Bagian 49
Dari Memaafkan
Karena yang lebih penting dari hidup adalah bagaimana caranya menahan sakit tentang bagaimana cara menerima semua kenyataan bahwa di setiap langkah manusia itu akan ada perang luka dan perang darah. Kita tidak berbicara siapapun namun semua manusia akan merasakan semua fase, Jika memang tidak merasakan maka akan ada waktu semua hal akan di rasakan bahkan kebahagiaan ketika kita kecil dan ketika kita besar itu sangat jauh berbeda. Akan banyak hal yang tergantikan bukan? Ketika kita menyukai sebuah sesuatu tak mungkin selama itu kan? Tapi kali ini berbeda walaupun sudah berjalan selama itu.
Yang telah datang lebih dulu ia bukan berarti akan menjadi pemenang, Bahkan yang telat telah datang ia belum tentu menjadi selamanya. Namun siapa kah yang akan menghabiskan waktumu selama seumur hidupmu, Tentu saja manusia yang mampu bertahan akan semua hal yang telah di gariskan sebagai kekuranganmu. Kekurangan mutlak yang tak dapat kamu ubah, Kekurangan yang hanya Tuhan berikan kepadamu, Istimewa namun seseorang yang menerimamu lebih istimewa. Terkadang Tuhan selalu mengisyaratkan sesuatu hal yang istimewa dalam bentuk sebuah kekurangan ia akan tumbuh mekar seperti bunga yang indah di dalam padang pasir, Jauh dari lubuk hatinya. Ia menerima semuanya.
Lalu bagaimana dengan luka yang tak ada satu pun yang ingin membasuh kita telah melihat berbagai hal yang istimewa namun sering kali kita tak pernah mendapatkan hal hal istimewa itu. Bahkan semua orang selalu ingin menjadi istimewa, Ntah untuk seseorang, Dirinya sendiri, Keluarga, Kerabat dan sebuah acara. Ketika kau melihat mentari yang hanya muncul di setiap pagi, Bahkan ia tak pernah indah di malam hari ia tetap menjadi istimewa dan hal yang paling di tunggu tunggu ketika pagi. Tak perlu ku katakan kau harus istimewa, Tanpa menyebut bahwa kamu mempunyai apa apa, Kamu tetap menjadi individu yang baik, Lubuk hatimu akan membuktikan semuanya, Bahwa memaafkan itu lebih baik dari apapun yang ada di dunia ini.