Di pagi hari yang cerah, angin pun berhembus dengan halusnya kicauan burung pun terdengar seperti suara nyanyian yang merdu, terdengar desas desus suara para siswa-siswi seperti hari hari biasa nya. Seperti itulah kehidupan ku di SMA, nama ku Rifras takumi. Kehidupan itu pun berakhir dengan sesuatu yang tak terduga. " kalian semua menunduk!!! dan jangan ada yang teriak atau kepala kalian akan pecah berkeping keping!!! " seorang berbaju hitam berteriak. Ku pikir ini hanya mimpi yang terasa nyata tetapi ini adalah kenyataannya, banyak dari teman sekolah yang tak kukenal mati.
"ingat kalian jangan berbuat hal yang bodoh , jika kalian berbuat hal hal yang bodoh maka kepala kalian akan meledak seperti teman teman kalian yang mati itu camkan itu baik baik" seorang teroris yang berkata dengan tegas kepada teman sekelas ku.30 menit berlalu setelah penyerangan teroris di sekolahanku , para polisi datang dan hanya melihat dan tidak bisa melakukan apa pun. "pssh, oi Ryuku aku butuh bantuan mu sedikit, bisa nggak kau duduk didepanku dan menutupiku, aku janji jika kau menutupi tubuh ku kita semua akan selamat dan tidak ada yang mati lagi" dengan berbisik kecil aku berbicara dengan teman ku. "oke sahabat ku tenang saja akan aku bantu kau, tapi imbalan nya nanti kuminta sebenarnya aku juga takut, tapi aku percaya dengan kau takumi" dengan suara kecil nya Ryuku berbisik kepada ku. " ingat apa pun yang terjadi kau harus menutupi tubuhku jangan sampai ada yang melihat ku dan kau juga jangan melihat ku".
Aku pun mengeluarkan kekuatan yang ku punya , bayangan hitam dan kabut hitam tebal muncul dari tubuhku , aku keluar dari tubuh ku seperti malaikat maut yang sedang menjemput orang mati , dengan wajah yang gelap gulita dan hanya mata dan mulut yang bergigi tajam tampak dari wujud itu. 1 teroris dari 10 orang itu langsung mati ketika aku memasukan tangan ku ke dalam tubuh wanita teroris itu dan mencabut jantungnya heran nya tidak ada bekas luka sama sekali seperti hanya menembus tubuh tanpa menyetuh daging sedikit pun. Dan jantung ditubuh ku pun ku cabut sendiri karena itu adalah sesuatu yang sangat penting agar aku bisa menjadi manusia lagi. semua orang syok berat Karena telah melihat jantung yang segar dan usus teroris wanita itu dimakan oleh monster itu. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar.
Monster yang mencabut jantung itu memakan sedikit organ dalam, mayat teroris wanita itu dengan sadis, merobek kepala, usus, mata , dan organ penting. Tak lama kemudian monster itu berubah seperti kepompong dan mengeluarkan wanita yang cantik, wajah nya yang mulus seperti boneka, tubuh nya yang sangat indah, rambut yang panjang teruntai bagai malaikat yang turun. Memakai baju lengan pendek yang besar bergambar kelinci , memakai stocking berwarna biru dan membawa pedang panjang seketika itu semua teroris yang ada didalam kelas dibantai dengan keji. " oiiii, Ryuku makasih udah jaga tubuh ku yah, kalau gak ada kau yang sembunyiin tubuh lama ku itu, semua orang yang ada disini akan mati yah kan?" dengan senyuman samar cewek aneh itu sambil berkata." K-kk kau Rifras? Ehh bagai mana bisa? Kau jadi cewek secantik itu?" Ryuku yang sangat bingung.
" Teman teman sekalian panggil aku Sasaki Fuuka bukan Rfras Takumi lagi yah…. Dan jangan ada yang membongkar soal kekuatanku ini , oke yah teman teman" Fuuka berkata dengan santainya ."dan rencana selanjutnya oi Rayen, Rocky, dan Kenzo ambil semua perlengkapan teroris itu dan kita serang mereka dan yang lain ambil senjata nya jaga para cewek , truss aku gak perlu celana tapi jangan sekali kali kalian para cowok melihat mesum kepada ku, atau tidak pukul kepala kau nanti okeee?" Fuuka berbicara layaknya seorang cowok." Okee siap Fuuka" semuanya berbicara serentak kecil. " tujuanku hanya menggoda para teroris itu dan kalian ciduk mereka yeee… siapa sih yang gak nafsu liat paha mulus ku nih wkwkwkwk sesuai rencana kita kerjakan" Fuuka berkata sangat percaya diri. Seakan akan semua nya akan berhasil dan terselamat kan.
" Tolong om dia mau memperkosa ku, tolong lah kalau om menolong ku, aku akan melakukan semua keinginan om kecuali keperawanan ku ini, jadi tolong lah aku, kumohon"dengan muka memelas nya si Fuuka merayu salah satu komplotan teroris itu. "oii pakai celana mu itu gak malu kah kau ini cuman pakai stocking, hei yang disana tugas kita bukan mau memperkosa atau menculik siswi SMA, aargh!!!! apa yang kau laku kan bocah? Ke-ke napa jantung ku keluar?" teroris itu berkata dengan sangat lemah ketika jantung nya keluar dan pecah. " oke makasih Rayen udah bantu aku, truss sebisa mungkin hindari baku tembak atau kau akan mati okee." Fuuka bicara dengan semangat. "truss aku harus menyelamatkan Si Kaori walau pun dia udah buat kepercayaanku hilang". Di saat Fuuka berlari ke kelas X IPA 1 dia langsung menyerang para teroris dengan tangan semu yang sangat hitam dan pedang yang mengkilap. Di saat itu pula semua siswa siswi dikelas itu sangat terkejut karena melihat jantung teroris itu ditusuk pedang oleh seorang cewek dengan paha mulus itu. " semua nya dengarkan aku!!! kalian harus keluar dari sekolahan ini truss berlari lah kepada polisi yang sedang menungggu di depan gerbang, pertama tama pergi lah dulu kalian semua ke kelas X IPS 4 Kenzo dan yang lain mereka sedang mengevakuasi warga sekolah, ingat jangan sampai ada yang berbuat yang aneh aneh soal nya masih 5 atau 7 teroris yang masih ada dan yang lainnya sudah mati kubunuh" Fuuka berkata sangat tegas kepada teman teman nya. " anu k-k kau siapa?, dan apa yang kau lakukan kepada teroris itu?" seorang cowok bertanya kepada Fuuka dengan sangat gugup karena takut gara gara melihat Fuuka membunuh orang.
"aku hanya seseorang yang ingin menyelamatkan Kaori saja soalnya aku masih sayang dengan dia tapi dia menolak ku gara gara kata nya gak ada kesempatan untuk kedua kali nya, itu saja kok"Fuuka berbicara kepada semuanya dengan senyum samarnya itu. " heee sebelumnya aku gak kenal siapa kau itu dan aku gak pernah ketemu kau sebelumnya" Kaori bicara dengan sikap yang heran." Dengar yah Kaori aku gak bisa jawab perkataanmu karena belum saatnya kau tahu aku" Fuuka membalas perkataan Kaori dengan senyuman dan tetesan air mata. " dan alasan aku menyelamatkan kalian karena supaya aku bisa meminta para guru dan kepala sekolah membolehkan ku tidur di jam pelajaran, gak mengerjakan pr dan naik kelas dengan cuma cuma truss boleh sekolah di sini , itu saja" Fuuka menjawab seperti biasa nya.
Dan selanjutnya Fuuka menghabisi beberapa komplotan itu tanpa ada yang hidup, polisi pun heran kenapa para teroris mati semua dan ketika Fuuka di tanya oleh polisi, " hei nama mu Fuuka kan? Coba jelaskan detailnya kejadian yang kau alami tadi dan bagai mana kau melawan teroris itu sendirian" Tanya polisi itu kepada Fuuka, dan Fuuka menjawab dengan suara terseduh seduh(cuman pura pura) " cerita nya tuh begini, pas aku sedang belajar dikelas tiba tiba teroris menembaki Rifras Takumi truss kami semua di sandera, dan salah satu teroris itu mau memperkosa ku, aku pun melawannya sekuat tenaga aku mengambil pistol laras pendek dan menembaki kepala nya dan merobek isi perutnya dengan pedang yang kubawa setiap hari, aku membunuh semua teroris didalam kelas dengan pedang yang terluka hanya paha ku saja kena tembak dan,aku juga punya rencana pura pura mau diperkosa sama teman ku yang memakai baju teroris , tak lama itu aku berlari ke teroris yang menyerang kelas sebelah dan aku minta perlindungan ke dia karena temanku yang pura pura jadi teroris mau memperkosa ku, aku menembak jantung nya di saat itu aku masih tidak memakai celana hanya memakai stocking saja, aku cuman mau melindungi teman ku saja tidak ada hal yang lain, jadi pak polisi jangan tangkap aku yah kumohon….. aku hanya ingin melindungi diri ku dan teman teman ku saja". " ouh jadi begitu yah detail nya, kenapa kamu membawa pedang ke sekolah? Dan yang janggal nya itu kutahu teroris nya ada sekitar 53 orang dan mayat nya hanya 52 saja, apa kah kau bisa menjelaskan ini?" Tanya polisi itu lagi dengan nada heran. " dari dulu firasat ku selalu betul dan tepat, dan juga hari ini firasatku buruk jadi aku membawa pedang kesekolah, teroris nya hanya ada 52 orang saja dan aku baru masuk sekolah hari ini, jika didaftar nama siswa siswi nama ku tidak ada berarti aku belum di konfirmasi kan pak" Fuuka sekali lagi menipu polisi itu.
sekolah itu pun di libur kan 2 minggu karena mengingat mental mereka yang terganggu karena kejadian yang tak patut dilihat anak SMA. Fuuka bernegoisasi kepada kepala sekolah agar bisa diterima disekolahan itu dan di bebas kan dari masalah disekolah. Pada tanggal 27 januari sekolahan itu pun dibuka kembali sesuai dengan jadwal yang di tetapkan oleh sekolahan itu. "padahal aku mau lama lama bah liburan dirumah, bisa no life nonton anime sepuasnya dan malas malasan dirumah eh tau tau nya udah masuk sekolah" Fuuka berbicara dengan menghelah nafas yang panjang di pagi hari yang cerah. "yoo Rifras eh salah Fuuka, kok elu pakai rok pendek sama stocking kemarin sih? Kan gak boleh" Ryuku menyapa Fuuka dengan suasana hangatnya. " elu yah pas gua masih cowok elu selalu ngerjain gua pas masuk sekolah, pas gua jadi cewek elu cari perhatian tch…." Dengan muka sebalnya Fuuka menjawab ,wajahnya bertambah imut disaat sebal dan membuat cowok disekitarnya terpaku melihat wajahnya ."jadi elu suka gua kerjain nih, mau gua ledek truss nih?, gua bakalan kayak dulu lagi ke kau tau! Bwue" Ryuku mengejek Fuuka. Angin pun berhembus kencang meniup setiap helai rambut lembutnya Fuuka, Ryuku pun wajahnya memerah karena tidak pernah melihat sosok wanita yang sangat cantik itu.
Sebelum masuk sekolah aku menceritakan segala hal yang membuatku jadi cewek cantik kepada orang tua ku, yah tentu saja mereka tidak percaya apa yang dikatakan tapi aku membuktikan nya dengan segala hal yang kusukai tanggal lahir,dan membawa tubuh lama ku ke hadapan mereka sekeluarga. " satu roh tak bisa meninggali 2 tubuh sekaligus dan itu sangat mustahil, kekuatan ini yang aku dapat dari berdoa setiap hari kepada tuhan dan hanya itu saja ibu, ayah" dengan perasaan yang sedih karena menyesal telah berbuat hal yang membahayakan diri sendiri Fuuka menangis tersedu sedu.
" oi Ryuku kau ndak ikut ekskul KIR lagi kah? Kalau aku sih udah berhenti soalnya malas banyak kegiatan , pulang sekolah jak udah jam 4 sore kalau ditambah ekskul bisa bisanya pulang jam 6 malam" tanya Fuuka sambil mau duduk dibangku nya. " hm aku kan pro pasti lah masih ikut ekskul tolol, ekskul tuh nambah nilai cuk" Ryuku membalas perkataan Fuuka dengan percaya diri.
" minggu depan mau jalan jalan gak?" Fuuka membuka pembicaraan lagi
"mau jalan kemana, liat lah dulu kalau ada waktu aku ikut jalan" balas Ryuku
" pokok nya harus sempat lah, bosan dirumah mulu nonton anime truss bosan juga, anggap aja kencan dengan cewek cantik wkwkwkwkwk" Fuuka berbicara dengan nada bosan dan tertawa diakhir kalimatnya.
" Anggap jak kencan atau apalah nama nya, soalnya aku aja gak pernah kencan hehehe"
" Heh... K-kok kencan jadi nya, kan kita cuman jalan jalan bukan kencan" Ryuku menjawab dengan wajah yang tiba tiba memerah.
" lho kok wajah mu memerah sih?, kau sakit panas atau apa?" Fuuka menjawab dengan gerak gerik yang bingung. " O-ouh bukan apa apa, mungkin agak pusing sedikit nih" Ryuku pura pura memegang kepala nya karena takut ketahuan kalau wajahnya cuman blush saja.
" Heh coba ku rasa apa kau sakit atau gak" Fuuka membalas jawaban Ryuku. " Gak gak usah aku gak sakit kok hehehe" Ryuku menjawab dengan gugup dan gemetaran. " Sudah sini aku rasa panas atau gak" Fuuka berkata sambil menempelkan tangan halusnya ke dahi nya Ryuku. "Eeehh a-aapa yang kau lakukan? Aku tidak sakit kok" sekali lagi Ryuku wajah nya memerah. " Hmm kayak nya cuman panas biasa nih, mau ke UKS gak? Biar aku yang mengantar kau kesana" Fuuka memegang tangan nya Ryuku dan menariknya.
Sesampai di UKS Fuuka menyuruh Ryuku untuk tiduran di kasur dan Fuuka mengambil segelas air plus obat penurun panas. " nih minum obatnya biar sembuh" sambil menyodorkan obat dan segelas air putih. " beneran aku gak sakit apa apa kok cuman sedikit pusing aja tadi, gak perlu obat penurun panas, simpan aja tuh obat, istirahat sebentar paling udah sembuh" Ryuku menjawab sambil menolak tangan Fuuka yang memegang obat.
"ouh ok kalau gak mau, aku balik ke kelas dulu yah, ingat minggu depan jam 10 tepat aku tunggu di alun alun kapuas" Fuuka berkata sambil berjalan keluar dari UKS.
" ok aku gak akan lupa, tenang saja aku gak bakalan terlambat"
Sesampai dikelas Fuuka bertemu dengan Rein Reira yaitu teman dekat nya saat Fuuka masih menjadi Rifras. " hei Fuuka tadi aku lihat kau dari UKS apa yang kau lakukan disana?" tanya Rein. "ouh tadi lagi ngantar si Ryuku dia lagi sakit panas dikit gitu, tau tau pas ku tempelkan tangan ku ke dahi nya tiba tiba wajah nya merah gitu sakit panas dia tuh" balas Fuuka sambil membetul kan ikatan rambut nya. " (Heh nih gak peka dengan perasaan orang lain kalik yah, ouh dia kan aslinya cowok) ouh gitu yah" Rien berbicara didalam hati dan kemudian membalas perkataan Fuuka dengan singkat.
Bel pelajaran selanjutnya pun berbunyi " eh udah bunyi bel tuh aku duluan yah" Rein menutup pembicaraan. " ouh ok,( hm nyaman nya duduk mana yah?)" balas Fuuka. " Hah duduk belakang aja dekat Kenzo kan nanti bisa tidur tiduran dibelakang hahahaha" pikir Fuuka.
" Hei Kenzo kau duduk sendirian kan aku mau duduk disamping kau jak bosan aku duduk didepan truss sama si Ryuku" kata Fuuka kepada Kenzo yang sedang makan.
" ouh ok lah kalau gitu biasa nya juga kau duduk disini pasti mau tidur kan" sambil menyuap makanan ke mulutnya
" tau tau jak kau nih hahahaha kalau ada tugas latihan bangunin aku yah ok" balas Fuuka sambil duduk disebelah Kenzo.
Waktu sudah memunjukan jam 16:00 waktu jam pelajaran pun usai. " gak kerasa kalau tidur truss didalam kelas tau tau nya udah pulang hahaha, Hei Ryuku pulang sama sama yuk kayak biasa" Fuuka menepuk pundaknya Ryuku sambil berbicara. " Hm boleh, eh kemarin kau udah nonton anime Tate no yuusha belum?" Ryuku menunjukan jempol nya dan bertanya. " ouh belum ku download tuh anime nya kan masih episode 4 kemarin berarti episode 5 nya keluar tadi malam kan" jawab Fuuka dengan wajah yang agak bingung. " kalau kau pergi ke wifi id atau kafe sekalian download episode 5 nya yah soal nya aku ndak ada kuota hehehe" Ryuku berkata sambil membuka senyum lebarnya. " hm gak modal kau nih hahaha" Fuuka tertawa kecil. " yuk pulang kita juga berpisah di gerbang hehehe " Ryuku mengakhiri pembicaraan.
Di pagi hari minggu yang dijanjikan Fuuka telah datang, angin berhembus seperti membawa pesan yang ceria, cuaca yang bagus untuk refresing, " Huh kok dia terlambat sih lama lagi tuh udah sampai 30 menit lebih aku tunggu gak datang datamg" Fuuka berbicara sendiri dengan ekpresi kesal yang imut. " Tapi dipikir pikir juga kota pontianak ini berubah seperti negara jepang yah, tidak banyak kendaraan dan orang orang mulai berjalan kaki atau naik kereta khusus toh ini semua gara gara komplain ku ke pemerintah dan juga sungai kapuas pun jadi lebih bersih dan warna air nya tidak coklat lagi kalau sekarang lebih ke warna biru laut" Fuuka berkata sambil merasa kan perubahan di kota nya lahir.
" Heeii Fuuka kau sudah menunggu lama yah....!!" teriakan Ryuku dari kejauhan.
" cepetan kesini g*bl*k lama banget kau udah nunggu setengah jam nih" Fuuka berbicara dengan raut wajah kesal.
"Maaf tadi aku lagi ngantar makanan ditempat keluarga ku, yosh yuk kita pergi" Ryuku meminta maaf kepada Fuuka dengan senyumannya. " gak semudah itu untuk memaafkan mu, traktir aku baru aku maafkan kalau gak aku pulang saja" dengan wajah cemberutnya Fuuka berkata.
" ok ok aku traktir tapi jangan pulang yah, eto selanjutnya mau kemana?"
" Hm kemana yah bagus nya, sekarangkan kota pontianak sudah jadi kota maju kalau ke labirin aquarium?, tempatnya bagus tuh buat refreshing"
" Oh betul juga yah kebetulan juga aku belum pernah kesana padahal udah 1 tahun lebih buka nya" Ryuku berbicara ke Fuuka sambil mendengarkan lagu lewat handphone nya.
Tiba tiba Fuuka menarik tangan nya si Ryuku dan memegangnya erat untuk mengajaknya pergi ke labirin aquarium, yah lagi lagi wajah nya memerah tanpa sepengetahuan si Fuuka, Fuuka memegang tangan nya si Ryuku dengan menunjukan ekpresi yang senang seakan akan dunia ini sedang dalam kebahagian yang sangat mendalam. Waktu demi waktu pun berlalu dengan suatu hal yang menyenang kan.
" Heh kok udah jam 9 malam sih, pasti udah ditunggu di rumah nih hei kok kau gak bilangin sih kalau udah jam 9!?" Fuuka berkata dengan wajah kesal. " Heh kok salahin aku sih kau kan udah ku kasih tau kalau bentar lagi jam 9, kau tuh yang pengen ngajak ke playstation -_- " Ryuku menjawabnya dengan wajah yang datar tanpa ekpresi.
" ok kau antar aku sampai depan pemberentian bus disana saja, kita berpisah disana ok"
" ok rumah ku gak jauh dari sana juga tuh"
Di saat sesampai di depan pemberentian bus aku pun berpisah dengan si Ryuku, aku duduk disana sendirian dan tiba tiba truk dengan kelajuan yang sangat cepat melintas kejalan yang di lewati Ryuku. " woe bahaya awas ada truk!!!" teriak Fuuka dan sambil menghadang truk dengan sayap nya yang besar, tiba tiba mereka berdua diselamatkan oleh orang yang sangat misterius, berjubah hitam memakai masker bergambarkan hidung anjing dia menerjang dan memegang erat tubuh ku dan Ryuku , dia berlari seperti orang yang berteleportasi.
" Terima kasih telah menolong kami, padahal aku hanya ingin menyelamatkan Ryuku dengan sayap ku saja" Fuuka berterima kasih ke orang misterius itu.
" Hm kau memang mempunyai sayap seperti itu, tapi apakah sayap mu terasa sedikit sakit?"
" Ehh kok kau tau kalau sayap ku terasa sakit?, dan kau ini siapa kok bisa punya kekuatan seperti itu?"
" Hadeh baru saja sebulan saat peristiwa itu dan kau langsung lupa?!" orang misterius itu tersenyum samar.
" Apakah aku mengenal mu? , Aku tuh Rifras Takumi seorang cowok dan merubah tubuh dengan kekuatan menjadi seorang cewek! , mana mungkin aku mengenali kau!.."
" Ouh mungkin aku salah orang hehehe, pulang lah sana kerumah kalian berdua terutama kau Ryuku tolong lindungi Fuuka berjanji lah walau pun kau tak mengenali ku, dan semoga hari hari mu menyenangkan yah Fuuka-chan" dengan sedikit candaan yang tidak lucu orang itu.
" ok siap orang asing, aku berjanji , dan terima kasih sudah menolong, yuk kita pulang" dengan wajah menunjukan kesal yang ditahan Ryuku karena kerasa ditikung berkata ke orang itu.
Orang misterius itu tiba tiba hilang disaat aku dan Ryuku berbalik badan untuk pulang dan aku ingin menanyakan nama nya dia pun langsung lenyap begitu saja.