupi Mayat hidup.
"Minggir tolol!"
Kaki kiri Celis ditangkap oleh salahsatu mereka, Celis memotong bahkan sekecil-kecilnya. Tidak ada gunanya menghalangi jalan Celis, Mereka terus terusan terpotong, mengayunkan pedangnya tanpa henti. Robert melihatnya kagum.
"Pedang yang indah"
Celis menginjak mereka kemudian jatuh ketanah, memakainya sebagai pijakan lompat tinggi ke atas. Seperti trenggiling yang sedang berputar kencang, melesat mengincar kebelakang yaitu Robert.
Saat-saat melesat cepat suara seperti tabrakan antara besi yang terhantam besi lain.
*Tink
Pedang Celis terpantul oleh sesuatu, kuku panjang juga tajam, berpakaian putih tertutup, rambut panjang dan berantakan, wanita dengan wajah cantik namun menyeramkan yang melindungi Robert Pattinson.
Celis melayang di udara dengan keadaan tangan terbuka tidak siap untuk bertahan maupun menyerang.
Wanita itu menjerit berteriak menyeramkan.
"KHAAAAAAHKKKKKK!!!!"
Gelombang suara tinggi yang dihasilkannya membuat Celis terpental jauh terguling ditanah. Dia bangun lalu sadar siapa yang melindungi Robert.
Itu adalah Kuntilanak. makhluk mistis yang dipercaya sebagai arwah wanita yang meninggal saat melahirkan.
Celis geram dengan melihatnya, menerjangnya lagi, kuntilanak itu juga sama menerjangnya.
Mereka terus terusan bertukar serangan satu sama lain tapi sedikit berbeda dengan Celis yang terlibat sangat tidak ingin terkena serangannya.
Serangan dan kecepatan Kuntilanak itu hampir menyamai kecepatan Celis namun Celis semakin meningkat kecepatannya menjadikan Kuntilanak diposisi tidak beruntung, memutuskan untuk menggunakan Teriak suara gelombang.
Celis sengaja melemaskan badannya, membuatnya terpental ke udara. Strategi tepat untuk mencari jarak, dia berbicara dalam pikirannya.
"Darimana dia bisa mendatangkan kuntilanak? kalau terkena sedikit sentuhan darinya, aku bisa kalah."
Kuntilanak menangis menjerit sekeras-kerasnya, tangisannya membuat orang pada umumnya mendengar ketakutan. Tapi itu tidak akan berpengaruh terhadap Celis yang mempunyai ambisi penuh dendam dimatanya.
Dia menyerang Celis lagi kini dia lebih cepat dari sebelumnya bahkan dia bisa menyamai kecepatan Celis.
Air sungai Mahakam yang tenang, seperti tetesan air tak terhingga yang melayang di udara dari sana. Melesat cepat, Celis yang mulai kesusahan menangkis serangan Kuntilanak.
Meski berhasil menghindari serangan dadakan Kuntilanak, Celis terkena salah satu dari tetes air tersebut yang melukai pipinya, Celis melihat ke samping banyak sekali air yang melesat cepat mengincarnya. Menekan pijakannnya membuatnya meloncat-loncat kebelakang, menghindarinya namun masih saja kena, terluka diberbagai bagian.
Celis menoleh kiri kanan dengan cepat mendapatkan ide, berbunyi di balik pohon satu persatu. Pohon yang tebal saja, Air itu bisa membuat kerusakan pada batang pohonnya dan jadi bolong-bolong karena menerimanya.
Celis tak menyangka.
"Dia bisa melakukannya?"
Angin tiba-tiba berhembus kencang dari arah selatan. Daun daun dari pohon berterbangan, menghalangi pandangan Celis, angin menjadi tenang seketika kuntilanak muncul dari belakang yang ingin memeluk Celis, namun ciri-ciri kuntilanak punya bau busuk juga menyengit jadinya Celis sadar hal itu, menjatuhkan tubuh dengan mengambil jarak jauh tumpuan kaki kanan ke depan sambil memutar badan kebelakang mengayun pedang.
Celis berhasil mengenainya namun Hanya memotong bajunya, di dalamnya terlihat banyak sekali belatung yang berkumpul disana membuat Celis menjadi jijik.
Celis dengan cepat menjauhinya, Celis menjadi Kegelian melihatnya tadi juga jijik.
Kuntilanak mengambil dan menggenggam belatung dari perut lalu melemparkannya kedepan Celis berada, melihatnya ratusan belatung yang datang menghampiri Celis jadi Kegelian,Jijik,Jorok, dan bahkan dibuat panik, tanpa berpikir panjang Celis memotongnya sekecil-kecilnya bahkan lebih kecil dari butiran pasir.
Celis berteriak.
"Woi!! jangan main-main napa rambut kusut. Jijik tau."
Kuntilanak itu tersenyum lebar mengerikan, dan bahkan sekarang dia mengambil belatungnya dengan kedua tangannya. Celis bahkan mengeluarkan ekspresi aneh jijik melihatnya.
Kuntilanak itu dan Celis berkejar-kejaran melempar belatung. Celis panik sekali hanya berlari lari menghindari Belatung. Celis berteriak ketakutan.
"SUDAHHHH!!! JANGAN DILEMPAR BODOH!!! RAMBUT KUSUT!!! BAUUU!!! JOROK!!!"
Mereka lari menjauh dari Robert Pattinson.
"Dia sudah jauh ya?"
Robert mendekati Patung besar Lembuswana, membuka telapak tangan muncul mantra bulat.
"48 menit lagi, kebangkitan Lembuswana akan menghancurkan Kutai Kartanegara. coba aja anak itu ga datang, seharusnya pekerjaanku cepat selesai dari tadi."
Celis masih dipermainkan oleh kuntilanak, tidak hanya di lempari Belatung, Kuntilanak memanipulasi alam sekitar, yang menciptakan angin kencang dan Air sungai menjadi liar, ombak terus menghantam Pulau Kumala.
"Apaan dah, di kira lagi naik kapal?"
Kemudian ombak besar menutupi langit, Celis melihat keatas, Dalam pikiran kebingungan harus bagaimana.
"Aku harus gimana dah, kalau lari bisa sih tapi masih kena. Bisa jadi aku mati konyol disini."
Mengingat portal sebelum berangkat tadi Celis langsung memotong ruang menciptakan portal terbuka lebar lalu langsung pergi masuk kedalam.
Kuntilanak yang ketinggalan disana termakan Ombak, menghantam sebagian besar Pulau Kumala membuatnya bergetar hebat.
Celis muncul di depan Robert menggunakan Portal tadi.
"Robert Pattinson cukup main-mainnya. Kesabaranku sudah habis denganmu."
Robert melihatnya berdiri menghadap Celis. Tanpa sepatah katapun lagi, Robert mengeluarkan parang dari tangannya.
Celis dan Robert Menerjang satu sama lain, tertukar serangan diantara keduanya saling menerima kerusakan.
Ada satu kesempatan dimana Robert mendapatkan posisi unggul, mengayun parang dengan keras hingga Pedang Sumitsu Celis terlepas dari tangannya.
Terpental jauh tergeletak kebelakang Celis, Robert mengabaikan Celis dan lebih memilih untuk mengambil pedangnya, Celis menarik kuat kuat tangan Robert dengan kedua tangannya lalu menghempaskannya ke berbeda arah.
Parang Robert juga terhempas, Celis datang menghampiri memberi tinjuan ke mukanya membuat Robert mimisan. Robert tak terima membalas balik dengan meninju keras dahi Celis yang membuat Celis terpental jauh.
Meski begitu Celis masih bisa berdiri, Robert kembali ingin memukul namun sebelum itu terjadi, Celis menggenggam lengan Robert dan menendang Robert dengan keras tak hanya disini saja, tendangannya dilakukan dengan cara berputar sehingga satu mengenai wajah Robert, dalam sepersekian detik kaki satunya pun menendang leher Robert dengan sangat keras.
Setelah mengenainya, Robert jatuh terbaring ditanah. Celis mengabaikannya ingin mengambil pedang Sumitsu namun kaki kanan Celis ditahan oleh Robert menggunakan tangan kirinya.
Celis yang melihat dengan tatapan penuh ambisi untuk membunuhnya membuat mental Robert tergoyahkan. Celis menendang kepala Robert berkali-kali hingga muntah darah.
Namun tangan Robert masih mencengkram erat Kakinya Celis, Celis yang geram akan hal itu menginjak-injak sangat keras lengan Robert berkali-kali sampai ada momen Celis terakhir kalinya injakan itu menginjak lengan Robert hingga tulangnya patah.
Tangan Robert tidak bisa bergerak. Celis Berjalan mengambil pedang Sumitsu, tapi Robert berusaha bangkit hingga saat Celis menggenggam Pedang Sumitsu, Robert datang memukul keras wajah Celis.
Celis sedikit terpental meski tidak begitu jauh dari pedang, Robert memegang pedang Sumitsu tapi Celis datang dengan cepat, memutar tubuh 180° mengangkat kaki lalu melancarkan sekuat tenaga yang masih tersisa.
Tendangan belakang itu membuat Robert terpental, termuntah darah karena badannya menabrak pohon yang menghentikannya dari pentalan kencang.
Celis tiba-tiba datang menusuk perut Robert menggunakan Pedang Sumitsu.
"Berakhir sudah."