Di keesokan harinya saat matahari baru mulai terbit, di ruang pertemuan klan Shimizu terlihat kembali Juuniiban serta para petinggi klan Shimizu tengah berkumpul.
Hanya saja saat ini, raut wajah mereka tidak terlalu sedap dipandang.
Setelah mata-mata yang mereka kirim untuk mengintai klan Kaneko, mereka membawa laporan bahwa Klan Kaneko telah menyegel seluruh pintu masuk wilayah mereka sendiri dari dalam menggunakan segel Iblis tingkat tinggi.
Hal ini sangat membuat mereka frustasi akibat lambatnya pergerakan mereka sehingga tidak dapat melancarkan serangan ke klan Kaneko.
Namun kabar baiknya, mereka mengetahui bahwa klan Klan Kaneko saat ini tidak dalam kondisi yang baik.
Hanya saja mereka tidak tahu secara mendetail mengenai kondisi Klan Kaneko.
Akhirnya setelah pertimbangan yang panjang, mereka memutuskan untuk menunggu informasi lebih lanjut dari kondisi klan Kaneko untuk memulai serangan mereka.
Disisi lain masih di pinggiran kota Ogaki di dekat hutan, setelah beristirahat semalam Ryoichi bangun dengan kondisi yang telah fit kembali dan bahkan ia dapat merasakan kekuatan fisiknya telah meningkat secara dramatis.
Hal ini disebabkan oleh qi yang disegel dalam tubuhnya merevitalisasi seluruh sel-sel Ryoichi tanpa ia sadari disaat ia tertidur, dan juga berkat latihannya kemarin.
Setelah ia sudah benar-benar sadar dari tidurnya, perlahan ia mulai bangkit untuk keluar dari gubuk.
Sesampainya di luar gubuk, Ryoichi memulai pemanasan untuk bersiap memasuki hutan.
<=15 menit kemudian ketika tubuhnya sudah benar-benar rileks, ia pergi menuju sungai didalam hutan dan membasuh keringatnya.
Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya lebih dalam lagi kedalam hutan.
Dalam perjalanannya, setiap kali ia melewati pohon besar ia akan memberi tanda pada mereka menggunakan batu berdiameter <=30 cm, dan menanam setengah dari tinggi batu di sisi bawah pohon dari arahnya datang.
Hal ini ia lakukan dari inisiatifnya sendiri agar tidak tersesat sekembalinya nanti.
Menyaksikan hal tersebut dengan meminjam penglihatan Ryoichi, Ichiban serta Juuichiban tidak tahu harus tertawa atau menangis karena melihat tindakan konyol dari cucu mereka.
Namun mereka juga bangga karena Ryoichi tidak bergantung pada mereka untuk hal semudah itu.
Adapun Ryoichi sendiri, tahu jika ia meminta bantuan kepada kedua kakeknya untuk menggunakan seni sihir untuk mengetahui jalan pulang, akan sangat mudah bagi kedua kakeknya untuk melakukan itu.
Namun mengingat pesan mereka kemarin, agar tidak selalu bergantung pada mereka ia memutuskan untuk melakukannya dengan caranya sendiri.
Setelah memasuki hutan selama <=2 jam, Ryoichi tiba di pedalaman hutan yanga sangat lebat.
Akibat lebatnya hutan tersebut, cahaya mataharipun sulit untuk menembus.
Sehingga, walupun sinar cahaya matahari sangat terang di luar, di dalam hutan tersebut selalu terlihat seperti saat senja.
Hal ini membawa suasana horor pada hutan tersebut yang disertai auman dari hewan seperti serigala yang sering terdengar membuat bulu kuduk Ryoichi berdiri.
Namun ia tetap memasuki hutan dengan hati-hati sambil mengamati area disekelilingnya.
Walaupun saat ini Ryoichi tidak mampu mengeluarkan sihir karena belum bisa mengontrol jumlah qi yang sangat besar ditubuhnya telah disegel yang jika dia mengeluarkannya secara paksa akan menyebabkannya hilang kendali akan qi-nya sendiri, berkat teori panduan yang diberikan oleh Ichiban dan Juuichiban ia mampu memobilisasi qi-nya untuk mempertajam semua inderanya.
Tekhnik ini adalah tekhnik sihir tingkat terendah dan sangat mudah dikuasai tanpa mempengaruhi sirkulasi qi didalam penyimpanan qi sang pengguna, sehingga masih memungkinkan Ryoichi untuk menggunakannya.
Tekhnik ini digolongkan tingkat terendah karena dalam sebuah pertarungan teknik ini hanya akan membantumu menganalisis pergerakan lawan tapi tidak bisa membantumu dalam bertahan apalagi menyerang.
Adapun untuk merevitalisasi sel-sel tubuh menggunakan qi secara otomatis, hal itu adalah kemampuan khusus Ryoichi yang tidak dimiliki orang lain karena banyaknya qi yang terdapat didalam tubuhnya atau bisa disebut kemampuan regenerasi otomatis.
Walaupun kemampuan itu tidak dimiliki orang lain, mereka bisa mempelajarinya menggunakan seni sihir yang disebut tekhnik regenerasi.
Namun tekhnik itu tidak sehebat kemampuan regenerasi otomatis Ryoichi, yang mampu membentuk kembali organ-organ tubuhnya meskipun telah hancur.
Setelah memobilisasi qi-nya ke seluruh inderanya, seluruh inderanya dipertajam secara dramatis.
Seperti, pendengarannya yang bisa mendengar suara sekecil apapun dari jarak 50 meter, penglihatannya yang menjadi lebih cerah dan juga mampu melihat benda sekecil apapun dari jarak 50 meter juga, serta inderanya yang lain seperti hidung,kulit dan lidah.
Kemampuan itu akan bertambah seiring dengan banyaknya jumlah qi yang di mobilisasi.
Adapun Ryoichi untuk sekarang, maksimal hanya bisa memobilisasi qi-nya dalam jumlah dengan tingkat kemampuannya yang sekarang.
Ryoichi yang baru pertama kali menggunakan kemampuan tersebut, merasa takjub dengan apa yang ia alami dan membuat ketakutannya tadi perlahan menghilang.
Disisi lain, Ichiban dan Juuichiban yang selalu mengamati seluruh tindakan Ryoichi, dapat merasakan peningkatan indera Ryoichi yang meningkat.
Hal itu membuat mereka takjub tak bisa berka-kata.
Hanya dengan teori yang diberikan oleh mereka, Ryoichi mampu melakukannya pada percobaan pertamanya dan dapat memobilisasi qi dalam jumlah yang terbilang banyak untuk seorang pemula.
Namun mereka menhan diri mereka untuk memujinya karena mereka takut Ryoichi nantinya menjadi tertarik menggunakan qi-nya untuk belajar seni sihir.
<=5 menit kemudian ketika Ryoichi masuk lebih dalam kedalam hutan, ia tiba-tiba mendengar sesuatu yang bergerak ke arahnya dengan kecepatan uang cukup cepat dari sisi kirinya dalam jarak 50 meter.
Mengalihkan pandangannya kearah itu, dengan indera penglihatannya yang ditingkatkan ia dengan jelas melihat sesuatu yang bergerak kearahnya tersebut adalah seekor babi hutan dewasa dengan ukuran normal.
Melihat hal itu Ryoichi sama sekali tidak takut, melainkan mengambil posisi bertarung bersiap menghadapi babi hutan tersebut.
Disaat ia dan babi hutan berjarak <=1 meter, Ryoichi tiba-tiba melakukan tekhnik belah diri, yaitu menghindar dan dan memukul.
Namun ia terlalu naif, karena pukulan tanpa arah yang ia lakukan ke tubuh babi hutan tersebut sama sekali tidak menimbulkan cedera apapun pada sang babi tapi sebaliknya, tangan yang ia gunakan untuk memukul mengalami kesemutan dalam beberapa saat.
Tapi hal itu tidak membuatnya panik, melainkan terus bergerak sambil mengamati sang babi yang setelah serangan pertamanya gagal mungkin akan melakukan serangan selanjutnya.
Seperti yang diharapkan setelah serangannya ditepis, sang babi segera membalikan kembali tubuhnya kearah Ryoichi dan mulai melancarkan serangan selanjutnya.
Adapun Ryoichi yang telah mengantisipasi hal tersebut, kali ini ia hanya menghindari serangan sang babi sambil mencari tahu bagian terlemah dari tubuh sang babi dengan cara menepis tubuh sang babi dengan tangannya saat menghindari srangannya.
Setelah 3x lagi menghindari serangan sang babi, akhirnya Ryoichi menemukan kelemahannya serta berhasil memprediksi waktu yang tepat untuk menyerangnya.
Dengan hasil analisis yang ia yakin 100% keberhasilannya, Ryoichi akhirnya mengambil posisi untuk menyerang balik sang babi.
Adapun sang babi yang tidak tahu apa yang direncanakan Ryoichi, segera melancarkan serangan ke-5 nya.
Namun kali ini Ryoichi tidak tinggal diam melainkan balik menerjang untuk berbenturan langsung dengan sang babi.
Memanfaatkan momentum dan perkiraan waktu yang tepat, Ryoichi berhasil melancarkan serangan berat di bagian perut bawah sang babi.
Sang babi yang tertangkap lengah hanya bisa menerima serangan balik tersebut dengan pasrah.
All-hasil sesuai dengan analisis Ryoichi, setelah menerima serangan telak, sang babi mengeluarkan pekikan kesakitan.
Menyadari hal itu, tanpa memberi kesempatan kepada sang babi untuk memulihkan diri, Ryoichi segera memberikan serangan lanjutan di bagian perut bawah sang babi tepat di bagian serangan pertama yang ia lancarkan.
Setelah 10 serangan dimana di setiap serangan Ryoichi menjadi semakin kuat disetiap serangannya, sang babi akhirnya memuntahkan darah dari mulutnya dan terbaring sekarat di tanah.
Menyaksikan babi hutan yang tengah sekarat akibat serangan beruntunnya, akhirnya Ryoichi menghela nafas lega.
Namun serangan itu juga membuat energinya terkuras dan ia cukup mengalami kelelahan.
Berjalan kebawah pohon terdekat dengannya, Ryoichi segera bersandar dan duduk dibawah pohon tersebut dan mulai menenangkan dirinya sambil beristirahat untuk memulihkan staminanya.
Namun ia tetap memobilisasi qi-nya untuk meningkatkan inderanya guna berjaga-jaga dari kedatangan hewan buas lain disaat ia sedang lengah.
Disisi lain, Ichiban dan Juuichiban yang mengawasi tindakan Ryoichi, tidak henti-hentinya dibuat kagum oleh tindakan Ryoichi.
Mulai dari cara menganalisis kelemahan lawannya, kekuatan tempur yang ia tunjukan, hingga tindakannya yang tidak pernah lengah.
Untuk memberikan hadiah sebagai wujud pujian mereka, salah satu dari mereka berkata "hehe,, kerja bagus nak, sekarang kau sudah berada pada 90% menuju kesuksesan dari kemampuan belah diri tingkat dasar.
Untuk sekarang beristirahatlah dengan tenang dulu, sedangkan untuk tugas pengintaian kau dapat mempercayakannya kepada kami." katanya.
Kali ini setelah mendengar pujian dari kakeknya, Ryoichi merasa cukup puas dengan kinerjanya sendiri dan ia berkata "
"Tidak perlu kek, aku tidak ingin menyusahkan kalian" jawabnya singkat.
Mendengar penolakan Ryoichi atas saran bantuan mereka, Ichiban dan Juuichiban merasa sangat puas karena kepatuhan cucu mereka yang selalu mengingat nasihat mereka yang membuat mereka bertambah senang sekaligus bangga memiliki cucu seperti.
Sehingga salah satu dari mereka berkata lagi "hehehe,, nak, saat ini kau tidak perlu mengkhawatirkan itu, lagi pula saran bantuan yang kami berikan tidak sepenuhnya untuk kebaikanmu.
Kami melakukan ini karena hari masih panjang saat ini, sehingga kau akan mengalami lebih banyak latihan hari ini dan kami tidak ingin kau berhenti ditengah jalan" katanya sambil berbohong.
Ryoichi yang hanya bisa mendengar suara mereka, tidak dapat mengetahui kebenaran atau kebohongan dari kata-kata mereka.
Sehingga setelah mendengar alasan mereka yang ingin membantunya, ia sangat terkejut dan merasa teraniaya dan dengan cepat ia mengklarifikasi "kek bukankah tujuan latihanku hari ini hanya untuk menyelesaikan tingkat dasar dari seni belah diri ?
Sekarang aku telah mencapai 90% kesuksesan aku yakin dalam 1 atau 2 pertarungan lagi aku bisa mencapai 100%.
Jadi mengapa aku harus berlatih sepanjang hari ?" tanyanya sedih.
Mendengar klarifikasi Ryoichi mereka tahu dengan bakat yang ia miliki, tidak mustahil baginya untuk mewujudkannya.
Namun demi kebaikan cucu mereka, salah satu dari mereka membantah "hehehe,, nak, jangan terlalu percaya diri.
10 persen sisanya akan menjadi lebih sulit untuk kau kuasai.
Tidak menutup kemungkinan kau akan gagal mencapainya hari ini" katanya masih berbohong.
Setelah dibantah dan diberikan saran yang cukup keras oleh mereka, Ryoichi merasa agak frustasi tapi ia masih kurang yakin dengan saran mereka.
Sehingga ia hanya bisa mendesah lemah sambil memastikan "hhuuff,, maafkan kenaifanku kek.
Tapi aku ingin memastikan, dalam kondisi seperti apa aku telah menguasai 100% dari seni belah diri ?" tanyanya.
Mendengar pertanyaan Ryoichi yang meragukan mereka, Ichiban dan Juuichiban tidak keberatan dan salah satu dari mereka berkata lagi "hehehe,, tidak apa-apa nak.
Itu adalah hal biasa bagi anak-anak seusiamu yang masih menjunjung tinggi semangat mudah kalian.
Jadi, seni belah diri tingkat dasar dikatakan sempurna disaat kau telah menguasai kefleksibilitasan tubuh.
Misalnya, saat pertama kali kau menyerang babi hutan tadi, jika saat itu kau telah menguasai kefleksibilitasan tubuh kau dapat mengubah serangan asal-asalanmu yang sebelumnya menjadi gerakan menepis." jelasnya santai agar kebohongannya tidak terdeteksi oleh Ryoichi.
Seperti yang diharapkan, setelah mendengar penjelasan santai mereka, kecurigaan Ryoichi akhirnya hilang digantikan dengan tekad yang kuat setelah mencamkan kalimat "kefleksibilitasan tubuh" dalam benaknya.
Lalu ia menjawab "Baiklah kek, aku mengerti sekarang.
Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk menguasai kefleksibikitasan tubuh hari ini" katanya dengan tekad yang kuat.
Setelah itu ia memobilisasi kembali qi-nya kedalam ruang penyimpanan qi-nya dan mulai beristirahat sepenuhnya.
<=45 menit kemudian, disaat staminanya telah pulih sebesar 80%, suara salah satu dari kakeknya tiba-tiba terdengar dari dalam benaknya yang berkata "waktu istirahat sudah berakhir nak.
500 meter dari arah timur ada seekor serigala yang sedang mengarah kesini dengan kecepatan yang cukup capat.
Mungkin ia tertarik oleh bau darah dari babi hutan yang kau bunuh sebelumnya.
Bersiaplah untuk bertarung" katanya.
Setelah mendengar pemberitahuan dari kakeknya tanpa buang waktu, Ryoichi segera mengaktifkan tekhnik peningkatan inderanya sambil menjawab "baik kek" katanya tanpa sedikitpun rasa takut dalam nada suaranya melainkan semangat juang yang besar.
<=1 menit setelah meningkatkan inderanya, sang serigala akhirnya muncul dalam jangkauan deteksinya dengan kecepatan yang lebih cepat dari babi hutan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian setelah mereka saling berhadapan, tidak seperti babi hutan yang langsung menyerang Ryoichi, sang serigala malah berhenti dan memperhatikan setiap gerak-gerik Ryoichi terlebih dahulu untuk melancarkan serangan disaat Ryoichi sedang lengah.
Adapun Ryoichi juga melakukan yang sama sehingga membawa suasana yang cukup menegangkan sebelum dimulainya pertarungan mereka.
Setelah saling mengamati entah berapa detik, Ryoichi serta sang serigala melakukan pergerakan disaat yang sama.
Namun akibat gerakan sang serigala yang lebih cepat, serangan cakarnya berhasil mengenai lengan kiri Ryoichi, sebaliknya serangan Ryoichi tidak mengenai sehelai bulu pun dari serigala.
Mengalami serangan tersebut tidak membuat ketenangan Ryoichi goyah sedikitpun, sebaliknya ia menjadi semakin bersemangat untuk mengalahkan serigala.
Disisi lain, setelah serangan pertamanya membuahkan hasil, sang serigala juga menjadi lebih percaya diri sehingga tanpa membuang waktu, sang serigala dengan cepat melancarkan serangan selanjutnya.
Adapun Ryoichi yang dalam semangat pertempuran yang besar, tetap tenang dan berusaha mencari cara melancarkan serangan sambil menghindari serangan serigala.
Seiring berjalannya waktu pertempuran menjadi semakin intens.
Saat ini di beberapa bagian tubuh Ryoichi telah menerima serangan cakar dari serangan sang serigala.
Namun luka-luka tersebut tidak menyebabkan kondisinya berada dalam bahaya.
Adapun sang serigala masih terlihat baik-baik saja diluar namun intensitas serangannya mulai berkurang.
Dalam pertarungan yang intens tersebut Ryoichi sama sekali tidak ingat tentang tujuannya untuk menguasai kefleksibilitasan tubuh karena menikmati pertarungannya.
Namun, tanpa ia sadari kefleksibilitasan tubuhnya mulai terbentuk.
Sehingga, setelah bertarung <=20 menit, saat kefelksibilitasan tubuh Ryoichi telah terbentuk dengan sempurna dan stamina sang serigala telah sangat menurun akhirnya keadaan berbalik.
Saat itu, Ryoichi yang belum sadar dengan keberhasilannya hanya memikirkan cara untuk dengan cepat menjatuhkan sang serigala.
Menyadari sang serigala yang staminanya sudah menurun, Ryoichi terus melancarkan serangan habis-habisan.
<=5 menit kemudian, akhirnya tendangan terbang yang dilakukan oleh Ryoichi tepat mendarat di kepala sang serigala.
Serangan tersebut mengakibatkan beberapa gigi serigala jatuh dari mulutnya dan memuntahkan darah sebelum sang serigala tumbang dan mati.
Setelah pertarungan panjang tersebut, Ryoichi juga kelelahan yang cukup berat dan setelah memastikan sang serigala tidak bisa bangun lagi, ia segera merebahkan tubuhnya ketanah secara perlahan sambil terengah-engah tanpa memeriksa kondisi tubuhnya.
Saat ini penampilan Ryoichi sangat berantakan.
Rambutnya yang acak-acakan, pakaiannya yang sobek-sobek, dan terdapat darah di sebagian besar tubuhnya akibat luka cakar yang ia alami.
Jika melihatnya sekilas orang-orang pasti menganggapnya sebagai mayat akibat diterkam serigala.
Adapun Ichiban dan Juuichiban yang sejak awal melihat perjuangan mati-matian Ryoichi saat melawan serigala, merasa sangat sakit di hati mereka.
Namun mereka juga senang karena Ryoichi bukan hanya telah sukses menguasai tingkat dasar dari seni belah diri, tapi ia juga telah memasuki tingkat menengah dari seni belah diri.
Pada saat serangan terakhir Ryoichi, tanpa ia sadari energi alam bersonansi dengan tendangannya walaupun hanya sesaat.
Itu adalah pertanda seorang praktisi seni belah diri telah memasuki tingkat menengah dari seni belah diri.
Dengan usianya saat ini, Ryoichi bisa dianggap sebagai genius belah diri karena telah menguasai tingkat dasar dari seni belah diri.
Karena rata-rata orang akan mampu menguasai hal tersebut paling cepat di usia 10-11 tahun.
Itupun bagi orang-orang yang memiliki bakat alami.
Sedangkan orang dengan bakat biasa-biasa saja paling cepat menguasainya di usia 15-16 tahun.
Setelah melihat kondisi Ryoichi yang mulai stabil, salah satu dari kakeknya akhirnya berkata "hehehe,, kerja bagus nak.
Sekarang sebelum hewan buas lain datang, bangkitlah dan bawah hasil buruanmu itu pulang !" katanya.
Ryoichi yang telah pulih 30% dari kelelahannya, terkejut sekaligus teringat kembali dengan tujuan utamanya setelah perintah tiba-tiba yang mereka berikan, sehingga ia dengan cepat membantah "tidak-tidak kek aku masih bisa bertarung lagi pula hari juga masih panjang.
Dan juga apa yang kakek maksud dengan hasil buruan ?" bantahnya setelah merasa terhianati.
Melihat tingkah Ryoichi yang telah termakan kebohongan mereka, membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
Mendengar tawa kedua kakeknya yang tiba-tiba, Ryoichi terkejut dan bingung karena tidak tahu apa yang mereka tertawakan.
Sehingga ia dengan cepat bertanya memotong tawa mereka "apa yang kalian tertawakan ?
apa kalian pikir aku tidak mampu bertarung lagi ?" tanyanya merasa teraniaya.
Saat mendengar pertanyaan Ryoichi yang memotong tawa mereka, Ichiban dan Juuichiban sebisa mungkin menghentikan gejolak tawa mereka.
Setelah tawa mereka agak mereda, salah satu dari mereka menjawab "hehehe,, nak, apa kau sudah lupa nasihat kami kemarin.
untuk melakukan sesuatu secara perlahan tapi pasti.
apa kau sudah lupa ?
Lagi pula kau sudah berhasil menguasi keflesibilitasan tubuh dengan sempurna.
Apa lgi yang mau kau pelajari hari ini ?
Lalu yang kakek maksud dengan hasil buruan yaitu babi hutan dan serigala yang telah kau bunuh" jelasnya tanpa memberitahukan Ryoichi bahwa ia telah memasuki tingkat menengah.
Mendengar penjelasan tersebut, Ryoichi terkejut dan merasa ada yang aneh, sehingga ia bertanya "apa ?
apakah aku benar-benar telah menguasai kefleksibilitasan tubuh ?
Lalu mengapa tadi kalian berkata bahwa sangat sulit untuk menguasainya ?
dan bahkan kalian mengatakan bahwa aku mungkin tidak akan menguasainya hari ini" tanyanya penasaran sambil mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Tanpa jeda, stelah Ichiban dan Juuichiban mendengar pertanyaan Ryoichi, salah satu dari mereka menjawab "hehehe,,, awalnya kami memang berpikir begitu.
Namun kami tidak mengantisipasi bakat mu yang sangat tinggi, sehingga mampu menyelesaikanya dalam 1 pertarungan saja.
Jika kau belum yakin coba saja praktik sendiri"
jelasnya dengan jawaban yang telah di siapkan.
Setelah mendengar jawaban dari mereka, tanpa membuang waktu Ryoichi segara mempraktikkan beberapa gerakan seperti gerakan, memukul dan menendang.
Dan hasilnya membuatnya sangat terkejut dan juga senang sehingga ia segera melupakan kecurigaannya kepada kedua kakeknya sebelumnya.
Adapun Ichiban dan Juuichiban yang takut akan ada hewan buas lain yang datang disaat kondisi Ryoichi yang sekarang dengan cepat mengingatkannya untuk segera membawa hasil buruannya kembali ke gubuknya.
Kali ini Ryoichi tidak lagi membantah dan dengan patuh melakukan perintah kakeknya.
Dan begitulah Ryoichi kembali ke gubuknya setelah latihan yang cukup panjang sambil membawa babi hutan dan serigala untuk dijadikan makan malam.