Setelah turun dari motor zeyfa menyerahkan helm yang dia pakai pada aksara lalu pamit dan masuk lebih dulu ke dalam rumah
aksara segerah menarik gas setelah melihat zeyfa masuk ke dalam rumah dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apa pun
sementara itu dari jauh di seberang jalan handaru yang masih setia mengikuti mereka dari tadi berdiri di depan rumahnya memandang kepergian aksara dengan banyak pertannyaan yang ada di kepalanya
handaru tidak mendapatkan apa apa dengan mengikuti mereka dia hanya melihat mereka berbicara serius lalu pulang dan tidak ada yang wah dari pertemuan mereka hari ini
"bodo amat lah" Ucap handaru dengan frustasi lalu masuk ke dalam rumah handaru sudah berada di titik dimana dia menyerah untuk mencari tau lebih banyak,
terkadang lebih baik tidak tau apa apa dari pada terlalu banyak tau apa apa.....
aahhh sudahlahh
beralih pada pemeran utama kita yang sedang duduk manis di depan kasir
sambil membaca novel melalui handphone nya tidak lupa dengan berbagai cemilan di depannya
tangan kiri nya sibuk menggeser layar sedangkan tangan yang nganggur bertugas memasukkan cemilan ke dalam mulut
"zeyyyy,,,kamu jangan kemana-mana yahh"
"hhmmm" zeyfa menyaut seadannya lalu menatap ibunya cepat
"bunda mau kemana? " zeyfa menatap ibunya tidak senang karena akan di tinggal sendirian
"sebentar doang kok,, bunda mau ambil sesuatu di rumah"
"kalau ada yang datang gimana? "
"di usir,, yaaa di layani lahhh kamu ini gimana sih,,, jangan kemana mana duduk aja disitu bunda nggak lama"
zeyfa berlari hendak menahan bundanya tapi dia kalah cepat pintu itu sudah tertutup
sebentar kata bunda nya hahh dia pikir zeyfa akan percaya
zeyfa memilih duduk saja dan berdoa semoga tidak ada yang datang saat dia berjaga sendirian
baru saja zeyfa berucap dalam hati seseorang telah masuk dan berdiri di depannya
zeyfa mematung melihat orang yang ada di depannya
keduannya saling menatap tanpa memulai pembicaraan sampai dering telpon menyadarkan zeyfa
di ambilnya handphone dan melihat nama bunda tertulis di layar
"halo bunda"
"zey,,, bunda lupa siang ini ada pesanan yang harus di antar"
"teruss? "
"kamu antar lahh, bunda masih lama"
"terus siapa yang jaga toko? "
"tutup aja dulu"
"iyaa bund"
sambungan langsung di matikan oleh bundanya zeyfa menghela nafas malas
"ehemm"
saking kesal nya zeyfa sampai lupa orang yang ada di depannya
"aahhh maaf kak saya mau antar pesanan tokonya mau di tutup"
"iya" ucap zay singkat
zeyfa tersenyum singkat merasa lega untung saja seniornya itu tidak menolak
zeyfa langsung mengecek pesanan yang di maksud bundanya
tangannya terhenti menatap heran kenapa zay masih berdiri dan belum keluar
tapi melihat bagaimana zay menatap nya zeyfa buru- buru mengalihkan pandangannya fokus ke komputer di depannya
zeyfa bernafas lega melihat zay langsung keluar
zeyfa segera mengambil pesanan yang di maksud dan waw ternyata banyak mau di buat apa bunga sebanyak ini?
zeyfa mengangkat bunga bunga itu kesusahan melangkah pelan
di letakannya di depan toko dan masuk lagi mengambil bunga yang tersisa
setelah bunga terakhir di letakan zeyfa hendak memesan taksi online tapi aksinya terhenti saat di lihatnya zay malah mengangkat bunga bunga pesanan orang itu ke dalam mobil miliknya
"loh kak"
jangan bilang zayndra ingin menculik semua bunganya karena kecewa di usir tadi?
"kak kenapa di angkat semua? "
"gue antar"
belum sempat menolak zay sudah menarik tangannya dan membukakan pintu mobil secara naluri zeyfa masuk pikirannya masih kosong ada apa dengan orang ini
zayndra fokus menyetir sedangkan zeyfa sibuk dengan pikirannya sampai mereka memasuki komplek perumahan mobil hitam itu masuk ke pekarangan rumah
"nggak mau turun? "
"hah?,,,oohh iyaiya" dengan kaku zeyfa membuka pintu mobil dan keluar tapi tunggu dulu dia kan tidak bilang apa apa ke zay tadi kemana bunga bunga itu harus di antar? lalu ini rumah siapa?
"ngapain bengong disitu? ayo"
zeyfa melihat zay yang sudah berdiri di depannya denga bunga bunga itu di kedua tangannya
zeyfa mengangkat sisa bunga yang ada di mobil dan berlari lari kecil menyusul zayndra
"ini rumah siapa? "
zeyfa bertanya pada zay saat sudah di sampingnya
"rumah gue" jawab zay sambil membuka pintu rumah
zeyfa mematung di depan pintu apa tadi dia bilang rumah gue? gue dia bilang...