Chereads / TANIA / Chapter 5 - 04. Make Brownies

Chapter 5 - 04. Make Brownies

Saat ini Tania dan Arsen sedang berada di jalan menaiki motor sport milik Arsen.

"Lo mau bawa gue kemana sihh?"tanya Tania kesal.

"Apa yang lagi lo rasain sekarang?"tanya Arsen balik bertanya.

Tania terdiam sejenak, lalu menjawab...

"Kesepian..."gumam Tania namun masih dapat di dengar oleh Arsen.

"Gue tau harus bawa lo kemana"balas Arsen sambil tersenyum tipis,sangat tipis.

🌟🌟🌟

Lalu mereka tiba di depan sebuah rumah yang sangat besar.

"Kita dimana??"tanya Tania sambil mengamati rumah didepannya.

"Keluarga gue"jawab Arsen santai.

"Gila lo ya!?? Belum jadi aja udah dikenalin ke ortu"ujar Tania tanpa sadar.

"Oh jadi minta di jadiin...?!"goda Arsen.

"Ahh...ehh... enggak enak aja lo"ucap Tania gugup karena salah tingkah.Lalu Tania menunduk untuk menutupi rona merah di pipinya.

"Lo kepanasan? Kok pipinya merah!?"goda Arsen.

"Ck...apaan sih lo.Ngeselin banget...!!!"ucap Tania kesal sambil menatap Arsen.

"Udahlah ayo masuk..."ajak Arsen sambil menarik tangan Tania untuk masuk.

"Heh lo kira tangan gue tali tambang apa? Main tarik-tarik aja"ucap Tania kesal.

Arsen tersenyum tipis.

🌟🌟🌟

Mereka sudah memasuki rumah besar itu.

"MOM...."teriak Arsen.

"Jangan teriak-teriak Arsen mamah ada di dapur"ucap seorang wanita yang berada di dapur.

"Sini dulu mah..."panggil Arsen.

Lalu wanita itu datang menghampiri mereka.

Wanita yang sudah berumur sekitar 39 tahun dengan wajah yang tetap awet muda.

"Ada apa sih teriak-teriak?"tanya wanita itu yang diketahui namanya adalah Kiran.

"Loh...loh...lohh...ini siapa kok cantik banget?" tanya Kiran.

"Ini temen Arsen, Mama temenin dulu ya. Karena Arsenn mau ganti baju dulu"ucap Arsen.

"Ya udah sana ganti baju dulu"ucap Kiran.

Lalu Arsen pergi meninggalkan mereka berdua untuk mengganti pakaiannya di kamar.

"Nama kamu siapa cantik?"tanya Kiran sambil mengusap rambut Tania.

"Nama aku Tania tante"jawab Tania sopan.

"Nama yang cantik sama seperti pemiliknya" puji Kiran.

"Ah terlalu berlebihan tante,biasa aja kok.

Harusnya Tania loh yang puji tante karena masih cantik dan awet muda"balas Tania.

"Biasa aja kok..."ucap Kiran.

"Oh iya tante lagi buat brownis kesukaan Arsen di dapur.Kamu tunggu sini gak papa?" tanya Kiran.

"Kalau boleh, Tania mau bantuin tante di dapur boleh gak?"tanya Tania meminta izin.

"Boleh donk...masa gak boleh!?"balas Kiran tersenyum.

"Yukk..."ajak Kiran.

"Iya tante..."balas Tania.

Lalu mereka berjalan ke dapur.

Kiran menyiapkan peralatan untuk pemanggang kue.Sedangkan Tania,ia membantu mengaduk adonan.

"Kamu pacar Arsen ya?"tanya Kiran memecahkan keheningan.

"Enggak kok tante, Tania sama Arsen cuma temen"jawab Tania menjelaskan.

Kiran tersenyum manis.

"Kalaupun pacaran gak papa kok, asalkan kalian sebagai remaja harus tahu batasannya"

jelas Kiran.

"Tapi masa sih kalian gak pacaran?? Karena sebelumnya Arsen belum pernah bawa perempuan cantik ke rumah"ucap Kiran sedikit curiga.

"Tania juga gak tau tante, tiba-tiba di bawa kesini"balas Tania.

"Tania gak usah panggil tante ya, panggil mamah aja.Supaya sama kayak Arsen"pinta Kiran.

"Oh iya tan, ehhh...maksudnya mah"balas Tania sedikit canggung.

Lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka.

Saat menunggu brownies yang sedang di dalam oven, mereka berbincang ria di kursi yang berada di dapur.

"Arsen suka ya mah sama brownies?"tanya Tania.

"Bahkan suka banget.Arsen sama adiknya, Alleta itu sama banget.Sama-sama suka brownies choco chip.Alerginya pun sama, sama-sama alergi udang"jawab Kiran.

"Kalo Tania tinggal dimana?"tanya Kiran.

"Ohh kalo Tania tinggal di komplek 'Permata Kirana Residence' tan...ehh maksudnya mah" jawab Tania.

Kiran hanya tersenyum.

"Gak usah canggung,anggap saja kita semua keluarga"ucap Kiran.

"Iya mah..."jawab Tania.

🌟🌟🌟

"Tania mamah boleh minta tolong gak?"tanya Kiran.

"Boleh..."jawab Tania.

"Tolong panggil Arsen di kamarnya di lantai dua pintu abu-abu"ucap Kiran.

Tania membeku sejenak,lalu ia tersadar.

"Oh iya mah..."ucap Tania.

Lalu dan yang menaiki tangga menuju lantai dua.Tania melihat pintu berwarna abu-abu seperti yang dikatakan oleh Kiran.

Tania berkali-kali mengetuk pintu tersebut,

tapi tidak ada jawaban satupun.

Akhirnya Tania bertekad untuk masuk ke dalam kamar tersebut.

Saat Tania masuk, ia melihat Arsen yang sedang tidur pulas.

"Yah kalau kayak gini pantesan nggak ada jawaban orang manusianya lagi molor..." ucap Tania kepada diri sendiri.

Lalu Tania mengambil guling yang berada di samping Arsen. Lalu Tania memukul tubuh Arsen dengan guling tersebut.

"Duh...woy sakit,siapa sih?"tanya Arsen kesal.

Lalu Tania menghentikan kegiatannya dan menatap Arsen.

"Gue, kenapa?"tanyanya balik.

"Gila lo ya? orang lagi enak-enak tidur malah di pukul"ucap Arsen kesal.

"Jangan salahin gue donk...elo noh, dari tadi gue ketok-ketokin pintunya malah gak jawab-jawab"balas Tania.

"Ohh...lo ngapain ke kamar gue?"tanya Arsen.

"Dari tadi gue udah ngomong panjang kali lebar dan elo cuma jawab ohh...gila sih lo...ck..ck..ck.."jawab Tania.

"Alay lo..."balas Arsen.

"Enak aja alay... gue tuh kesini mau ngasih tau kalo brownies nya udah jadi"ucap Tania.

"Ohh..."balas Arsen.

"Gila sih lo...."ucap Tania menggeleng-gelengkan kepalanya.

Lalu Arsen keluar terlebih dahulu dan diikuti oleh Tania di belakangnya yang sedang menggerutu tidak jelas.