Dari kejauhan terdengar suara tabrakan kaca dengan benda keras yang mengejutkan. Dari sumber suara terlihat sebuah kursi minimalis berwarna putih yang terbuat dari besi melayang keluar menembus jendela kaca hingga jatuh ke dasar gedung. Lemparan kursi itu berasal dari lantai flat yang pernah ditinggali Flair. Flair melihat semuanya. Ia baru saja keluar dari area Marioline apartemen dengan mobilnya. Ingin rasa hatinya mengumpat kelakuan buruk pria itu.
Benar-benar kemarahan Nolan telah sampai puncaknya, semua kilatan cahaya berasal dari serpihan-serpihan yang berserakan, ia telah memecahkan semua hiasan yang ada di meja dan bufet di ruang tamu. Hancur berantakan mirip dengan hatinya. Ia menyesalkan mengapa Flair harus tahu dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri.
Chad terus melajukan mobilnya menjauhi apartemen itu. Tempat bukan seharusnya Flair berada. Dari kaca spion yang berada di tengah untuk memperhatikan Flair yang sedang duduk di belakang. Terlihat Flair yang melamun menatap kosong keluar jendela. Flair sepertinya begitu spesial untuk Nolan, Flair nampak baik-baik saja walau selama ini berada di lingkungan Nolan. Untuk seorang Bosley berada di lingkungan mereka seharusnya Flair tidak tampak setenang ini. Pikiran Chad melayang pada pertanyaan tentang hubungan antara Flair dan Nolan. Chad menyalakan Radio dan setelah penyiar radio menjelaskan tentang perkiraan cuaca hari ini tibalah diputarnya lagu milik Bazzi berjudul Mine.
.
.
{ You so, you so precious when you smile
Hit it from the back and drive you wild
Girl, I lose myself up in those eyes
I just had to let you know you're mine}
{ Hands on your body, I don't wanna waste no time
Feels like forever even if forever's tonight
Just lay with me, waste this night away with me
You're mine, I can't look away, I just gotta say }
.
.
Dalam hati Flair ikut bernyanyi. Lagu itu yang sering diputar oleh Nolan saat berada di apartemen Flair. Flair menjadi teringat hari-hari beratnya selama satu minggu ini yang ia jalani di apartemen itu bersama Nolan.
Di dalam flat miliknya Nolan juga memutar lagu yang sama. Semua pecahan hiasan di laantai telah dibersihkan. Nolan duduk di sana dengan mencekik leher sebuah botol di tangannya. Sambil memperhatikan para pelayan memasang foto besar Flair di ruang tamu dalam flat apartemen itu. Awalnya Nolan ingin memasangnya jika Flair masih tinggal di sana. Karena tadinya Nolan berencana memberikan flat itu kepada Flair.
Ditemani sebotol Wine dan meneguknya sendiri, sebelum meminumnya Nolan memajukan gelasnya ke depan foto Flair sambil berkata, " Someday I will bring you back to our house, my Queen!!! Aku pastikan aku yang bisa membawamu pulang padaku."
Itulah sumpah Nolan dalam hati. Membagi separuh kekayaan untukmu dan mengembalikan apa yang pernah diambil darimu. Bagian yang seharusnya kamu miliki dan kamu adalah bagian yang harus aku miliki!!! Ucap Nolan dalam hati. Baru kali ini ia merasakan patah hati yang teramat dalam. Baru Flair lah wanita yang mampu mematahkan keangkuhannya. Ia bersedia melakukan apapun demi mewujudkan senyum di wajah gadis itu.
*********
"Fernee, akhirnya kamu pulang!!!!" Seru Fayre terharu melihat Flair di halaman rumah.
Fayre masih belum berubah hanya pipinya sedikit lebih bulat dari biasanya. Namun aura keibuan mulai terpancar dari wajah Fayre. Itu membuatnya tampak lebih cantik dan lebih segar
menurut Flair.
"Chad sudah menceritakan semuanya. Bagaimana dengan kondisimu sekarang?? Kamu sehat???"
"Chad menjagaku dengan sangat baik. Tapi aku selalu merasa kelelahan." ujar Fayre sambil memeluk Flair.
"Aku sangat merindukanmu, Fay." Balas Flair dalam pelukan Fayre.
"Jangan pernah pergi lagi. Aku sangat kesepian tanpamu!!!" Balas Fayre sambil menitikkan air mata haru.
******