Bagi Grim dia sudah muak dengan kehidupan didunia, jika dia bereinkarnasi maka bisa saja kehidupannya setelah reinkarnasi tidak terlalu jauh berbeda dengan pada saat dia belum bereinkarnasi. Tempat ini mungkin lebih baik dari pada dunia manusia, dan setelah mengetahui kalau dirinya mungkin tidak akan dapat bereinkarnasi lagi makin membuat Grim ingin tinggal disini hingga jiwanya hancur.
"Maaf aku tidak dapat melakukan hal itu."
Pandora lalu melihat Grim dengan sedih, dia mungkin ingin membantu Grim sebisanya. pada saat Grim masih hidup didunia Pandora pernah berfikir kalau dia ingin membantu Grim dengan menghancurkan tentara pasukan sekutu, namun dengan kekuasaan yang dia miliki Pandora tidak mungkin dapat melakukan hal itu.
Meski para dewa tidak terlalu peduli dengan manusia namun para dewa sendiri tidak boleh terlalu ikut campur dalam takdir banyak manusia. Jika Pandora hanya ingin membuat Grim hidup dengan tenang dan mengirimkannya kesebuah tempat terpencil didunia dia mungkin masih dapat melakukannya, namun jika Pandora ingin membuat Grim memenangkan perang maka Pandora tidak dapat melakukannya.
Juga meski saat ini Pandora ingin membiarkan Grim tinggal disini, Pandora juga tidak mungkin dapat melakukannya. Jiwa manusia yang mati harus segera pergi kedunia bawah dan mengambil sebuah keputusan dari beberapa pilihan yang diberikan kepada mereka.
"Begitu ya."
"Maaf, aku sebisa mungkin ingin mengabulkan permintaan mu, hanya aku tidak dapat melakukannya, yang dapat mengabulkan keinginanmu adalah Dewi yang ada didunia bawah."
Berurusan dengan jiwa manusia yang telah mati bukanlah tugas Pandora, itu adalah tugas dari Dewi dunia bawah. Lagi pula sejak awal seharusnya tidak ada jiwa manusia yang telah mati boleh memasuki tempat perbatasan ke 3 alam ini, Pandora melanggar peraturan itu dan membawa jiwa Grim ke tempat ini dan bertemu dengannya.
Apa yang ingin Pandora lakukan itu bukan hanya sekedar karena dia ingin bertemu dengan Grim melainkan Pandora ingin memberitahu Grim cara agar dirinya dapat mengabulkan apa yang dia inginkan.
"Sepertinya sudah waktunya, sekarang saatnya kau pergi meninggalkan tempat ini."
Pandora lalu menggerakkan jari telunjuknya seperti sedang membuat sebuah pola berbentuk lingkaran, setelah beberapa saat kemudian sebuah lubang hitam dengan diameter 1 meter muncul didekat mereka.
"Pergilah ke sana, kuharap kau mendapatkan apa yang kau inginkan."
Pandora lalu mengelus elus pipi Grim, Grim memang tidak mengerti tentang apa yang terjadi saat ini, dia juga tidak memiliki alasan untuk tidak percaya dengan apa yang Pandora suruh. Grim tau kalau dia tidak dapat tinggal disana lebih lama lagi, Grim lalu segera berdiri dan mengikuti apa yang Pandora perintahkan, dia pergi kearah lubang besar.
Begitu tepat berada didepan lubang hitam itu Grim berbalik melihat kearah Pandora berada, dari tempatnya Grim dapat melihat Pandora sedang tersenyum manis kepadanya.
Senyuman itu terlihat sangat indah, Grim yang bisanya tidak terlalu terpengaruh dengan senyuman gadis tercantik sekalipun, hanya saja melihat senyuman itu entah kenapa dia merasa sedikit senang. Grim lalu membalas senyuman itu dengan sebuah senyuman miliknya, senyuman itu mungkin adalah senyuman paling bagus dan paling murni yang pernah Grim tampilkan.
Grim memasuki lubang hitam itu, begitu Grim sepenuhnya memasuki lubang hitam itu lubang hitam itu secara perlahan mulai mengecil dan akhirnya menghilang.
"Semoga berkah para dewa selalu mendampingi mu."
Setelah mengucapkan kalimat itu Pandora lalu mulai berjalan menuju kumpulan asap yang terlihat seperti awan itu, dia terus berjalan hingga akhirnya Pandora tidak lagi dapat terlihat.
*************
Grim keluar dari lubang hitam itu, Grim lalu melihat kearah sekitarnya. Apa yang dia lihat kali ini adalah sesuatu yang sama sekali belum pernah dia lihat sebelumnya, dia saat ini dia berada disebuah ruangan yang sangat besar.
Ruangan itu sendiri mungkin memiliki ukuran panjang 110 meter dan lebar 90 meter, ruangan itu sendiri juga memiliki tinggi langit langit yang mungkin setinggi 20 meter. Grim merasa Ruangan ini sangatlah luar biasa, bahkan istana kerajaan dia dulu tidak memiliki ruangan yang sebesar ini.
Disatu sisi ruangan ini memang terlihat sangat mengesankan namun disisi lain ruangan itu terlihat sedikit menyeramkan. Disetiap pilar yang ada diruangan itu terdapat sebuah kepala tengkorak dengan api biru yang menyala, api itu sendiri tidak terlalu besar namun api biru itu memiliki pencahayaan yang cukup terang.
Dengan semua api biru itu disetiap pilar membuat ruangan ini terlihat cukup terang meskipun beberapa bagian pojok ruangan masih terlihat sangat gelap. Sangking gelapnya dapat membuat seorang penakut menjadi merasa telah ditelan oleh kegelapan itu.
"Sampai kapan kau akan berdiri disana?"
Grim mendengar suara seorang perempuan diruangan itu, suara itu terdengar cukup pelan namun entah kenapa juga terdengar cukup kuat. Grim langsung melihat kearah suara itu berasal, pada jarak yang kurang lebih 59 meter Grim dapat melihat seorang wanita dewasa dengan tubuh yang dapat memikat lawan jenis dengan begitu mudahnya sedang berbaring disebuah sofa.
"Kemarilah anak manusia."
Wanita itu sekali lagi berbicara, meski jarak mereka dapat dikatakan cukup jauh namun tidak ada gema yang terdengar diruang ini. Itu menandakan kalau wanita itu sama sekali tidak berteriak sedikitpun, meski begitu Grim dapat mendengar suara wanita itu dengan jelas seolah olah jarak antara dirinya dan wanita itu hanyalah beberapa jengkal saja.
Grim tanpa ragu berjalan menuju tempat wanita itu, meski ada kemungkinan kalau wanita itu akan membunuhnya namun Grim sama sekali tidak merasa takut.
Bagaimanapun bagi dirinya akan bagus jika dia mati disini, kematian adalah apa yang Grim inginkan.
Meski Grim menginginkan kematian, dia sama sekali tidak ada nait untuk membunuh dirinya sendiri, dalam peraturan dirinya Grim dia hanya ingin mati jika dirinya memang dibunuh. Tidak peduli entah itu alat pemenggal, entah hewan buas, entah anak kecil atau pun seorang yang telah hampir mati. Semua itu tidak menjadi masalah selama dia tidak membunuh dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat jarak Grim dan wanita itu hanya tinggal sekitar 10 meter, Grim sebenarnya bisa saja menjadi lebih dekat lagi, hanya saja didepannya terdapat sebuah tangga sehingga Grim memutuskan untuk berhenti mendekati wanita itu.
Dalam jarak sedekat itu Grim dapat melihat wanita itu lebih jelas dari pada yang sebelumnya, wanita itu memiliki warna rambut yang terlihat seperti warna coklat juga terlihat seperti pirang. Pakaian yang wanita itu terlihat sangat sederhana seperti sebuah kain yang hanya dijahit beberapa bagian saja, pakaian itu juga membuat Grim dapat melihat kulit dan lekukan tubuh wanita itu dengan sangat jelas.
Jika seorang pria manusia yang sempurna melihat wanita itu maka dapat dipastikan kalau pria itu pasti akan langsung tergila gila kepada wanita itu. Namun Grim berbeda, bagaimanapun dia adalah seorang manusia yang tidak sempurna. Grim sama sekali tidak Merasakan apapun setelah melihat wanita itu.
Sedangkan disisi lain Wanita itu menyadari kalau Grim sama sekali tidak terpikat oleh kecantikan yang dia miliki, wanita itu lalu tersenyum kecil dan mengarahkan tatapannya kepada Grim. Tatapan itu terlihat sangat mempesona, Pandora sendiri memiliki suara yang sangat merdu dan menenangkan namun dia tidak memiliki tatapan yang sangat mempesona seperti wanita ini.
Jika hanya dilihat dari luar sudah jelas kalau wanita ini jauh lebih menarik dari pada Pandora, 8 dari 10 pria setuju dengan pernyataan ini. Namun Grim sendiri bukan berada diantara ke 8 orang ini melainkan dia berada diantara 2 orang yang tersisa.