Seorang pria tampan dengan setelan rapi bak pengusaha yang selalu membuat tatapan penuh suka dari para wanita sedang terduduk di jendela ruangan kerjanya. Tangannya merosot, yang semula berada di telinga saat ini berada pada perutnya dengan ponsel yang masih tergenggam di antara kuatnya kaitan jemarinya. Ia mendesah kesal, tak mengerti mengapa sedari tadi panggilannya selalu tidak dapat terhubung dengan sang kekasih. Sudah tiga hari ia merindukan kekasihnya, selama itu pula ia tak mendengar kabar dari kekasihnya. Seolah kekasihnya pergi begitu saja ditelan bumi.