pagi itu pertama kali masuk kampus, dan kebetulan siada dan aditri satu kelas namun mereka tidak langsung tegur sapa begitu saja.
karena di dalam kelas itu aditri cukup idola dia punya geng yang hits, diapun di kelilingi oleh cewek cewek yang cantik nan seksi.
sedangkan siada hanyalah serpihan upil di tengah-tengah berlian.
meskipun dia cukup terbilang menonjol karena tingkah dan sikapnya yang polos konyol dan juga kekanak-kanakan nya.
karena saat pertama kali ngampus siada masih bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga, jadi penampilan nya pun sangat lah sederhana dan siada juga tidak bisa pergi kemana mana setelah pulang kampus dia pun langsung pulang ke rumah, berbeda dengan teman teman yang lain nya yang sepulang kampus biasanya mereka menghabiskan waktu bersama.
pada minggu ke dua entah kebetulan ataupun tidak tapi aditri mulai terlihat mendekati dan memulai pembicaraan yang ringan terhadap siada.
"siada kamu sudah mengerjakan tugas mtk yang kemarin?"
"sudah" jawab siada singkat
"aku sama sekali kurang mengerti untuk pembahasan yang ini" jawab aditri lagi.
"aku sedikit paham namun tidak begitu yakin dengan jawaban ku sendiri" jawab siada dengan lagunya.
lalu di lanjutkan suara tawa aditri yang bernada mengejek siada sembari berkata "gimana sih, kok bisa gitu loh paham tapi juga tidak yakin?"
siada pun menjawab " ya bisa lah, di dalam hidup ini nggak ada yang nggak bisa" dengan nada yang sedikit jengkel terhadap aditri, sembari melanjutkan membaca bukunya.
lalu obrolan yang disertai perdebatan sederhana itu pun berakhir begitu saja.
dan sekalipun mereka mengobrol dan berdebat kembali itu pun topik nya tidak berbeda jauh dari sebelumnya hanya seputar pelajaran saja.