"Tidak mungkin!" teriak Aarav berusaha menolak apa yang baru saja dia dengar. "Aku tidak memiliki kebencian di dalam tubuhku! Tidak mungkin jika kau berasal dari kebencian yang ada pada diriku hingga saat ini!"
Napas Aarav menderu kencang, konsentrasi yang ada di dalam kepalanya buyar seketika. Segala rencana yang sudah susah payah dia pikirkan, harus direlakan menghilang begitu saja. Akal sehat yang ada di dalam diri Aarav menghilang, setelah mendengar kebenaran yang belum pernah diketahui Aarav hingga saat ini.
"Itu benar. Aku adalah kebencian yang ada di dalam tubuhmu selama ini." Orang yang ada di depan Aarav kembali menegaskan hal tersebut. "Kau pasti tidak menyangka tentang keberadaanku sebelumnya. Apa aku salah dengan hal tersebut?" Keningnya menyatu di atas senyuman iblis.