Bab 124
"Buk, gado-gadonya masih ada? saya pesan gado-gadonya dua, dibungkus, ya! Dan jangan terlalu pedas, juga!" ujar Anastasia,
"Masih, Nak, tunggu sebentar Indah buatkan," Bu Narmi mengangguk dan mengambil posisi, duduk di bangku panjang yang sudah kusediakan untuk para pembeli. Jika mereka ingin makan di tempatku.
Kebetulan hari ini, Alhamdulillah perceraian ku lancar. Hari masih pagi, jam juga baru menunjukkan pukul sembilan, tapi aku terasa lapar makan aku beli gadis gadis di sebrang jalan itu
Tangan bu Narmi dengan lihai menggoyang batu giling untuk menghaluskan kacang goreng, dan meraciknya menjadi bumbu gado-gado yang enak. Dari sudut mataku, aku menangkap pandangan mata Bu Narmi fokus menatapku.
Sambil sekali-sekali senyum terukir diwajahnya, entah apa yang sedang ia pikirkan tentangku saat ini.