Sudah tiga hari berlalu kini kondisi Kenzo sudah membaik bahkan lebih baik..seharusnya dia sudah pulang di hari kedua tapi entah kenapa dia seperti betah di rumah sakit..mungkin ia betah untuk merepotkan Eliza .
pasalnya selama tiga hari di rawat, Kenzo tak henti-hentinya membuat Eliza kewalahan.
dan selama tiga hari pula Eliza merasa kesal karena kelakuan Kenzo.
betapa senang nya Kenzo menjahili Eliza .ada saja ide-ide jahil Kenzo .harus inilah harus itulah, bersihin inilah, kupasin itulah...hadeh rasanya mati rasa tubuh Eliza saat ini.
sebenarnya Eliza bisa saja menolak tapi lagi-lagi Kenzo selalu mengancam Eliza dengan kata-katanya itu.
tapi sekarang ia bisa bernafas lega, pasalnya Kenzo sudah kembali pulih dan akan segera pergi..
'hus...sana pergi yang jauh kalo bisa jangan hidup sekalian...'batin Eliza pun berbicara...
Eliza pun tak henti-hentinya tersenyum senang karena dia bisa terbebas dari si siluman rubah tua itu.
"Seneng banget kamu...abis dapat lotre ya semalem."ucap Kenzo.
"Hahah..bukan hanya lotre tuan..tapi masih banyak lagi keberkahan...akhirnya saya bisa bernapas lega.."ucap Eliza sambil tak henti-hentinya tersenyum senang.
"Cih...lebay..!!."sulutnya
"Ouh iya tuan, anda kapan pulang ya???ini sudah siang loh..".tanya Eliza .
"Sepertinya kamu senang sekali saya pulang..??".ucap Kenzo.
'emang' dalam hati Eliza
"Ehh....bukan begitu maksud saya tuan..inikan sudah siang.. takutnya jalanan macet..terus cuaca kan sedang panas terik...jadi takutnya tuan sakit lagi."ucap Eliza cz.
"Kamu berharap saya sakit lagi gitu..hah???."ucap Kenzo dengan wajah masamnya.
'hais...nih orang pengen aku cabik-cabik tuh mulut..hadeh sabar Eliza jangan terpancing emosi..!!.'batin Eliza berkata.
"Hah..terserah tuan mau berpendapat apa!!."ucap Eliza dengan menarik nafasnya dalam-dalam, dia sangat malas menanggapi ocehan kenzo.
"Heh..kamu???."ucap Kenzo.
"Maaf tuan saya punya nama...nama saya Eliza....masa selama tiga hari gak kenal saya sih..ngapain aja.???."ucap Eliza .
"Ya.. terserah saya dong..lagian gak penting juga nama kamu itu. "ucap Kenzo.
"Hm...terserah..tuan saja deh..."ucap Eliza.
Keheningan pun tercipta diruangan yang cukup luas itu.sampai akhirnya jemputan Kenzo pun sampai.
"Selamat siang tuan muda."ucap Rey sang asisten.
"Hm.."jawabnya.
"Mari tuan muda Kenzo saya antar keluar."tawar Eliza pada Kenzo .
"Kamu ngusir saya..hah???."ucapnya dengan nada yng menghancurkan gendang telinga.
"Bukan itu maksud saya..saya hanya ingin membantu anda saja tuan."ucap Eliza.
"Ya sudah cepat bantu aku berdiri..papah aku sampai ke mobil..!!!."perintahnya mulai kumat.
"Tuan kan sudah sehat..untuk apa saya papah keluar...tuan Rey kan ada di sini..suruh saja dia yang memapah anda tuan."tolak Eliza .
"Kan tadi saya nyuruh kamu bukan Rey ...ya udah nurut aja kali..ribet banget.."ucap Kenzo dengan melipat kedua tangannya di atas dada.
"Anda ini kenapa sih tuan???anda kan hanya sakit demam bukannya lumpuh yang harus di tuntun dalam berjalan.... aneh-aneh aja deh."ucap Eliza.
Cukup lama Kenzo dan Eliza berdebat. hingga membuat Rey yang menyaksikan nya hanya tersenyum lucu melihat kelakuan tuan mudanya itu..pasalnya baru pertama kali dia melihat tuan mudanya itu bermanja-manja pada seorang wanita.
"Ya sudah...cepat saya bantu.."ucap Eliza sambil menyodorkan tangannya.
Sebenarnya Eliza sangat malas melakukan itu.tapi mau bagaimana lagi toh dia sudah memberi wejangannya yang tidak bisa di ganggu gugat itu.
"Nah begitu dong.."ucapnya dengan senangnya karena berhasil menjahili Eliza.
Di sepanjang perjalanan menuju tempat parkir tak ada habis-habisnya Kenzo bicara panjang lebar..membuat telinga Eliza seakan panas dengan ocehan tak bermutu nya itu.Banyak pasang mata yang memandangnya dengan tatapan tak suka pasalnya baru pertama kalinya mereka melihat pasien dan perawatnya itu terlihat sangat dekat selayaknya seorang pasangan.
sesampainya di di depan mobil dengan sigap Rey membukakan pintu untuk sang atasan..
"Nah tuan kita sudah sampai...sebaiknya anda segera masuk...takut masuk angin...dan hati-hati di jalan tuan."ucap Eliza dengan semangat dan senyum manisnya itu.
"Akh..ternyata kamu menghawatirkan saya, ya, kamu takut rindu ya sama saya."ucap Kenzo dengan senyum yang menurut nya manis itu.
'idih amit-amit dah aku rindu....yang ada aku itu seneng banget kali...udahlah senyumin aja..toh gak bakal ketemu lagi ini.'batin Eliza .
Eliza pun hanya menanggapi nya dengan senyuman..bodo amat lah tuh orang mau ngomong apa.sesaat akan masuk kedalam mobilnya tiba-tiba.
"Eliza..."sapanya pun membuyarkan lamunan Eliza .
"Akh...iya kenapa???."
Cup..
Tanpa di sangka Kenzo melayangkan sebuah kecupan singkat di pipi putih milik Eliza ..sontak membuat Eliza terkaget akan tindakan Kenzo tersebut..kini wajahnya mulai bersemu merah.membuatnya malu dan salah tingkah..
" Itu hadiah dariku Eliza..ingat kesempatan itu tidak datang dua kali..dan kamu adalah yang beruntung mendapatkan kesempatan itu..hahaha."ucap Kenzo dengan bangganya.
Setelah melayangkan kecupan singkat di pipi Eliza dan berkata dengan bangganya Kenzo pun segera masuk kedalam mobilnya itu di ikuti asistennya .
Eliza masih terpaku dengan perlakuan Kenzo tadi.
"Akh...dasar bangke...cowok aneh...seenak jidat aja tuh orang pake cium-cium aku segala..hadiah itu uang ke,, berlian ke ,,,,buat apa coba ciuman...gak guna tau..dasar Kenzo gila.!!!!!!!"maki Eliza saat setelah ia terbangun dari lamunannya.
Setelah selesai memaki Eliza pun masuk kembali kedalam rumah sakit. ia tak ada habis-habisnya mengumpat Kenzo..membuat orang yg melihat tingkah Eliza keheranan.
Didalam mobil Kenzo tertawa dengan renyahnya dia berhasil menjahili Eliza lagi..melihat tingkah malu Eliza tadi membuatnya tak henti-hentinya tertawa. Rey pun yang menyaksikan kelakuan tuanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala..
'sepertinya tuan menyukai gadis itu..??'batin Rey berbicara.