Keheningan menyelimuti tempat ini. Riak suara air terdengar begitu menenangkan, tetapi tidak begitu dengan hati ku. Rasa cemas dan takut mengalir disetiap helaan napas ku. Aku tak tahu apakah Yuki merasakan hal yang sama. Karena sejak tadi dia hanya dia memandangi kilaun air yang terkena sinar matahari. Yuki selalu tampak tenang dan anggun, bahkan disaat seperti ini.
Setelah bertemu dengan Cecil kemarin aku langsung menghubungi Yuki, memintanya untuk meluang waktu untuk ku. Yuki mungkin sangat terkejut menerima pesan dari ku yang begitu tiba-tiba, setelah selama ini aku terus membuatnya menunggu jawaban dari ku. Yuki mungkin sudah menunggu aku akan memberitahunya jawaban ku hari ini.
"Maaf aku meminta mu tiba-tiba datang seperti ini." aku berusaha untuk memecahkan keheningan ini.
"Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak sibuk." Jawab Yuki sambil menoleh kearah ku dengan raut wajahnya yang cerah.