Chereads / TANIA / Chapter 4 - 03. Flashback

Chapter 4 - 03. Flashback

Hari ini tepat pukul delapan pagi, di hari sabtu ini Tania memutuskan untuk pergi ke sesuatu tempat untuk mengistirahatkan pikiran nya.

Tania berjalan menuruni tangga rumahnya.

saat ia hendak berjalan ke arah pintu, seseorang berkata.

"Hei anak kurang ajar,saya sudah memberitahukan kepada papah kamu tentang kamu pulang bersama laki-laki"ujar Reina.

"Penting?"tanya Tania meremehkan.

"Dasar kurang ajar... ternyata kamu sama ya sama seperti mama kamu.GAK TAHU MALU"

Tania mulai geram, lalu menoleh kearah Reina.

Plakk....

Tania sangat geram dan menampar pipi Reina.

"Kurang ajar kamu..."geram Reina.

"Anda dengar ya,selama ini anda memperlakukan saya tidak manusiawi, saya hanya diam dan menerima.Tapi jika anda membawa saya, saya enggak bakalan tinggal diam.Apa anda bilang?Saya dan Mama saya nggak tahu malu?? Harusnya saya yang berkata seperti itu.Apa Anda tidak malu sudah merebut milik orang lain dengan hal yang sangat keji?"ujar Tania menusuk.

"Saya akan memberitahu kepada papa kamu" ancam Reina.

Sebenarnya kali ini Reina takut dengan Tania yang berubah 180° dari Tania kemarin yang ia siksa.

Tania berjalan maju mendekati Reina.Reina mulai berjalan mundur.

"Anda pikir saya takut!?"remeh Tania.

"Kenapa mundur?Mulai takut?"tanya Tania meremehkan.

"Saya gak pernah takut dengan siapapun" tegas Reina.

"Suatu saat nanti saya akan mengambil segala hak saya yang sudah anda ambil."

"Ingat!!!!..Anda hanya sampah yang dipungut oleh papah saya.Yang awalnya sudah menjadi sampah, pada akhirnya pun akan menjadi SAMPAH!!! Camkan itu...!!!"ucap Tania sangat tajam.

"Apa yang kamu katakan hah...??"tanya Reina sangat geram.

"Anda tuli atau bagaimana??Gak perlukan saya menjatuhkan harga diri anda lagi??Uppss...salah.Bukannya harga diri anda sudah jatuh sejak lama?!"ucap Tania sangat menyayat hati.

Reina sampai menjatuhkan air mata karena ucapan Tania yang sangat menjatuhkan harga dirinya.

"Gak perlu anda mengeluarkan air mata palsu anda"ucap Tania.

"Ternyata bertengkar dengan anda hanya membuang-buang waktu saya yang berharga.

Bahkan lebih berharga dari harga diri anda!!!"

ucap Tania sangat menohok.

Lalu Tania pergi keluar dari rumah menuju ke sesuatu tempat yang dapat menenangkannya saat ini.

🌟🌟🌟

Tania sedang duduk di salah satu kursi taman.Tempat yang banyak menyimpan segudang kenangan.Tania teringat dengan sahabat kecilnya yang sekarang pergi entah kemana.Ia mengingat kenangan terakhir ia bersama sahabatnya.

Flashback ☄️

Seorang anak perempuan cantik sedang duduk di kursi taman dengan wajah yang lesu.

"Ania...."panggil seorang anak laki-laki sambil menyembunyikan sesuatu di tangannya yang ia sembunyikan dibalik punggung nya.

"Niel kemana aja sih??Ania udah lama lohhh nunggu di sini"ucap anak perempuan itu kesal.

"Maafin Niel ya,Ania jadi lama nungguin Niel..." ucap anak laki-laki itu sambil menunduk.

"Gak papa Niel...Tapi Niel jangan kayak gitu lagi ya...Janji?"tawar Tania sambil menjulurkan kelingkingnya.

"Maafin Niel ya..Janji.."ucap Daniel sambil mengeluarkan salah satu tangannya dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Tania.Lalu mereka tersenyum.

"Oh iya...Niel bawa sesuatu loh buat Ania,Tara..."ucap Daniel sambil mengeluarkan sesuatu yang dari tadi ia sembunyikan dibalik tubuhnya.

Sebuah mahkota cantik.

"Ini buat Ania?"tanya Tania sumringah sambil mengambil mahkota ditangan Daniel.

"Iya donk...ini untuk Princess nya Niel"jawab Daniel sambil mengenakannya di kepala Tania.

"Makasih Prince-nya Ania"ucap Tania tersenyum.

"Sama-sama Princess-nya Niel"balas Daniel.

Lalu mereka bermain bersama.

-

-

-

Usai bermain mereka duduk lagi di kursi taman yang tadi.

"Ania..."

"Suatu saat nanti kalo kita pisah,kamu jangan lupain aku ya dan jangan hilangin mahkotanya.Kamu akan selalu jadi Princess-nya Niel, Janji...."ucap Daniel sambil menjulurkan kelingkingnya.

"Janji..."ucap Tania sambil menautkan kelingkingnya dengan kelingking Daniel.

"Emang Niel mau tinggalin Ania?"tanya Tania lesu.

"Niel gak akan tinggalin Ania.Ania kan Princess-nya Niel, jadi Prince nya Princess harus jagain Princess-nya donk"ucap Daniel.

Lalu Tania kembali tersenyum.

☄️☄️☄️

Sungguh indah kenangan masa kecilnya bersama Prince nya.

"Niel sekarang dimana?? Katanya janji mau jagain Ania? Kok sekarang kamu hilang?" gumam Tania dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

Tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya sambil menyodorkan sapu tangan.

"Hapus air mata lo"ujar nya datar membuat Tania menoleh.

"Ngapain lo disini?"tanya Tania mengelap air mata nya dengan tangannya, enggan mengambil sapu tangan tersebut.

Lalu cowok itu memasukan sapu tangan itu kedalam saku celananya.

"Belum puas Lo bikin gue kesel kemarin?" tanya Tania.

Ya, laki-laki itu adalah Arsen.Arsenio Edzard Adijaya.

Arsen hanya diam menatap ke depan.

"Ngapain lo disini?"tanya Tania sengit.

Karena gemas dengan Tania, akhirnya Arsenn mencubit pipi Tania.

"Lehhh....pashhhh...iinnn"ucap Tania minta dilepaskan.

"Bawel sihh Lo..."akhirnya Arsenn melepaskan cubitannya.

"Udah ah mending gue pulang, dari pada kena sial bareng Lo"ucap Tania memakai tasnya lalu berdiri.

"Ayo...."ucap Arsen menarik tangan Tania.

"Ehh...Lo mau lo mau bawa gue kemana lagi sihh??"ucap Tania kesal.

"Berisik"ucap Arsen dingin.

"Dasar kulkas..."gumam Tania namun masih dapat di dengar oleh Arsen.Arsen hanya dapat tersenyum tipis.