Chereads / Verlangen / Chapter 1 - #00 Tidak Sesuai

Verlangen

🇮🇩Zen_Cavalier
  • --
    chs / week
  • --
    NOT RATINGS
  • 6.9k
    Views
Synopsis

Chapter 1 - #00 Tidak Sesuai

Perang itu apa?

Jika pertanyaan seperti itu muncul maka beberapa orang akan mengatakan kalau perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik, antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Sisanya akan mengatakan perang adalah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi di dunia ini.

Beberapa orang mungkin akan menyukai perangan, tapi sisanya sangat tidak menyukainya hingga mereka berharap kalau tidak akan ada perang yang terjadi.

Dunia dilanda perang dunia untuk yang pertama kalinya, sekitar 67 negara besar dari 6 benua ikut terlibat didalam perang ini. Dunia indah yang tadinya dipenuhi oleh keanekaragaman dan sinar matahari yang menyinari dunia, kini semua itu telah menghilangkan.

Tidak ada lagi keanekaragaman, hanya ada satu hal yang sama di setiap tempat, yaitu kehancuran. Dunia yang tadinya tampak indah kini dipenuhi oleh darah manusia yang terus mengalir bagaikan sungai. Bon atom yang terus berjatuhan bagaikan hujan yang deras terus membuat permukaan tanah lebih berantakan.

Senjata api yang terus mengeluarkan peluru dapat terdengar dengan jelas. Suara teriakan keputusasaan dapat terdengar dimana mana, bagi mereka yang masih percaya pada Tuhan, dewa ataupun keberadaan yang sangat agung terus menerus memanjatkan doa.

Ada yang berdoa agar perang segera berhenti dan dunia menjadi damai, ada yang berdoa agar negara musuh hancur dan negara mereka yang menang. Berbagai jenis doa dan permintaan terus diucapkan oleh jutaan manusia di dunia ini. Meski begitu tidak peduli seberapa banyak doa yang mereka panjatkan tuhan yang mereka percayai sama sekali tidak mendengarkan doa mereka.

Hari demi hari perang menjadi lebih intens, semakin banyak manusia yang telah kehilangan nyawanya. Mereka yang mengabdi kepada negara sama sekali tidak memperdulikan hal itu, walau mereka terjatuh ke neraka yang paling dalam sekalipun mereka tetap tidak akan menyerah.

Jiwa dan tubuh mereka telah mereka persembahkan untuk negara, jika iblis memang ada orang orang itu pasti akan melakukan perjanjian dengan iblis. Namun sayangnya tidak ada iblis yang dapat terlihat oleh mereka, mereka hanya dapat mengandalkan kekuatan sendiri untuk bisa mendapatkan perdamaian yang mereka inginkan.

Tapi sebenarnya perdamaian seperti apa yang dicari cari oleh semua orang itu? Meski mendapat sebuah perdamaian adalah sesuatu yang sulit, itu bukan berada di level yang tidak mungkin. Jika semua negara menghilang ego mereka dan memutuskan untuk sama sama kalah atau sama sama menang, perdamaian pasti bisa didapatkan.

Namun sayangnya manusia adalah mahluk yang diberkati dengan berbagai emosi, rasa marah, rasa cinta, rasa sedih ataupun rasa senang semua itu ada didalam diri para mahluk hidup yang disebut sebagai manusia. Disatu sisi itu mungkin adalah hal yang baik karena hal itu dapat membuat manusia menjadi lebih pintar dari pada mahluk hidup lainnya. Namun disisi lain itu juga merupakan sesuatu yang sangat buruk, berkat emosi itu mahluk hidup yang disebut dengan manusia itu mulai merasa serakah dan ingin mendapatkan semuanya.

Mungkin karena keserakahan manusia itulah perang ini masih tidak memiliki titik terang sedikitpun.

Di situasi perang yang terus semakin parah setiap harinya ada seorang pria muda yang terduduk disebuah bangku. Pria itu terlihat seperti seseorang yang berusia kurang lebih 24 tahun lainnya, dengan tenang pria itu terduduk sambil melihat sebuah peta dunia yang ada didepannya.

Meski ruangan tempat dia berada itu merupakan sebuah ruangan yang sangat mewah, tetapi tatapan pria itu hanya terfokus pada peta itu. Pria muda itu lalu mengeluarkan sebuah pena kecil dan membuat sebuah coretan pada peta itu.

Itu bukanlah sebuah coretan biasa, itu adalah coretan dimana dia akan menggerakkan pesukan milik kerajaannya. Pria itu sendiri bukanlah raja tapi dia adalah seorang jenderal tertinggi, semua orang yang berkerja di militer adalah bawahannya.

Setelah cukup banyak membuat coretan pada peta itu pria itu sedikit tersenyum, dia merasa telah membuat rencana yang cukup hebat. Meski itu terlihat seperti sebuah senyuman, faktanya pria itu sendiri tidak Merasakan apapun, itu hanyalah sebuah senyuman kosong saja.

Sebuah senyuman yang sama sekali tidak memiliki arti, meski begitu pria itu tidak membencinya. Karena dengan tersenyum dia merasa sedikit lebih hidup.

Dengan rencana yang telah dibuat dia merasa dapat melihat titik terang dari perang ini, jika rencana itu benar benar dia lakukan maka perdamaian dunia mungkin bukanlah sesuatu yang mustahil dan dapat diraih dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Itu adalah apa yang pria itu pikirkan, hingga datang seorang prajurit laki laki kecil datang keruangannya, prajurit itu lalu memberikan hormat dan melaporkan situasi perang kepada pria itu.

Apa yang dilaporkan prajurit adalah sesuatu yang sangat tidak diharapkan oleh si pria, dalam laporan itu dikatakan kalau 3 kota besar yang merupakan wilayah kerajaan mereka telah dihancurkan dengan bom atom oleh pasukan sekutu.

Dengan hancurnya ke tiga kota besar pria itu merasa tidak ada gunanya melanjutkan perang lebih lama lagi, dia tidak tau berapa banyak saudara satu negaranya yang mati di ke 3 kota itu.

Meski dia tidak ingin melakukannya tetapi pria itu tidak memiliki pilihan lain, pria itu lalu menyuruh prajurit itu untuk memberikan pesan kepada sang raja kalau jendral tertinggi Grim Hical meminta sang raja untuk mengibarkan bendera putih.