Mereka yang membully ku tiba tiba menarik mukenaku dan aku jatuh tersungkur di lantai dengan keadaan wajah tengkurap seperti sujud.
rambutku yang acak-acakan aku semakin menangis tak tahu harus berbuat apa.
kemudian setelah itu datanglah salah satu guru matematika Datang untuk sholat duha dan akhirnya beliau melerai pembullyan ini
tapi justru si pembully menuduhku yang membuat kekacauan ini.
hingga aku di bawa ke ruang BK dan di marahi oleh guru BK atas apa yang mereka lakukan namun di tuduhkan padaku.
aku hanya tertunduk dan sambil meminta maaf.
namun terus-terusan si pembully mengadu pada guru BK yang tidak tidak hingga aku di skors dan hampir di keluarkan.
lanjut part selanjutnya