Chereads / MENIKAHI RAJA SILUMAN TAMPAN 21+ / Chapter 7 - RATU BARU YANG SENSUAL

Chapter 7 - RATU BARU YANG SENSUAL

"Bagaimana dengan ratu barumu? Apakah kamu membuat nya tidak bernafas kali ini? kau adalah pria dengan hasrat seksual yang tinggi, tuan ku" Tanya Pauline sambil tersenyum lebar, dia adalah selir cantik kerajaan Xavier.

Raja Xavier tertawa terbahak-bahak, dia menoleh ke Pauline dan mengusap pipinya.

"Baru sehari Pauline, masih ada beberapa hari dan beberapa tahun lagi aku bisa menikmati tubuh Valerie, setelah itu.. hidupku menyatu dengannya, aku sangat beruntung mendapatkan wanita cantik seperti dia, darah nya mampu membuat kekuatan ku bertambah, " kata Raja Xavier sambil tersenyum lepas

pauline tersenyum lebar, tapi tak bisa di pungkiri bahwa dia cemburu pada wanita baru itu, selama 150 tahun dia selalu berada di sisi Raja Xavier.. dan sekarang wanita itu yang menjadi ratu kerajaan luas ini.

Wanita itu memasukkan anggur merah ke dalam mulut raja agar raja dia memakannya.

tapi tak lama, seorang pria dari departemen keuangan istana datang menemuinya,

"Permisi tuanku" ucap Marino dengan sopan

"katakan, Marino," tanya raja Xavier

melihat kedatangan Marino, selir Pauline berdiri.

"Oke aku masih ada pekerjaan lain, lebih baik aku kembali ke kamarku," katanya lalu menepuk bahu Raja Xavier dan tersenyum tipis padanya.

"Datanglah ke kamarku malam ini, kita menikmati malam yang hangat bersama" bisiknya

Raja Xavier tersenyum lebar lalu mengalihkan perhatiannya kembali ke Marino

"Katakan padaku, Marino," kata Raja Xavier datar.

"Kami memiliki informasi tentang anggur di pabrik Anda di Sisilia Italia, beberapa klub dan bahkan restoran memesan 25% lebih banyak dari bulan sebelumnya," kata Marino saat membuka file penjualan di depan Raja Xavier, pemilik kebun anggur terkenal, di Spanyol.

Siapa yang tidak tahu rasa wine dari kerajaan Xavier, rasanya sangat manis dan lezat.

raja' Xavier memiliki berbagai kilang anggur, dari Italia Sisilia hingga kebun anggur Spanyol Ribera Del Duero.

Jadi wajar jika dia disebut raja anggur

banyak restoran mewah dan klub malam kelas atas dipesan dari pabrik.

Raja Xavier tersenyum, dia menarik napas dalam-dalam.

"Kerja bagus Marino, setidaknya mereka mencicipi anggur terbaik di dunia dan memesannya melalui pabrikku," Raja Xavier terkekeh.

"Keuntunganmu meningkat 20%, apakah kamu akan membuat wiski di Belanda?" Marino bertanya lagi.

Raja Xaveri mengangguk,

"Setelah mendapatkan darah segar dari permata Ratu Valeri, semua kekuatanku kembali dan aku bisa hidup di dua dunia sekaligus. aku tidak perlu lagi meminta Bastian pergi ke dunia manusia dan berbisnis dengan orang-orang serakah itu," pungkasnya.

Marino tertawa terbahak-bahak

"Banyak manusia yang sangat menginginkan kekayaan darimu bahkan sekarang mereka berani menjual jiwanya hanya untuk mendapatkan kekayaan darimu, bahkan aku sangat senang setelah kamlu menikah dengan Ratu Valerie… kekuatanmu semakin meningkat bahkan kamu bisa hidup di dua dunia tanpa takut matahari," kata Marino.

raja Xavier tertawa terbahak-bahak,

"Semua orang tahu mengenalku sebagai Carlo Xavier," katanya senang

selama 400 tahun, Valerie akhirnya membebaskan pria itu dari keterbatasan hidup di dunia manusia, dia terbiasa keluar di malam hari, dan setelah dia menyedot energi dari permata dalam darah wanita itu maka dia bisa hidup tanpa takut matahari.

kini Raja Xavier bukan lagi bayangan hitam di sore hari.

"Marino, siapkan tempat makan malam yang mewah untuk istriku, aku ingin dia merasa nyaman tinggal bersamaku... Sepertinya dia masih sedikit takut dengan apa yang terjadi malam pertama itu" katanya

Marino mengangguk dan setuju dengan kata-kata tuannya

"Baiklah tuanku, akan segera saya atur," katanya

raja Xavier melirik arloji emasnya, lelaki tampan itu segera bergegas ke aula istana, tempat aula itu disiapkan oleh asisten kerajaan untuk makan malam bersama Valerie, istri barunya.

jujur ​​saja, hubungan mereka sangat singkat, mereka bahkan tidak saling mengenal tetapi dalam perjanjian itu, mereka punya waktu untuk saling mengenal dan membuat gadis itu melahirkan keturunannya,

Raja Xavier tidak ingin mendapatkan istri yang pada akhirnya akan mati hanya karena melayani hasratnya yang sangat kuat.

mungkin berusaha untuk lebih dekat adalah syarat utama agar pernikahan mereka bertahan dan membuat gadis itu hamil dan membuat Valerie tidak takut lagi padanya.

Valerie melirik pelayan istana, mereka menunjukkan wajah mereka dan memberi hormat kepada Valerie

"Permisi ratu, Anda diminta untuk segera datang ke aula kerajaan, saat ini Raja Xavier sedang menunggu dan Anda diminta untuk bergerak lebih cepat dan memakai pakaian yang telah kami siapkan," katanya.

valerie menoleh ketika dia melihat pelayan memasuki ruangan dan memberinya paket pakaian yang terbuat dari bahan terbaik.

Mata Valerie tidak bisa berbohong, tentu saja dia melotot kaget dan bibirnya terbuka karena ini pertama kalinya dia melihat gaun yang begitu indah.

"Ini pesanan untukmu, Ratu Valerie," katanya

Valerie bersiap-siap untuk mengenakan pakaian yang baru saja diterimanya dari pelayan, gaun cantik dengan belahan dada yang cukup rendah namun terlihat elegan,

dia segera bergegas karena pelayan utama memberinya waktu sekitar 20 menit untuk bersiap.

dia keluar dari kamar diikuti oleh pelayan lainnya ketika dia memasuki aula kerajaan tiba-tiba langkahnya berhenti ketika dia melihat banyak kelopak mawar di lantai dan kamar,

tak lama kemudian raja Xavier melangkah dan berdiri di hadapan wanita itu dan membuatnya terlihat gugup.

dia tidak bisa mengendalikan detak jantungnya yang lebih cepat dari biasanya terutama ketika dia melihat wajah Raja Xavier kali ini jauh lebih lembut dan tidak terlalu menakutkan.

tapi tetap saja, sorot mata pria itu sangat misterius dan sulit diuraikan.

"Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, datang ke sini," dia bertanya

entah kenapa Valerie seolah terhipnotis dengan ketampanan pria itu, bahkan tanpa sadar dia menuruti keinginan pria itu untuk duduk di bangku yang telah disediakan,

matanya sesekali melirik raja Carlos Xavier.

pria itu tersenyum dan menatap istrinya.

"Ayolah Valerie, apa kamu masih takut pada suamimu? Aku bukan monster.. kamu tidak harus bertingkah seperti ini" katanya

Lagi-lagi mata misterius itu kembali, awalnya Valerie mengira dia akan menemukan sisi lembut pria itu... tapi ternyata sulit.

"Bukankah kamu monster yang bisa mengubah wajah" jawab Valerie

Raja Xavier tertawa sangat keras sehingga bergema di seluruh ruangan

"Aku tidak akan membunuhmu, ratuku, kamu adalah hidupku.. bagaimana aku bisa menyakitimu," kata Raja Xavier sambil tertawa.

para pelayan mulai menyiapkan makanan di atas meja dan raja Xavier mengundang wanita itu untuk makan terlebih dahulu.

Pria tampan itu sesekali menatap Valerie, matanya menyiratkan pandangan yang agak gelap,

Selesai makan, Raja Xavier memberi wanita itu minuman sirup yang telah dicampur dengan afrodisiak.

beberapa menit kemudian, wajah Valerie langsung memerah dan tubuhnya bergoyang kesana kemari seolah merasakan panas yang tidak bisa dia ungkapkan.

dia merasakan seluruh tubuhnya berkeringat sampai dia terus memposisikan ulang rambutnya berkali-kali

"Mengapa?' tanya raja Xavier sambil tersenyum lebar

"Panas," kata Valerie sambil

raja Xavier terkekeh bahwa afrodisiak bekerja lebih cepat dari yang dia kira.

"Buka bajumu, kupikir itu akan membuatmu jauh lebih keren," kata pria itu

Valerie seolah terhipnotis bahkan seketika dia langsung menanggalkan pakaiannya tanpa peduli jika ada Raja Xavier di depannya.

pria itu tersenyum lebar dan memeluk tubuh Valerie lalu dengan cepat mereka sampai di kamar raja Xavier.

Pria itu terkekeh dan memandangi tubuh gadis cantik itu

"Kamu memiliki tubuh yang sangat indah.. kulitmu halus seperti sutra" bisiknya

pria tampan itu berdiri dan menyentuh pipi gadis itu dengan jarinya,

Merasakan sentuhan lembut itu, perasaan Valerie langsung berubah, keinginannya tiba-tiba menjadi jauh lebih tinggi hanya dengan merasakan sentuhan itu,

jari raja Xavier telah membangkitkannya, rasanya dia sangat kecanduan dan ingin disentuh lagi.

Raja Xavier mengambil tubuh wanita itu dan melemparkannya ke tempat tidur.

"Sudah waktunya bagi saya untuk bercinta dengan Anda, ratu saya," dia tertawa.

valerie tidak bisa menahan diri dan terus menggeliat, rasanya panas tapi anehnya bukan udara dingin yang dia butuhkan melainkan sentuhan seperti jemari Raja Xavier yang baru saja dia rasakan.

"Sentuh aku lagi, ahhh... kumohon," katanya penuh harap.

raja Xavier mencium bibir ratunya dan membelai rambut wanita cantik itu.

"Aku akan memuaskan hasrat seksualmu, sayangku," kata Raja Xavier tertawa gembira