Aldric sudah bersiap sejak pukul tiga, mereka memilih untuk melangsungkan pesta di sore hari dan dilanjtukan dengan makan malam beberapa keluarga dan kerabat. Setelah begitu banyak kejadian butuk yang datang sili berganti mereka memutuskan untuk membuat semuanya jauh lebih privat dengan menggelar pesta pernikahan di Italia, tepatnya di Villa Pizzo, danau Como.
Hanya mengundang tak lebih dari lima belas orang termasuk anggota keluarga inti mereka, pesta pernikahan itu diharapkan dapat berlangsung dengan romantic, sacral dan hangat dikelilingi keluarga dan teman dekat saja. Semua tamu undangan menginap di Villa bersama pengantin.
Pukul empat sore waktu setempat, lima belas menit sebelum acara, Aldric berjalan menuju ruangan tempat calon isterinya sedang berhias.
"Hei… mempelai pria tidak diperbolehkan masuk." Hardik Stefanie, salah satu sepupu Aldric yang memang berdomisili di Italy dan hadir di pernikahan itu.
"Aku sangat ingin melihatnya." Ujar Aldric.