Chereads / Laskar Dewa Series Sitija (Sang Yadawa Terakhir) / Chapter 59 - Liga Perwira dan Ksatria.

Chapter 59 - Liga Perwira dan Ksatria.

Bandara Soekarno Hatta terlihat sangat padat. Bhoma Melihat kearah jam tangannya sambil menoleh ke kiri dan ke kanan sambil membawa Tas Ransel dipundaknya diruang tunggu. Namun Dia dikejutkan Oleh Sosok yang menggandengnya. Seorang Wanita Cantik berkewarganegaraan Asing.Wanita berambut panjang berwarna Merah, bermata coklat dan bertubuh tinggi semampai.Wanita itu tersenyum Manis kearah Bhoma.sambil membawa koper pakaian beserta tas jinjing kecil.

"Агент Бхома (Bahasa Russia:Agent Bhoma…)"bisiknya kearah telinganya.

"Да... мисс Наташа(Iya ...Nona Natasha)…?"balasnya seraya berbisik kearah Wanita cantik itu.

"Могу я опереться на плечо такого красивого мужчины, как ты.(Boleh Aku Bersandar Di Pundak Lelaki tampan Sepertimu)?"Tanya Natasha kepada Bhoma.

"Конечно…, мисс Наташа(Tentu Saja…,Nona Natasha)…"jawab Bhoma.

"Ngomong-ngomong Saya Pernah melihat Nona Berbicara Bahasa Indonesia.Belajar Dimana Bahasa Indonesia,Nona Natasha?"sambung Bhoma bertanya kearah Natasha.

"Секрет, дорогая (Rahasia, Sayang)…!"jawabnya Sambil berbisik ke telinga Bhoma.

Natasha Tersenyum Manis Seraya tidak mau Melepaskan dekapan tangannya dari Bhoma.

"Так что мы хотим пойти вместе (Jadi Kita yang Mau pergi Berdua)?"tanya Bhoma lagi.

Natasha menjawab dengan mengangguk -anggukkan kepala.

"Продолжать (Terus )…?"tanya Bhoma Keheranan.

"Мое имя и твое имя теперь тоже меняются (Namaku dan Namamu sekarang berubah)…!?"Bisik Natasha kearah Bhoma.

"Oh Iya,Namaku kembali menjadi Arya Susena...!"Kata Bhoma sambil Menggaruk -garuk kepalanya.

"Смотрите мое имя тоже изменилось, я уже не русская женщина, а англичанка,Меня зовут Кристи Эванс(Lihat Namaku Juga Berubah, Aku Bukan lagi Wanita Russia,Tapi inggris Namaku Christy Evans)…"Natasha heran melihat Paspor dan Tiket Pesawatnya.

"А это кто такой агент Бхома, вот мои фото и ваши фото подряд...(Dan Ini Apa Agent Bhoma,Disini Ada Fotoku dan Fotomu Berjajar)…?"tanya Natasha sambil mengambil Dua Buku bergambar Garuda yang Dipegangnya. Berwarna Coklat dan Hijau tua.

"Coba Aku Lihat,Ohh Ini Buku Nikah…,Apa Buku Nikah…?"jawab Bhoma sambil Membolak -balikkan Buku berwarna coklat.

"Apa Iya…,ya?"Tanya Bhoma Keheranan.

"Я имею в виду, мы маскируемся под мужа и жену, да, да(Maksudnya Kita menyamar jadi Suami Istri, Eh masa Iya)…?"Tanya Bhoma lagi.

"Но если да, то тоже нормально(Tapi Seandainya Iya, juga Tidak apa-apa)…"jawab Natasha tersenyum kearah Bhoma.

"Эээ..., нет, если это настоящая мисс, если вы притворяетесь, что все в порядке...

(Ehh…,Jangan kalau Sungguhan Nona,Kalau Pura-pura Gak papa)…!"jawab Bhoma.

"У вас есть инвалидность? Я не люблю красивых женщин,Как я (Memang Kamu punya Kelainan Tidak suka sama Wanita cantik, Seperti Aku)…!"bisiknya.

"О какой аномалии вы говорите, мисс

(Kalau Kelainan yang Gimana maksudnya, Nona)?"

"Это как-то по-гейски… может быть? Ты один из них(Iya semacam Gay…,mungkin. Apa Kamu Seorang diantara Mereka)?"Bisiknya lagi.

Bhoma menggelengkan kepala.

Это не значит... Если мое желание нормально, мисс... но в моем теле есть что-то опасное, что может убить любящую меня женщину... это моя кровь(Bukan Begitu Maksudnya...,Kalau Menurut Hasrat Aku Normal Nona,…tapi ada sesuatu yang berbahaya di dalam tubuhku yang bisa membunuh wanita yang mencintai Aku…,itu adalah darahku)…"Bisik Bhoma kearah Natasha.

"Это..., вот так... Так мило... Позволь мне убить тебя своей любовью ко мне позже(Apa Iya…,seperti Itu.Manis Sekali…Biarkan Aku Kau Bunuh dengan Cintamu kepadaku nanti)…!"jawab Natasha tersenyum manis Kemudian Mencium pipi Bhoma.

"Kok Kaya Lagu Dangdut, Judulnya Pasrah..."Gumam Bhoma Sambil Tertawa Cekikikan.

"Почему ты смеешься, что-то смешно(Kenapa Kamu Ketawa, Ada yang lucu)?"Tanya Natasha.

"Нет это нормально (Nggak, Nggak apa -apa)..."Jawab Bhoma tapi Dia tetap Tertawa Cekikikan.

Natasha tertawa sambil merangkul erat pinggang ramping Bhoma.

Bhoma menggeleng -gelengkan kepala seraya tersenyum kearah Natasha. Mereka Berdua pun berjalan bergandengan Memasuki Bandara.Sampai akhirnya Masuk kearah pesawat terbang Natasha tetap tidak mau melepaskan dekapannya dari Lengan kekar Bhoma. Bhoma hanya tersenyum melihat kelakuan Wanita cantik yang berada bersamanya. Bhoma Melihat Pemandangan indah di balik kaca pesawat yang Tinggal landas.

Sekitar Dua jam Dua puluh menit Akhirnya mereka Sampai Di Tujuan Bandara Kualanamu. Mereka Berdua Akhirnya Dijemput Oleh Seorang Perwira yang Seperti Diceritakan Pimpinannya. Perjalanan Menuju Medan Dimulai dengan Menaiki Kereta Api Bandara Rute Kualanamu -Medan. Sepanjang Jalan Sang Perwira Tersenyum melihat Tingkah kemesraan Dua Agent Utusan Pimpinannya.Sekitar Dua jam Dua puluh menit Akhirnya mereka Sampai Di Tujuan Bandara Kualanamu. Mereka Berdua Akhirnya Dijemput Oleh Seorang Perwira yang Seperti Diceritakan Pimpinannya. Perjalanan Menuju Medan Dimulai dengan Menaiki Kereta Api Bandara Rute Kualanamu -Medan. Sepanjang Jalan Sang Perwira Tersenyum melihat Tingkah kemesraan Dua Agent Utusan Pimpinannya. Sesampainya Di Medan Mereka Melanjutkan Perjalanan dengan menggunakan Mobil Pribadi Sang Perwira. disertai Sopir Pribadinya.

"Apa Sudah lama?,Saudara Bhoma…?"tanya Sang Perwira sambil tersenyum kearah pasangan dibelakangnya.

"SIAPP…,PAK.Maksudnya,Pak…?" tanya Bhoma kearah Atasannya.

"Lengketnya…"tanya Sang Atasan seraya tersenyum Kearah Mereka berdua.

"SIAPP…,PAK.Barusan…Pak…!"

Sang Atasan tertawa lirih.

"Hati-hati Lho kalau sampai Sungguhan,Biar undangannya Di Jakarta, Aku sama Istri pasti datang…"kata A.K.P Raymond Seraya Tertawa ramah.

"Iya…Pak,Doakan saja…"jawab Natasha Tersenyum kearah Bhoma.

"Ehh…,Ja…"Bhoma mau menjawab Mulutnya Dikunci oleh Jari Telunjuk lentik Natasha.

Natasha Tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan. Bhoma jadi tambah salah tingkah Sambil cengengesan seraya Menggaruk -garuk kepala.Sang Atasan Tertawa melihat Dua sejoli itu.

....

Sementara itu Dilain tempat Diwaktu yang hampir bersamaan, dengan Berangkatnya Bhoma dan Natasha kearah Medan Sumatra Utara. Sosok Berjaket kulit Hoodie berjalan kearah Markas Besar. Tampak Brigjend Suta Tersenyum kearah Sosok itu. Sosok Itu kemudian Berhenti, Berdiri Dengan Sikap Siap Ditempat Lalu Menghormat ala Aparat kearah Para Perwira yang berada Disitu. Semua Perwira yang Berada Disitu juga membalas Hormatnya. Lalu Mereka Saling Memeluk dan saling Menepuk Punggung satu dengan lainnya.

Tampak Juga A.K.B.P Wira,Kapten Catur,A.K.P Artha, IPTU Edy, IPDA Gusti dan Ni Luh Ines. Kecuali dengan Ni Luh Ines Sosok itu Menyatukan kedua telapak tangan sambil menundukkan kepala. Salam itu juga akhirnya dibalas oleh Calon Istri Kapten Catur dengan tersenyum manis.

"Saudara Pancatyana…,Senang Bertemu dengan Saudara kembali? "Tanya Brigjend Suta mewakili Yang lainnya.

"SIAPP…Terimakasih, Pak…!"jawab Sosok itu seraya membuka tudung Hoodie nya yang ternyata adalah Pancatyana.

"Mari Saudara Pancatyana …,"Kata A.K.B.P Wira seraya melapangkan telapak tangan kanan Mempersilakan Pancatyana.

"SIAP…,Pak…!"

Lalu Mereka Menuju ke sebuah Ruangan Rapat. Disana Telah Ditunggu Beberapa Orang Berpakaian setelan Jas Hitam lengkap dengan Dasinya.Mereka semua Memakai Lencana yang sama dengan Yang dikenakan Pancatyana.

"Perkenalkan Mereka Ini Adalah Team yang Bertugas Sebagai Forensic Di Instansi Kita,Mereka Yang akan menghapus jejak Semua Aksi Agent Executor Di Instansi Kita. Berikut Aksi Yang Saudara Pancatyana selesaikan Tadi Pagi, Dimulai Dari Pimpinan Divisi yaitu Dokter Armand Harjito Dan Wakilnya Dokter Astrid Thania. Yang Lainnya Para Ahli Forensic yang Telah dipercaya oleh Negara untuk membantu Kinerja Kita. "Kata Brigjend Suta kearah Pancatyana. Pancatyana Tersenyum seraya Menyatukan kedua telapak tangan sambil menundukkan kepala sebentar.Kemudian mengulurkan tangan kanannya meminta Berjabatan tangan dengan Team Forensic Instansi. Mereka Membalas setiap jabat tangan Pancatyana seraya Tersenyum.

"Mereka ingin Bertanya tentang Sampel darah yang Anda dan Sepupu Berikan Kepada Professor Doktor Wayan Dharma,Karena Sebagian Dari Para Sahabat ini adalah Mahasiswa dari Almarhum.Fungsi dari keterangan Saudara Untuk Dibuat uji Tesis yang akan masuk Daftar Rahasia Negara.Apakah Anda Bisa Memberikan keterangan Yang Akurat kepada Mereka.Dan Juga Kita semua Tentunya,Saudara Pancatyana?"Kata Brigjend Suta.

"SIAPP…,PAK.Bisa, Jika itu yang menjadi keinginan Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua…"jawab Pancatyana.

"Jika Begitu Mari Silahkan Duduk…!"Perintah Sang Pimpinan Brigjend Suta kesemua Anak buahnya.

Dan Mereka Menghormat Sebentar lalu Duduk menempati Meja Elips.Lalu Dokter Armand Harjito Berdiri dan mendekati seraya Memberikan Map tebal Berwarna Coklat kearah Pancatyana.Ketika Dokter Harjito Kembali duduk Di Kursi Pancatyana Membuka Berkas di dalam Map.

"Begini Saudara Pancatyana,Itu adalah Hasil Test Lab tentang Uji Genetic.Yang Dulu pernah Saya sampaikan kepada Bapak Pimpinan Beserta Bapak -bapak Wakil Pimpinan.Saya Ingin Kejelasan Juga Ingin Menyatakan pada yang Bersangkutan.Apakah Hasil Test yang Sekarang Saudara Pancatyana Tela'ah Adalah Mirip dengan Pendapat Kami Semua Atau Jika Ada Kejanggalan Dari Hasil Test Itu. Kami Ingin Bukti terkait, Sebab Struktur sel Darah Saudara Pancatyana Juga Berada dalam Hasil Uji Test di Lab Kami, Pada waktu itu.Mohon Ma'af Pertanyaan yang kami Ajukan kearah Saudara Pancatyana. Ini Bukan bermaksud Menginterogasi tapi hanya mencari titik terang…"Tanya Dokter Astrid Tersenyum manis Memulai Pertanyaan.

"Begini Sebetulnya Hampir Hasil Test Ini 80persen. Mendekati Akurat, Ibu.Sebetulnya Memang Benar Saya dan Saudara saudara saya yang lain Memang Bukan Dari Ras Manusia…!,"jawab Pancatyana Membuat Team Forensic Sedikit Gaduh Seraya saling Berbisik.

Brigjend Suta Segera memberikan Isyarat Untuk Tenang.

"Tapi Berbeda dengan Keponakan Saya,Yaitu Agent Bhoma atau Saya memanggilnya Sitija.Pada Awalnya Memang Iya, Keponakan Saya Seperti Anda Semuanya.Bhoma Dulunya adalah Sosok Manusia Walaupun Sang Ibunda Berasal dari Entitas Lain.Tapi garis Besarnya Bhoma Memiliki Darah Manusia Seperti Sang Ayah.Tapi Karena Hal Tertentu Bhoma atau Sitija Harus ditakdirkan Oleh Entitas Lain Diluar Kekuatan Entitas Lain Sang Ibu Menjadi Sosok yang sekarang ini.Entitas Lain Ini Mungkin Dari Segi Ranah Anda sekalian Disebut Tuhan, Ras Kami Menyebutnya SangHyang Wenang.Bangsa Kami Adalah Para Raksasa, Sebetulnya Kami Pernah Hidup Berdampingan Dengan Ras Anda Semua Selama Jutaan tahun.Bangsa Para Raksasa Terbagi Dalam Tiga Golongan Yaitu Ras Para Titah(Aditya/Dewa),Ras Ditya dan Ras Denawa.Nenek Moyang Kami Bernama Bangsa Asura.Ras Ditya Berbeda dengan Ras Denawa.Ras Ditya Adalah Ras Kami,Ras Ditya Adalah Ras yang Selalu Mengabdi Pada Ras Anda Semua.Sebab Sebagian Dari Ras Ditya banyak yang Beristri dari Ras Manusia.Begitu pun Sebaliknya,Hanya Keberadaannya Tidak pernah diketahui Ras Anda.Banyak Di Cerita Legenda Yang mungkin pernah Anda dengar Entah dari Kakek-Nenek Anda.Ras Lelaki Ditya Yang menikahi Ras Wanita Manusia akan Melahirkan Sosok Seperti Kami, Tapi dengan Fisik Menyerupai Sang Ibu. Sosok yang Terlahir Bertubuh Manusia Berkekuatan Raksasa. Tapi Hanya Terbentang Pada Gen terbesar Sang Ayah. Yaitu Para Anak Lelaki Mereka. Contohnya. Ada Sosok Yang Bernama Mendiang Gatotkaca, Berputra Sashikirana,Arya Kaca dan Jayasumpena, Sedangkan Anak Perempuan Mereka tetap Menjadi Manusia.Berbeda Jika Sosok Ras Ayah Manusia dengan Ras Ibu Ditya.Mereka akan Melahirkan Sosok Terkuat Baik Anak Lelaki Maupun Anak Perempuan Mereka.Contohnya Iya Sosok Gatotkaca Dan Adik Kembarnya Madusegara juga Bimandari.Jadi Saya Menyimpulkan Yang 20persen Dari Hasil Tesis Bapak-bapak dan Ibu-Ibu kemukakan. Di Berkas Ini … "Jelas Pancatyana pada Para Ahli Forensic.

"Terimakasih Atas Penjelasan yang Diberikan Saudara Pancatyana,Saya Kira Cukup untuk Menjadi Bukti nantinya…"Kata Dokter Armand Tersenyum seraya Berdiri.

"Untuk Mempersingkat Waktu.Silahkan Membubarkan Rapat ini.Untuk Sementara Kita Bisa Beristirahat Terlebih dahulu.Sebab Besok Team Forensic akan Menjalankan Tugas Menyusul Agent Kita yang Berada Di Sumatra Utara.Jadi Saya persilakan untuk membubarkan diri…"kata Brigjend Suta mengakhiri Pertemuan.

Mereka Semua Berdiri Dikomando Oleh A.K.B.P Wira Dengan Menghormat Ala Aparat.