Tuhan menciptakanmu.
Tuhan menciptakanku.
Kemudian Ia berbisik,
'ditakdirkan untuk bersama.'
⭑✫⭑✫⭑
"Sudah lama sejak kita bertemu Ace. Senang akhirnya bisa bertemu kamu lagi."
Itu Belle, pemilik butik pernikahan dan teman lama ibunya
yang menyambut kami saat kami memasuki bangunan mewah itu. Dia datang padaku dengan senyuman manis di bibirnya dan menciumku di pipi.
"Anak-anak perempuanmu sungguh cantik. Mereka mirip kamu. Mereka indah." Katanya, pandangannya bergeser dari Faith yang ada di pelukan ayahnya dan ke Vien yang berdiri di sampingku dan memegang tanganku.
Aku membalas pujian itu dengan senyuman.
"Kamu terlihat hebat Belle." Itu Ace. Dia tersenyum lebar.
"Aku akan memberimu diskon besar." Belle berkata, membuat Ace tertawa terbahak-bahak. "Anyways Claire sudah memberi tahu saya sebelumnya bahwa kamu mencari gaun pengantin?" Dia bertanya, berbalik ke arahku.
"Ya, kami sedang mencari."
"Apakah kamu punya desain tertentu dalam pikiran?"