Dengan pakaian santai Nara melangkahkan kaki nya keluar kamar, dan menuju dapur yang ada di penthouse tersebut.
Kali ini hati nya sedikit tenang, walaupun tidak dengan isi kepalanya yang masih banyak hal yang harus ia fikir kan matang matang.
"Ah, kau disini rupanya, kukira kau akan menyendiri seperti adikmu yang hanya sibuk di kamarnya, bahkan sedetik pun setelah masuk kamar aku tak melihatnya lagi, apakah adikmu memang sesedih itu?" Lirih Dru panjang lebar pada Nara yang ia kira tentu nya Nate.
Nara menghela nafasnya pelan. Disatu sisi ia memang sedikit bingung dengan Nate yang lebih memilih diam di dalam kamarnya seakan kehidupannya hanya ada di dalam kamarnya, tetapi di sisi lain dengan tindakan Nate seperti itu dapat membuat opini lain untuk Nate yang beranggapan adalah dirinya, dan tentu saja membuat sang kakak tak menyadari adanya perubahan yang terlalu janggal antara dirinya dan juga Nate tentunya.