"Apakah tekad di dalam hatimu sudah berubah?" tanya suara di dalam kepala Aarav. "Jadi, bagaimana keputusanmu dengan permintaanku sebelumnya. Jika memang kau berniat untuk mengalahkan raja iblis, kau harus melakukannya mulai sekarang. Kemungkinan besar, desa Fa Ma sudah mulai bergerak untuk menemukan mereka. Apalagi setelah penyerangan yang mereka lakukan kepadaku secara tergesa-gesa. Mereka pasti sudah menganggap keberadaanmu sebagai sebuah ancaman yang akan membahayakan misi mereka."
"Memangnya, apa misi yang dimilki desa Fa Ma?" tanya Aarav yang tidak mengerti apa yang sudah dia hadapi sejak tadi. "Aku sama sekali tidak tahu menahu alasan mereka menghancurkan desaku. Bahkan sampai membunuh seluruh warga desa di sana."
"Kebangkitan raja iblis. Itulah yang saat ini sedang direncanakan oleh desa Fa Ma." Suara di dalam kepala Aarav terasa begitu mencekam. "Jika kau tidak segera menghancurkan segel raja iblis tersebut, kemungkinan besar kau akan berhadapan langsung dengannya."