Di tengah malam menuju ke rumah nya,zuka yang sedang berjalan di samping jalan raya,yang di penuhi bandar sekitar nya dan zuka yang sedang termenung menundukkan kepala nya sambil berkata.
"Di mana salah ku... Aku tak berhakkah hidup bahagia.."
Katanya sambil menangis tersenda sedu,tak lama kemudian datang bola cahaya menuju ke arah nya dengan secepat kelajuan motor,namun begitu dia ingat bola cahaya tersebut ialah motor.
"Masih ada motor di tengah malam macam ni.?"
Katanya sambil berjalan perlahan melihat bola cahaya tersebut,tak lama kemudian bola cahaya tersebut makin lama makin laju menuju ke arah nya dan seketika itu,zuka pun menjadi panic bila bola cahaya tersebut laju menuju ke arah nya.
Bila saja bola cahaya tersebut dekat ke arah zuka, seketika pula area sekitar nya menjadi terang sampai kan zuka harus menutup mata nya.
"Terang!! Cahaya apa ni!!"
Dia teriak dalam keadaan takut saking takut nya,tubuh nya mengigil,cahaya yang yang terang kini perlahan hilang di sekitar nya,namun ada yang memanggilnya dari belakang.
"Pandang ke belakang mu."
Nada bicara nya seolah-olah dia telah berjumpa dengan zuka di masa lampau,bila saja zuka melihat ke belakang nya,dia melihat seseorang yang duduk di kursi dan minum secangkir kopi.
"Anda tentu penat sebab dunia dan kerja."
Zuka terkejut seketika tapi dia menjawab perkataan orang tadi dengan berkata.
"Heh?! Di mana ini?! Tempat apa ini?!"
Zuka yang sedang panic mencoba tenang kan diri nya,walaupun begitu dia mencoba juga menjawab pertanyaan orang tersebut dengan tenang.
"Yaa... aku penat dan maafkan aku kerana... belum perkenalkan diri,nama ku-"
"Aku tahu aku tahu,aku yang sepatutnya perkenalkan diri,nama ku 'zaika' dan aku penguass di sini"
Kata nya sambil mencicip kan kopi nya kembali,zuka yang di potong perkataan nya merasa pelik dan hairan seolah olah zaika orang yang lama ia jumpai.
Zaika mempunyai mata yang tajam,hidung yang mancung,muka yang menarik mata tinggi nya menawan hati,itulah apa yang di fikirkan zuka saat ini,tapi itu tidak membuat nya tertarik tapi merasa kan mual dan jijik.
"Menarik,kau telah tumbuh menjadi wanita dewasa yaa,dan umur mu sekarang ini adalah 20 tahun... orang biasa akan hairan mengapa kau tak tertarik pada orang hensem."
Perkataan zaika membuatkan zuka merasa kan sikit ketakutan dalam diri nya, namun dia dengan cepet menghilangkan nya dan kembali menjawab perkataan zaika.
"K-kau hanya sebenarnya s-siapa?!"
Zuka ragu dan takut perlahan melangkah mundur kan diri, namun bila saja kaki zaika menyentuh lantai tersebut tiba-tiba ruangan nya menjadi lebar dan luas yang di penuhi permata yang memanjang ke atas seolah olah seperti menara dan zuka yang takut tersebut hilang dalam sekejap.
"Perasaan apa ni..."
Zuka berkata-kata dalam keadaan hairan,tanpa tak sedar zaika dah ada di hujung jurang permata.
"Zuka,kemari lah"
Zaika menjentik kan jari nya,seketika zuka berada di sisi zaika dalam sekelip mata,yang dimana membuat kan zuka bertambah hairan.
"Kau...siapa sebenarnya...?"
Zuka bertanya dengan bersungguh sungguh,tapi zaika seketika itu diam sejenak seperti ia memikirkan sesuatu,lalu kemudian dia dengan serius berkata.
"Aku akan bertanya kepada mu,aku akan mengirim mu ke "dunia baru",dan katakan kekuatan apa yang kau inginkan untuk hidup di sana"
Zuka tahu dia dah meninggal dunia,tapi kini dia boleh hidup kembali ke "dunia baru",zuka inginkan adalah hidup yang tenang dan damai,dia tak inginkan peperangan yang menyebabkan jutaan kematian.
Zaika kemudian melihat ke arah zuka dengan senyuman ramah,seolah-olah zaika mengetahui apa yang dalam fikiran zuka.
"A-apa?"
Zuka berkata dengan pandangan marah walaupun dia sedang sikit malu.
"Tiada,hanya saja apa yang perlu ku lakukan kepada,dan teknik apa yang perlu ku beri kepada mu."
Zaika berkata,zaika menghembuskan nafas nya seketika itu pula datang berbagai jenis teknik di "jendela stasus" di depan zuka,yang mana zuka harus memilih agar dia dapat ke dunia baru nya.
"Aku perlu ke dunia baru dengan teknik ni? Kung fu,tekwando dan dll?!"
Zuka tercengang melihat semua ada di teknik nya,sampai kan zuka tak kuasa melihat semua nya,zaika pula senyum apabila melihat zuka yang sedang tercengang.
"Itu semua adalah hadiah dari ku, anggap saja begitu"
Zaika dengan tenang memberikan semua teknik,bahkan tak akan masuk akal jika manusia lainnya dapat kekuatan macam ni,itu lah apa yang di dalam fikiran zuka.
Seketika itu,zaika kembali menjentik kan jari nya yang membuat kan jurang tersebut mengeluarkan energy sebesar matahari.
Zuka yang melihat sepatutnya itu sangat ketakutan setengah mati,tapi semua semua tak ada guna nya bila dia di sisi zaika.
"Lompat lah"
Kata zaika sambil melihat ke bawah yang yang di mana itu adalah tempat energy matahari tersebut berada,zuka yang melihat ke arah energy matahari tak ada respon sama sekali.
"Tu...tuan zaika.."
Zuka berkata dengan pandangan sedikit ragu dan sedih,tapi zaika mengetahui apa yang dalam fikiran zuka.
"Aku tahu, pergi lah.. mereka sedang menunggu mu.. mereka sedang memanggil nama mu, mereka juga sedang merindukan mu"
Zuka yang mendengar perkataan tersebut,dia hairan lagi tapi zuka dia senyum sambil berkata kepada zaika.
"Baik!,aku akan pergi sekarang... selamat tinggal,aku harap kita bertemu lagi,tuan."
Zaika yang mendengar perkataan itu pula tersenyum.
"Tidak,kita akan sentiasa bertemu"
"Bagaimana?"
"Itu tergantung dari cara mu nak bertemu dengan ku,baiklah masa nya kau perlu pergi sekarang."
Zaika melangkah mundur yang mana membuatkan tempat tersebut menjadi bertukar bentuk dan tempat bahkan,portal yang menuju ke "dunia baru" tu juga sedang mengecil sikit demi sikit sesuai langkah mundur zaika.
Zuka yang melihat kejadian tersebut sangat panic saking panic dia hanya mampu berlari menuju energy matahari tersebut,yang mana saiz mengecil nya selaju kereta api.
Zuka hanya mampu lari dan terus berlari, kemudian dia baru ingat kalau dia punya berbagai-bagai jenis teknik yang ada.
"JENDELA STASUS!!!"
Jendela stasus tersebut,muncul di depan zuka sambil berlari,bila saja zuka nak tekan salah satu dari teknik nya,tiang permata yang memanjang ke langit itu,tiba-tiba roboh dan ke jatuh ke atas zuka.
Zuka bukan nya berhenti, tapi melompat memukul tiang yang besar dan lebar itu pecah dan bertebaran di mana-mana,zaika yang melihat itu membuatkan nya kagum akan zuka melihat masa depan nya.
Bila saja zuka tertekan teknik ia gunakan, kelajuan zuka tiba-tiba memecut laju sehingga kan dia mampu mendekat ke energy matahari yang sedang mengecil tersebut.
Bila saja zuka berhasil lompat ke arah energy matahari itu,saiz yang mengecil kan energy matahari itu tertutup rapat,zuka yang terbang menuju jatuh ke arah energy matahari,hanya mampu melihat dinding tertutup.
Bila saja zuka perlahan pejamkan mata nya,dia merasakan kosong dalam diri nya,tak lama lepas selepas tu,dia merasakan angin yang meniup dirinya,yang mana dia berhasil ke dunia baru.