"Terkadang Merelakan seseorang itu
adalah hal yang menyakitkan...
Namun lebih sakit lagi mempertahankan
Seseorang yang tidak ingin diperjuangkan..."
_Melisa Putri_
✨✨✨
Melisa menatap nanar kearah luar jendela,berusaha mencari ketenangan disaat hati dan pikirannya sedang berkecamuk hebat.
Sangat berat bagi nya mengikhlaskan seseorang yang sangat dicintainya bersama orang lain, apalagi orang tersebut adalah sahabatnya sendiri.
Namun ia bukanlah orang yang terlalu egois,yang tetap memaksakan kehendak meskipun takdir tak pernah berpihak.
"Kamu beruntung mencintai seseorang...lalu mendapat balasan...Harus nya kamu gak pernah sia siain itu Ra..Gak semua orang mendapatkan balasan dari cinta sepihak nya..."lirih Melisa dengan mata yang masih menatap nanar keluar.
Kirana meremas ujung seprai kasurnya,dan merasakan sesak yang menyeruak didalam hatinya.
Bukannya menyia nyiakan seseorang yang mencintai nya dengan tulus,hanya saja Kirana bingung harus bagaimana dengan kisah cinta nya yang sangat rumit ini.
Disatu sisi ia mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah menganggap hadirnya Ada.
Lalu mencintai seseorang yang juga sahabatnya cintai,lantas..apa yang harus ia lakukan agar semua orang tidak merasa terluka.
"Walaupun loe merestui gue sama afian saat ini,apa itu akan buat semua orang bahagia mel !?"tanya Kirana penuh penekanan.
Huhhh...
Melisa menghela napas berat dan tersenyum getir kearah luar jendela.
"Kamu gak perlu memikirkan kebahagiaan semua orang Ra...terkadang,kita juga harus memikirkan kebahagiaan kita sendiri..Dan masalah restu...semua itu cuma kebohongan yang terpaksa dilakukan Ra,gak ada orang yang rela menyakiti hati nya sendiri demi kebahagiaan orang lain..."tambah Melisa lagi sambil mencengkram kasar pembatas jendela yang ia pegang.
Deg
"Jadi...apa yang harus gue lakuin sekarang Mel?"tanya Kirana lagi.
"Seperti nya kamu sudah terlambat Ra... Afian sudah pergi jauh dari kota ini sehabis menjenguk kamu...awalnya dia akan pergi dua hari lagi,tapi ntah kenapa...dia mendadak pergi hari ini...mungkin baginya udah gak ada lagi alasan untuk bertahan lebih lama dikota ini..."lirih Melisa lagi dengan perasaan sendu.
Deg...
***
Flash back off :
Setelah menukar tiket dengan boarding pass,seorang pemuda berjalan kearah pengecekan barang sambil menyeret kopernya yang lumayan besar.
Tap...tap...tap...
Seorang gadis berlari menghampiri nya dan langsung berhenti tepat didepan nya.
Deg
Hosh..hosh..hosh...
Gadis itu menatap kesal pemuda yang kini terdiam didepannya sambil menunjukkan wajah bingungnya.
"Kenapa loe Mel...abis maraton dibandara?"tanya pemuda itu sambil tertawa renyah.
Gadis itu mengatur napasnya perlahan dan menatap nyalang pemuda itu.
"Kenapa kamu tiba tiba pergi...bukannya dua hari lagi!"ketus Melisa dengan wajah kesal nya.
"Hehehe..tadinya sih gitu Mel,tapi kayaknya lebih baik sekarang deh ...lebih cepat kan lebih baik ..."celoteh pemuda itu dengan senyum smirknya.
Bugh
Awww!!!
Afian sedikit meringis saat Melisa dengan sadisnya menepuk kuat pundak nya.
"Loe kenapa sih Mel...lari larian dibandara... terus nimpuk gue...loe takut gue tinggalin?"tanya afian dengan senyum jahilnya .
"Iyaa...aku gak mau kamu tinggalin,aku gak mau kamu jauh,kamu udah janji kan sama aku untuk selalu disini terus...!!!"pekik Melisa dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Ulu ulu ulu.....Adik kesayangan gue..sini peyukk!!!"pekik afian dan menarik Melisa dalam pelukannya.
Melisa langsung menghambur memeluk afian erat dan mulai meledakkan tangisnya,tanpa menghiraukan orang orang yang ada disekitar mereka.
Hiks..hiks..hiks...
"Udah dong,jangan nangis... gue cuma keluar kota,bukan keluar negeri...lagian udah canggih juga kan nih zaman...loe bisa telpon ntar,udah jangan nangis...ntar makin jelek gue gak suka!"ledek afian sambil mengusap usap puncak kepala Melisa.
"Aku cantik sekali pun kamu tetap gak suka kan!"balas Melisa dan semakin mengeratkan pelukannya,takut takut bahwa pemuda itu akan meninggalkan nya dan tidak akan pernah kembali.
Afian terkekeh geli dan mengecup singkat puncak kepala gadis itu.
"Jaga diri baik baik ya..kuliah yang bener,pertahanin nilai bagus loe...terus jangan suka ketus ketus Ama Kirana...kalau ntar gue balik gue liat loe masih berantem Ama dia ..awas aja loe...gue jewer loe..."ancam Afian sambil menarik pelan telinga Melisa.
Awww!!!
Melisa melepaskan pelukannya dan menatap tajam Afian,air mata nya sudah mengering sejak afian mengomeli dirinya tadi.
"Yaudah gue pergi ya...jaga diri baik baik Mel..."Ucap afian sambil bersiap menarik kopernya dan berniat beranjak pergi.
"Sering sering main kesini...Aku gak mau kesepian ditinggal saudara aku lagi..."lirih Melisa dengan mata yang kembali berkaca kaca.
Afian tersenyum hangat dan mengusap pelan kepala Melisa.
"Iya...Ntar gue sering Balik kok,yaudah gue pergi ...bye Mel..."ucap afian dan mulai berjalan meninggalkan Melisa yang masih setia menatap punggung nya yang semakin berlalu menjauh dari pandangannya.
Setelah Afian masuk kearea pemeriksaan dan berlalu keruang tunggu,Melisa pun perlahan berjalan menjauh dari area bandara dan segera menaiki taxi yang ada terparkir dipinggir jalanan.
✨✨✨