Chereads / TANIA / Chapter 13 - 12. Sahabat Baru

Chapter 13 - 12. Sahabat Baru

Saat ini Tania sedang berada di taman kompleknya.Setelah terjadi pertengkaran dengan papahnya, Tania memilih untuk menenangkan dirinya di taman ini.

Sebenarnya Tania juga sedih jika harus duduk lagi di taman ini.Membuatnya teringat dengan kenangan masa kecilnya dulu bersama king-nya.

Tania menangis mengingat pertengkaran tadi.

Tania melihat ada banyak anak-anak remaja seusianya yang sedang nongkrong bersama teman-temannya di salah satu warung.

Disaat Tania sedang melihat mereka yang sedang menikmati kebersamaan, tiba-tiba salah satu laki-laki dari mereka melihat ke arah Tania yang sedang memperhatikan ia dan teman-temannya.Karena tertangkap basah, Tania membuang muka ke samping karena malu.

Beberapa menit kemudian...

Tiba-tiba Tania merasa ada seseorang yang duduk disampingnya.Tania menoleh dan mendapati seorang laki-laki yang tadi menangkap basah Tania yang sedang memperhatikan nya.

"Kenapa lo sendirian disini?"tanya laki-laki itu yang diketahui bernama Alvaro.

Tania langsung menghapus bekas jejak air matanya dan diam enggan menjawab pertanyaan seseorang yang tidak ia kenali.

"Terserah, tapi malem-malem gini bahaya perempuan sendirian"ucap Al.

Tania hanya diam. Melihat itu, Alvaro melepaskan jaketnya yang terdapat nama genk motornya yaitu 'MOONLIGHT'.

"Udara malam bisa buat lo sakit" ucap Al sambil memakaikan jaketnya.

"Eh gak us--"ucapan Tania untuk menolak terpotong.

"Gak usah banyak ngomong"balas Al.

"Tapi lo gimana? Nanti lo juga kedinginan"

tanya Tania.

"Gampang lah itu, gang penting lo dulu"jawab Al.

Tania hanya mengangguk menurut.

Lalu mereka diam untuk beberapa saat. Sampai Tania memilih untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu. Hanya sekedar basa-basi saja.

"Lo tinggal di komplek ini juga?"tanya Tania.

Al mengangguk "Iya.. Lebih tepatnya sih baru seminggu"jawab Al.

Tania ikut mengangguk mengerti.

"Kok lo bisa ada di sini malem-malem begini?" tanya Al.

Tania hanya menggeleng.

"Gue ramal lo lagi ada masalah ya?"tanya Al.

"Udah kayak Dilan sang peramal aja lo"jawab Tania sambil terkekeh geli.

"Yee lo mah....gue serius tau.Kalo lo ada masalah cerita setidaknya ke orang terdekat lo misalnya orang tua lo atau sahabat lo"ucap Al mulai bijak.

"Nyokap gue ada di suatu tempat yang jauh. Sementara gue tinggal sama bokap dan ibu tiri gue"jawab Tania sambil memandang ke depan dengan tatapan kosong.

"Sorry ya...gue gak tau"ucap Al pelan karena merasa bersalah.

"It's Ok" jawab Tania singkat.

"Tapi pastikan lo punya sahabat dekat kan?" tanya Al pelan takut salah bicara.

Tania menatap Al dan mengangguk "Punya kok.Dia baik banget dan ceria"jawab Tania.

"Berarti lo bisa donk cerita sama sahabat lo" ucap Al.

Tania mengalihkan pandangannya "gue cuma gak mau jadi beban buat dia dan bikin dia khawatir"jawab Tania lirih.

"Atau gak lo bisa kok cerita sama gue. Kita bisa kok jadi temen, bahkan jadi sahabat pun bisa"ucap Al.

Tania langsung menatap mata Al lama.

"Lo beneran mau sahabatan sama gue?"tanya Tania dengan mata berbinar.

"Iya, kita bisa saling berbagi cerita kan? Lo bisa cerita tentang masalah lo ke gue dan begitu juga sebaliknya"jawab Al mantap.

Tania tersenyum dan mengangguk.

"Gue mau banget. Makasih banget lo udah datang di saat gue lagi kayak gini. Gue bersyukur banget Tuhan masih kasih orang baik untuk dekat dengan gue. Sekali lagi makasih"ucap Tania senang.

"Gak ada kata Terima Kasih di antara sahabat" balas Al.

"Eh tapi kita udah sahabatan tapi belum kenal sama sekali loh. Nama lo siapa?"tanya Al.

"Ohh iya sampai lupa. Nama gue Tania Grizelle Aditama, lo bisa panggil gue Tania ataupun Griz"jawab Tania.

"Orang lain biasa panggil lo apa?"tanya Al.

"Tania"jawab Tania.

"Oke gue manggil Griz aja supaya beda dari yang lain"balas Al.

Tania terkekeh "Sebenarnya panggilan itu cuma di pakai sama mamah dan keluarga mamah gue, tapi buat lo spesial dehh"jawab Tania sambil tersenyum.

"Nama lo sendiri siapa?"tanya Tania.

"Alvaro Rayn Brown, terserah mau panggil apa. Honey juga boleh"jawab Al menggombali Tania.

"Gue panggil lo Al atau Varo nih?"tanya Tania.

"Lo juga harus spesial, panggil Al aja. Karena Al hanya di pake sama orang tersayang gue"

jawab Al.

"Ok..."balas Tania.

"Udah malem lo gak pulang?"tanya Al.

"Tapi gue masih mau disini"jawab Tania.

"Ya udah gue temenin sebentar, setelah itu gue anter pulang"balas Al.

"Gak usah kali Al"ucap Tania.

"Gak ada penolakan"balas Al.

Tania akhirnya mengangguk menurut.

🌟🌟🌟

Seperti perkataan Al tadi, Al mengantar Tania dengan berjalan bersama. Alasannya sih supaya bisa ngobrol lagi.Tania sudah berada di depan rumahnya dengan Al.

"Thanks ya Al udah mau temenin gue dan jadi sahabat gue"ucap Tania.

"Terima kasih kembali Griz"balas Al tersenyum lebar.

"Oh iya, gue minta nomor telpon lo donk"ucap Al sambil menyodorkan ponsel nya.

Tania langsung mengambil ponsel Al dan mengetik nomornya.Lalu Tania mengembalikan lagi ke Alvaro.

Alvaro mengambil dan langsung menyimpan nomor Tania.

"Grizz cantik..."ucap Al sambil mengetik nama Tania di ponsel nya.

Tania hanya terkekeh.

"Ya udah masuk sana udah malem, jangan lupa cuci muka,berdoa, dan mimpi indah apalagi mimpiin gue"gombal Al.

"Siap boss...yehh itu sih maunya lo"balas Tania.

"Bye... jangan pulang malem banget Al, hati-hati"ucap Tania.

"Siap ibu negara..."balas Al sambil memberikan penghormatan kepada Tania.

Tania berjalan masuk ke dalam rumah.

Saat di pintu Tania menoleh ke belakang,

dan masih menemukan Al sedang memperhatikannya sambil tersenyum.

"Al..."panggil Tania.

"Ya"jawab Al.

Tania terdiam sejenak.

"Good Night Al"ucap Tania.

Al tersenyum "Good Night too Princess Griz" balas Al.

Tania tersenyum dan melambaikan tangannya. Al membalas dengan melambaikan tangannya.

🌟🌟🌟

Tania masuk ke dalam rumah nya.

Rumahnya tampak sepi, mungkin semua orang di dalam kamar. Tania langsung menaiki tangga menuju kamar.

Sampainya di kamar, Tania mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur dan bersiap tidur. Setelah itu, Tania naik ke ranjang nya dan berbaring sambil menutup mata untuk tidur. Tiba-tiba ponsel Tania berbunyi, tanda ada pesan masuk.Ternyata dari nomor tidak di kenal.

08** **** ****

P

Svbck Alvaro

Ok

Tidur

Udah malem

Iya

Ini udah mau tidur kok

Good Night

Sweet Dreams...

Night too...

______________________&_______________________

Setelah itu Tania menaruh kembali ponselnya diatas meja dan naik ke atas ranjang kesayangannya. Sebelumnya, Tania tidak lupa untuk menyimpan nomor telepon Alvaro.

Tania mulai memejamkan mata nya dan mulai terlelap untuk menyambut mimpi indah nya.

Tania sangat beruntung, masih ada orang yang baik dan peduli kepada nya. Bahkan mau menjadi sahabat nya.

Ternyata Tuhan masih baik untuk mengirimkan orang yang peduli dengannya.

Tania berharap kebahagiaan ini bisa menjadi kebahagiaan yang abadi selamanya.