"Meski bukan begitu tujuan awalku, tapi kurang lebih anggaplah seperti itu, Takumi-kun."
'Lagipula, pelajaran di dunia manusia ini sangat susah. Apalagi pelajaran bahasa asing dan sejarah negara,' sambung Sakurako dalam hati. Dia tidak ingin jika Takumi curiga ketika Sakurako mengeluh tentang dunia manusia ini.
"Hahaha ... kamu benar-benar niat sekali mengerjai orang lain secara halus, Rako-chan!" Takumi berucap sambil tertawa. Dia juga masih menginjak-injak hadiah dari Riku yang diberikan untuk Sakurako tadi.
DIINNN!!
Suara klakson begitu nyaring terdengar dari arah belakang mereka berdua.
Takumi menekan dadanya. Jantungnya sudah berdegup kencang karena terkejut.
"Sialan! Mobilnya siapa itu, hah?!" bentak Takumi, tapi ketika ia berbalik ternyata mobil itu masih sangat jauh.