Tiba tiba sakit kepalanya menghilang dan Jia terjatuh seakan ada yang mendorongnya,tak lama ia bangkit dan menatapku dan mengambil beberapa foto dirinya dan keluarganya dan foti diriku di saku celananya, ia melempar foto itu ke hadapanku dan segera membakarnya.
"Hah...kau ingatkan kedua orang tuaku meninggal pada tahun lalu dan tepat hari ini aku membunuhnya,aku menyiksa mereka berdua layaknya kau Remi, awalnya aku tak bermaksud tapi keduanya kehabisan darah dan akhirnya mereka berdua mati sehingga aku dan adikku menguburnya di halaman belakang dan hingga saat itu aku selalu mendapat mimpi buruk, sering berhalusinasi,mencakar diriku sendiri dan membuat luka lebam saat aku tertidur. Sudah banyak masalah yang aku sudah lewati dan aku tak memberitahukanmu karena takut kau khawatir" kata Jia sambil menangis
Tak lama setelah itu Jia tiba tiba tertawa dihadapanku dan mengambil botol dan memecahkannya, ia menatapku sambil memegang botol yang sudah ia pecahkan sambil mengarahkan botol itu kelehernya dan mendorong pecahan botol itu sehingga merobek lehernya, ia terjatuh dan darahnya membasahi lantai. Melihat kejadian itu, Rey langsung melarikan diri tanpa mempedulikan keadaan Jia.
Aku menangis dan tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku berusaha menenangkan diri sambil berusaha mengambil pecahan kaca dan memutuskan tali yang terikat di tubuhku. Talinya lepas dan aku segera mengambil hp ku yang tergeletak dilantai dan menelpon polisi, tak lama setelah itu polisi datang dan berhasil menemukanku.
Akhirnya aku diibawa kerumah sakit bersama Jia tetapi sayang Jia meninggal saat diperjalanan menuju rumah sakit karena kehilangan banyak darah. Polisi mengecek CCTV yang aktif pada saat itu dan berusaha mencari keberadaan adik Jia.
Hari berlalu, aku akhirnya keluar dari rumah sakit, dan mendapat beberapa jahitan. Aku kembali ke kehidupanku yang baru , aku pindah ke tempat tinggal yang jauh lebih aman dan berusaha untuk melupakan semua mimpi buruk yang terjadi padaku pada masa lalu.
2 bulan berlalu, bel apartemenku berbunyi dan itu adalah polisi yang sudah menyelidik kasus Jia , polisi memberiku surat yang Jia tulis sebelum ia meninggal dan aku membacanya dengan seksama.
Surat itu berisi salam perpisahan Jia saat sebelum ia melakukan itu terhadapku, aku menangis dan masih bertanya-tanya mengapa Jia melakukan itu semua.
Aku melipat kembali surat itu dan hendak menyimpannya tapi masih ada surat kecil yang ia sisipkan. Aku rasa itu penyebab dia melakukan itu semua.
"Dia menghampiriku tiap malam dan membuat luka lebam ditubuhku. Makhluk itu..ia merubahku jadi monster. Aku tak bisa lari lagi!"
(End)