Chereads / Jadi Kamu Selalu Mencintaiku / Chapter 20 - Cepat atau Lambat, Dia adalah Milikku (4)

Chapter 20 - Cepat atau Lambat, Dia adalah Milikku (4)

Dua orang gadis yang berdiri berhadap-hadapan di depan seorang perempuan yang usianya baru sekitar dua puluhan. Rambutnya panjang hingga pinggang, ia mengenakan gaun putih dan sedang mendengarkan pembicaraan dua orang teman yang ada di depannya, tapi ia tidak ikut berbicara. Ia memandang Ji Anning yang berdiri di tengah-tengah pemeran lainnya, dengan senyuman licik di mulutnya.

"Ayo kita mulai, semuanya bersiaplah."

Saat itu Ji Anning mengenakan gaun terusan putih, rambutnya yang sepanjang pinggangnya tergerai, dan penata rias meriasnya dengan riasan yang sederhana.

Begitu penata rias selesai meriasan, sutradara yang ada di sana berteriak dengan menggunakan pengeras suara untuk menyuruh semua orang bersiap-siap.

"Anning cepat pergi ke sana."

Kak Hong berlari ke arah Ji Anning, meraih lengannya dan menariknya ke tempat shooting. Kemudian Kak Hong menjelaskan tentang adegan yang harus ia lakukan nanti sambil berjalan menuju lokasi shooting.

Adegan yang akan ia lakukan itu untuk menggantikan pemeran wanita utama dan pemeran wanita yang lainnya terlibat dalam perkelahian hebat, hingga pada akhirnya pemeran wanita yang lainnya itu harus menyeret pemeran utama wanita ke laut, dan hampir mencekik pemeran utama hingga mati.

Pemeran utama wanita dalam film kali ini adalah Wan Yue'er yang kini sedang naik daun, dan pemeran wanita lainnya adalah pasangan wanita yang kejam dalam sebuah drama pertempuran, ia adalah Qin Jiaxuan.

Ji Anning memunggungi lensa kamera dan berdiri berhadapan dengan Qin Jiaxuan.

Semua peralatan untuk shooting sudah siap dan sutradara pun berseru, "Action!"

Sebelum Ji Anning sempat bereaksi, wanita berambut bob itu sudah mengulurkan tangan dan menjambak rambutnya.

Ia berteriak kesakitan, "Ah!"

Ia merasa kulit kepalanya akan terkelupas.

"Cut!"

Sutradara tiba-tiba menghentikan shooting, dan memarahinya, "Kamu ini benar-benar pemeran pengganti atau bukan? Kami tidak perlu mendengar suaramu berteriak, dan jangan buat suara sedikit pun."

Ini berarti ia tidak boleh berteriak meskipun merasa kesakitan. Ya, Ji Anning lupa bahwa ia sedang berperan sebagai pemeran pengganti ketika ia merasakan sakitnya saat dijambak barusan.

Setelah sutradara memarahinya, kemudian Ji Anning pun menganggukkan kepalanya, ekspresi wajahnya seolah menunjukkan bahwa ia sudah memahaminya, dan ia pun kembali pada posisinya semula, merapikan rambutnya lagi, dan memulai lagi adegan dari awal.

Sutradara mengulangi aba-abanya, "Action!"

Qin Jiaxuan bergegas berjalan arahnya dengan agresif, kemudian menjambak rambutnya, dan menyeretnya hingga ke arah air laut.

Ji Anning menahan rasa sakit saat dirinya diseret hingga ke dalam air.

"pfftt…."

Tiba-tiba, Qin Jiaxuan tertawa.

Kemudian ia pun melepaskan jambakan rambut Ji Anning dan melihat ke arah sutradara seolah ia sedang meminta maaf.

Keceplosan tertawa saat shooting berlangsung adalah hal yang tidak dapat dihindari, dan adegan yang sudah lakukan barusan terpaksa harus dilakukan ulang lagi.

Take video yang sudah diambil beberapa kali, namun disaat take berlangsung terjadi berbagai macam kesalahan hingga membuat sutradara berteriak 'cut', salah satu kesalahan di antara tiga laki melakukan take itu karena Qin Jiaxuan yang keceplosan tertawa.

Ji Anning tidak bisa merasakan rasa sakit kulit kepalanya lagi, matanya merah, dan penata rias sedang menata rambutnya untuk bersiap melanjutkan shooting.

Saat sisir itu menyentuh kulit kepalanya, ia merasa sangat kesakitan hingga tubuhnya gemetar.

"Apakah pemeran pengganti memprovokasi Qin Jiaxuan?"

Qi Helian bermalas-malasan di kursi yang selalu ia bawa itu. Payung besar di atasnya, cukup untuk melindungi dirinya sendiri, manajer dan asistennya dari sengatan sinar matahari.

Saat ini suasana hatinya sedang bagus, karena hari ini adalah hari pertama ia akan memulai shooting, namun tiba-tiba ia suasana hati menjadi buruk saat ia menatap Ji Anning sambil meminum minuman dingin.

"Bosan?" 

Tiba-tiba, seseorang yang berbadan tinggi tampak berjalan dari belakang Qi Helian kemudian berpindah ke sebelahnya.

Suara yang dirasa sudah sangat familiar membuat Qi Helian langsung bersemangat. Sepasang mata phoenix yang sipit, tampak bersinar karena kegembiraan. Ia mengangkat kelopak matanya dan melihat ke atas, "Yo... yo… yo..., Tuan Muda Ji, kamu benar-benar merindukanku ya."

Qi Helian berkata sambil membalikan badannya dan mengulurkan tangannya untuk memeluk pria yang ada di sebelahnya itu, pria itu sepertinya sudah menebak Qi Helian akan melakukan ini padanya. Kemudian ia pun mundur selangkah dan melarikan diri dari pelukan Qi Helian sambil menundukkan kepala dan seolah ia merasa jijik padanya.