Chereads / Love of the dreamer / Chapter 21 - Terdampar disisi baru III

Chapter 21 - Terdampar disisi baru III

Hanna terdiam di tengah kegelapan, setelah arthur berhasil membawanya keluar dari gua dan kini meninggalkanya sendiri, hanna hanya duduk dan menatap langit yang di penuhi awan yang bergerak mengikuti arah angin, ia mencoba bertanya pada langit apa dan dimana sekarang ia berada, tanpa ia sadari air matanya megalir di pipinya, ia mengusapnya seraya mengatakan pada dirinya sendiri ia akan baik baik saja, semua ini akan berlalu dan semuanya akan kembali seperti biasa.

"Akhh" Dadanya mulai terasa sesak, udara seperti menipis dan membuatnya sulit untuk bernafas, hanna berpegangan erat pada rumput di sampingnya, dan menatap ke arah dimana arthur pergi meninggalkannya tadi, ia berharap arthur muncul dari dalam kegelapan itu, tapi harapannya pupus saat orang yang ia tunggu tidak kunjung muncul, hanna mencoba mengatur nafasnya, ia tidak mau terlihat lemah oleh orang lain, dan akhirnya dikit demi sedikit ia mulai bernafas normal lagi. Matanya kembali menatap kelangit, karena saat ini hanya bintang dan bulan di langitlah yang membuatnya merasa tidak sendirian di tempat gelap itu.

Saat hanna masih termenung dengan pikirannya sendiri, ia tidak menyadari ada seseorang yang mendekatinya dan duduk di sampingnya, menatapnya dengan heran, lalu menghapus air mata yang mengalir di dagu nya, hanna terkejut dan langsung menatap kearah orang yang berada di sampinya itu.

"Kenapa kamu menangis?" tanya arthur.

Hanna menggelengkan kepalanya dan menghapus air mata yang masih tersisa di wajahnya.

Arthur menyodorkan sesuatu kehadapan hanna, yang ternyata adalah buah buahan yang telah arthur petik untuk hanna dan dirinya. Hanna pun menatap arthur dan mengambil buah itu dari tangan arthur lalu memakannya. Mereka berdua makan dalam diam tidak ada yang mau memulai percakapan di antara keduannya, lalu arthur bangun dan meletakkan kayu bakar yang tadi ia cari saat ia mencari buah buahan, tak lama kemudian percikan api mulai menerangi kegelapan yang menyelimuti mereka berdua, hanna terus menatap luka yang berada di punggung arthur, saat arthur menyadari tatapan hanna padanya, ia pun kembali duduk di samping hanna.

"Aku tidak apa apa, jadi tidak usah kau pikirkan" ucap arthur yang kembali meneruskan makannya.

"Aku tidak memikirkan mu, jadi jangan besar kepala" sahut hanna.

"Lalu kenapa kau menatap ku terus sejak tadi" tanya arthur.

"Aku bukan melihat mu tapi melihat kayu bakar itu" jawab hanna.

"Melihat kayu bakar? Memang apa yang aneh dari kayu bakar itu?" tanya arthur lagi.

"Ia sebelumnya adalah pohon yang sangat kokoh, ketika daunnya lebat ia melindungi sesuatu di bawahnya dari panas matahari, saat hujan ia memberikan sedikit kehangatan untuk yang berteduh di bawahnya, selama ia hidup ia selalu melakukan banyak kebaikan, bahkan sampai matinya pun ia masih memberikan kehangatan untuk orang di dekatnya" ucap hanna. Mendengar ucapan hanna arthur menatap kobaran api di depannya.

"Apa kamu tahu seperti apa sakitnya ketika dihimpit oleh kobaran api yang sangat panas?" tanya hanna. Arthur langsung termenung menatap hanna yang kembali meneteskan air mata. Hanna menunduk sesaat sebelum mendongak kelangit dengan mata tertutup dan air mata yang terus menetes.

"Rasanya pasti sangat menyakitkan, tapi kita semua tahu itu memang sudah menjadi takdirnya, jadi kita hanya bisa mengikuti alurnya saja". Ucap arthur. Mendengar kata kata arthur hanna malah menangis kencangang sampai arthur terkejut oleh tangis hanna yang pecah itu.

"Apa? ada apa??, kenapa kamu malah tambah kencang menangisnya" tanya arthur. Tapi hanna tetap menangis, arthur kebingungan sendiri apa yang salah dengan kata katanya, kenapa hanna malah menangis kencang, dan bagaimana cara menghentikan tangisan wanita disampingnya itu.

"Jika kau terus menangis kau akan membuat harimau dan binatang buas lainnya datang kesini" kata arthur yang berharap dengan kata kata itu hanna akan terdiam.

"HAAAAAAAA,,,HAAAAAAAAAAAAAAA"hanna malah tambah menjadi jadi.

"Ya tuhan kenpa malah jadi seperti ini" batin arthur. Ia meutup telinga dan matanya, karena tak tahan dengan tangisan hanna.

"Auuuuuuuuuuuuu..auuuuuuuu" terdengar suara srigala dari kejauhan dan itu membuat hanna terkejut sampai meloncat memeluk arthur.

"Haaaaaaaa!!!...ibuuuuu!!" ucap hanna yang memeluk erat tubuh arthur. Mata arthur langsung terbuka lebar mendapat pelukan yang sangat tiba tiba dari wanita di sampingnya, tubuhnya tidak bisa bergerak karena hanna terlalu kuat memeluk dirinya sampai ia susah bernafas.

"bisakah kau melepaskan aku" ucap arthur dengan suara tertekan karena sulit bernafas. Tapi hanna tidak bergeming sama sekali, saat suara serigala itu kembali terdengar hanna malah semakin erat memeluk arthur.

"Jika kau tidak mau melepaskan aku, akan aku tinggalkan kau disini agar serigala itu menyantap mu sampai habis" ucap arthur. Mendengar ucapan itu hanna langsung melepaskan pelukannya.

"Uhukk...uhuukkk" arthur mengontrol kembali nafasnya yang di buat sesak oleh hanna.

"Kau ini jahat sekali!!" ujar hanna dengan suara yang sedikit serak.

"Aku?? jahat?? Kau hampir membuat ku mati tapi aku yang kau bilang jahat??" jawab arthur dengan kesal.

"Kau menakkuti aku seperti itu juga jahat, ditambah kau yang ingin menyerahkan aku pada segala serigala itu" ucap hanna dengan kesal.

"Jika kau terus berbicara, kau akan benar benar aku tinggalkan disini" kata arthur. Hanna langsung duduk diam menatap arthur. Saat mereka berdua diam terdengar suara langkah kaki yang mendekat.

"aa---" mulut hanna langsung di bungkam oleh arthur, karena ia harus menajamakan pendengarannya. Terlebih lagi keadaan mereka saat ini yang bisa di bilang sedang di buru banyak orang, mengharuskan mereka untuk selalu berhati hati.

Tubuh hanna bergetar ketakutan, pikirannya sudah terisi sepenuhnya oleh hal hal buruk tentang binatang buas, namun ia tetap diam tidak bergerak mengikuti perintah arthur,,

Semakin lama, suara itu semakin mendekati tempat mereka,, suasana menegang seketika, hanna bercucuran keringat, sambil memegang erat bajunya.

"Sreekkkkkkk" suara semak semak yang langsung mengagetkan hanna dan membuat dirinya menutup mata dan telinganya lalu membungkuk sampai kepalanya hampir menyentuh tanah.

"Wussss" keheningan malam dan hembusan angin menbah ketegangan saat itu. mata arthur menatap tajam ke arah sumber suara, dan tanggannya menggenggam sesuatu yang tersembunyi di balik badannya

.

Ketika suara langkah kaki itu tiba tiba menghilang arthur tetap waspada sampai akhirnya.

"HAAAA!" ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari semak semak, dan suara itu tentu saja mengagetkan hanna dan arthur.

"WAAA!!!" arthur terkejut.

"HAAAA!!!" hanna menjerit karena suara itu.

arthur diam menatap sesuatu yang baru saja muncul di hadapannya.

"Sssssssttttt,....huhhhh" arthur menutup matanya dan mengepalkan tanggannya, ia sangat kesal dan melemparkan kerikil pada orang di depannya itu.

"Kau ini apa apaan sih" ucap arthur.

orang yang di ajak biacara hanya meringis sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kau sudah bosan hidup" ucap arthur kesal.

mereka tidak menyadari wanita di hadapan mereka kini tidak sadarkan diri karena ketakutan.

Arthur mengerutkan dahinya melihat hanna yang tidak kunjung mengangkat tubuhnya yang sedang membungkuk itu.

"Hei!!" Arthur terkejut ketika tubuh yang ia sentuh langsung terkulai ke tahan begitu saja.

"Kau ini selalu merepotkan aku" ucap arthur lagi yang menatap orang yang membuat kekacauan itu.

"Hahaha,,, maaf ka aku hanya ingin mengejutkan mu saja" ucapnya.

"Kau memang mengejutkan aku,, tapi kau juga membuat dia hampir mati ketakutan, jika dia kenapa kenapa kamu mau tanggung jawab??" tanya arthur kesal.

Yang ditanya menggelengkan kepala sangat cepat.

.

.